Jelang Rilis Data Ekonomi BPS, Ekonom Prediksi Inflasi Maret 2026 Masih Terkendali
Ilustrasi ekonomi.(canva.com)
08:12
1 April 2026

Jelang Rilis Data Ekonomi BPS, Ekonom Prediksi Inflasi Maret 2026 Masih Terkendali

- Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan data ekonomi nasional Maret 2026 pada hari ini, Rabu (1/4/2026) pukul 11.00 WIB.

Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin memperkirakan inflasi Indonesia pada Maret 2026 masih berada dalam kisaran terkendali, meski diwarnai sejumlah faktor pendorong dan penahan.

Ia memproyeksikan inflasi bulanan berada di kisaran 0,40–0,60 persen, sementara inflasi tahunan (year on year/yoy) diperkirakan mencapai 3,50–3,80 persen.

“Inflasi yoy Maret 2026 dipengaruhi oleh empat hal utama,” ujar Wija kepada Kompas.com pada Rabu (1/4/2026).

Baca juga: Prospek Emas hingga 2026: Tinjauan Inflasi AS dan Kebijakan Bank Sentral

Ia menjelaskan, faktor pertama adalah berakhirnya kebijakan pemotongan tarif listrik 50 persen pada awal 2025.

Kedua, efek musiman Lebaran 2026 yang jatuh pada Maret dan mendorong kenaikan permintaan. Ketiga, percepatan program makan bergizi gratis (MBG) yang berpotensi meningkatkan harga pangan.

Faktor keempat, daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih, tercermin dari kecenderungan masyarakat menahan konsumsi dan meningkatkan tabungan.

Menurut Wija, faktor pertama dan keempat cenderung menekan inflasi, sementara faktor kedua dan ketiga mendorong kenaikan harga.

Di sisi eksternal, Wija menilai kinerja ekspor Indonesia masih cukup kuat, terutama ditopang kenaikan harga komoditas utama seperti batu bara, nikel, crude palm oil (CPO), timah, dan tembaga.

Pada saat yang sama, impor juga meningkat, terutama dari China dan Vietnam yang menghadapi hambatan masuk ke pasar Amerika Serikat.

Meski demikian, Indonesia diperkirakan masih mampu menjaga surplus neraca perdagangan di kisaran 4–5 miliar dollar AS, relatif stabil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Ia menilai, data inflasi dan neraca perdagangan tersebut memberikan sinyal yang netral hingga cenderung positif bagi perekonomian nasional.

"Karena dua indikator makro utama tersebut masih berada dalam koridor yang relatif solid di tengah ketidakpastian global," jelasnya.

Baca juga: Purbaya Pede Inflasi RI Terkendali, OECD Ramal Naik ke 3,4 Persen

Tag:  #jelang #rilis #data #ekonomi #ekonom #prediksi #inflasi #maret #2026 #masih #terkendali

KOMENTAR