Blibli Bukukan Pendapatan Rp 22,36 Triliun Sepanjang 2025, Melonjak 34 Persen
Blibli melalui entitas anak usahanya, PT Global Teknologi Niaga (GTNi), kembali menghadirkan pameran gadget offline bertajuk Blibli XPO Smartphone THR Fest di Main Atrium Margo City, Depok.(DOK. BLIBLI)
16:00
31 Maret 2026

Blibli Bukukan Pendapatan Rp 22,36 Triliun Sepanjang 2025, Melonjak 34 Persen


PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) membukukan pendapatan neto konsolidasian sebesar Rp 22,36 triliun, atau tumbuh 34 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan tahun sebelumnya Rp 16,7 triliun.

“Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan kinerja di seluruh segmen usaha, terutama dari penjualan elektronik konsumen seperti smartphone serta ekspansi ekosistem omnichannel yang semakin terintegrasi,” kata CEO & Co-Founder Blibli, Kusumo Martanto dalam keterangan resmi, Selasa (31/3/2026).

Kusumo mengatakan, pada kuartal IV 2025, pendapatan Blibli bahkan melonjak 55 persen yoy menjadi Rp 7,12 triliun. Dia bilang, capaian ini menunjukkan kekuatan strategi perusahaan di tengah kondisi ekonomi yang menantang.

“Tahun 2025 menandai langkah maju yang tegas bagi Perseroan. Di tengah moderasi konsumsi rumah tangga dan tekanan daya beli, kami tetap fokus membangun ekosistem omnichannel yang terintegrasi dan mampu menciptakan nilai bagi pelanggan, mitra, dan pemegang saham,” ujar Kusumo.

Baca juga: Momentum THR, Blibli (BELI) Gelar Pameran Smartphone di Margo City

Selain pendapatan, Blibli juga mencatat peningkatan profitabilitas. Take rate naik dari 6,9 persen pada 2024 menjadi 8,5 persen di 2025, didukung pertumbuhan laba bruto sebelum diskon (GPBD) sebesar 32 persen.

Di sisi efisiensi, beban operasional terhadap total nilai transaksi (TPV) turun dari 7,4 persen menjadi 7,1 persen. Hal ini berdampak pada perbaikan kinerja EBITDA sebesar 60 basis poin secara tahunan.

CFO Blibli, Ronald Winardi, mengatakan peningkatan kinerja ini ditopang oleh efisiensi operasional dan pertumbuhan seluruh lini bisnis.

“Kami mencatatkan kinerja pendapatan yang kuat dengan pertumbuhan 34 persen yoy, didukung peningkatan di seluruh segmen, khususnya elektronik konsumen dan ekspansi ekosistem omnichannel,” kata Ronald.

Sepanjang 2025, Blibli juga memperluas jaringan ritel fisik dengan menambah puluhan toko baru. Hingga akhir tahun, perusahaan telah mengoperasikan 265 toko elektronik konsumen, empat toko elektronik rumah tangga, dan satu toko fesyen & olahraga.

Selain itu, Blibli juga mengelola 57 gerai supermarket premium serta 39 pusat pengalaman home & living melalui Dekoruma.

Kusumo menegaskan bahwa integrasi ekosistem menjadi salah satu kunci pertumbuhan, termasuk melalui implementasi keanggotaan terpadu dan program loyalitas lintas platform.

“Peluncuran keanggotaan terpadu yang menghubungkan Blibli, tiket.com, Ranch Market, dan Dekoruma memperdalam hubungan kami dengan pelanggan di berbagai titik interaksi,” ujarnya.

Blibli memperkirakan kondisi bisnis pada 2026 masih akan penuh tantangan, seiring perlambatan konsumsi dan ketatnya persaingan di industri e-commerce.

Meski demikian, perusahaan tetap optimistis dapat menjaga pertumbuhan dengan menargetkan kenaikan pendapatan sebesar 15–20 persen pada tahun depan.

“Kami percaya model omnichannel terintegrasi kami sangat relevan untuk menghadapi kondisi pasar saat ini dan menangkap peluang pertumbuhan ke depan,” tegas Kusumo.

Tag:  #blibli #bukukan #pendapatan #2236 #triliun #sepanjang #2025 #melonjak #persen

KOMENTAR