Serangan Iran Rusak 16 Pangkalan Militer AS di 8 Negara Timur Tengah
Citra satelit dari Planet Labs PBC memperlihatkan sisa kebakaran dari serangan Iran di Dubai, Uni Emirat Arab, Minggu (1/3/2026). Iran menargetkan pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah untuk membalas serangan gabungan AS-Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.(PLANET LABS PBC via AFP)
08:24
3 Mei 2026

Serangan Iran Rusak 16 Pangkalan Militer AS di 8 Negara Timur Tengah

- Setidaknya 16 pangkalan militer Amerika Serikat di delapan negara Timur Tengah, hancur akibat serangan balasan Iran.

Berdasarkan investigasi CNN, beberapa di antaranya bahkan praktis tidak dapat digunakan.

Tiga sumber mengatakan kepada CNN bahwa biaya sebenarnya dari perang tersebut lebih mendekati 40-50 miliar dollar AS atau sekitar Rp 693 triliun.

Baca juga: Posisi Trump Kini Disebut Jauh Lebih Buruk, Simalakama Perang Iran?

Angka lipat lebih tinggi dari pengakuan pengawas keuangan Pentagon, Jules Hurst sebesar 25 miliar dollar AS atau sekitar Rp 433 triliun.

NBC News secara terpisah melaporkan kerusakan yang meliputi landasan pacu, sistem radar, puluhan pesawat, markas komando, hanggar, dan infrastruktur komunikasi satelit di tujuh negara.

"Tidak ada yang tahu apa pun. Itu bukan karena kurangnya pertanyaan," kata seorang ajudan kongres.

Baca juga: Trump Beri Sinyal Tolak Proposal Baru Iran, Mau Perang Lagi?

16 situs militer AS rusak di 8 negara

Investigasi CNN didasarkan atas puluhan citra satelit, wawancara dengan sumber-sumber AS, dan negara-negara Teluk Arab, menemukan setidaknya 16 situs militer AS di delapan negara telah rusak.

Seorang staf kongres yang mengetahui penilaian kerusakan menuturkan, lokasi-lokasi tersebut merupakan sebagian besar posisi militer AS di Timur Tengah.

"Ada beragam penilaian, mulai dari yang cukup dramatis, yaitu seluruh fasilitas hancur dan perlu ditutup, hingga para pemimpin yang mengatakan bahwa hal-hal ini layak diperbaiki karena manfaat strategis yang diberikannya kepada AS," ujar seorang sumber.

Baca juga: Pertaruhan Berat Trump Pasca-Kebuntuan Perundingan dengan Iran

Sumber lain mengaku belum pernah melihat kerusakan seperti itu.

Target utama Iran termasuk sistem radar canggih AS, sistem komunikasi, dan pesawat terbang, yang merupakan aset paling mahal dan sulit diganti di kawasan tersebut.

"Patut dicatat bahwa mereka benar-benar mengidentifikasi fasilitas-fasilitas tersebut sebagai target yang paling hemat biaya untuk diserang," kata ajudan kongres tersebut.

"Sistem radar kami adalah yang paling mahal dan sumber daya kami yang paling terbatas di wilayah ini," tambahnya.

Baca juga: Kami seperti Bajak Laut di Selat Hormuz, Ambil Minyak, Ambil Kargo

Rincian kerusakan pangkalan AS di Timur Tengah

Pesawat Angkatan Udara Amerika Serikat C-17 Globemaster saat diparkir di Pangkalan Udara Al Udeid, Doha, Qatar, 7 September 2021.AFP/POOL/OLIVIER DOULIERY Pesawat Angkatan Udara Amerika Serikat C-17 Globemaster saat diparkir di Pangkalan Udara Al Udeid, Doha, Qatar, 7 September 2021.

NBC News merinci kerusakan pangkalan militer AS di Timur Tengah.

Pangkalan Udara Al Dhafra dan pangkalan militer Al Ruwais di UEA mencatat kerusakan pada penyimpanan bahan bakar, klinik medis, hanggar, barak, dan bangunan lainnya.

Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi, tempat pesawat E-3 Sentry AWACS hancur dalam serangan Iran.

Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania, termasuk sistem radar untuk baterai rudal THAAD, telah dihantam.

Baca juga: Warga AS Marah Besar Harga Bensin Naik Tertinggi, Caci Maki Trump

Kamp Arifjan, Kamp Buehring, dan Pelabuhan Shuaiba di Kuwait mengalami kerusakan, dengan Kamp Buehring dihantam oleh jet tempur F-5 Iran pada hari-hari pertama perang meskipun ada pertahanan udara AS.

Di Bahrain, gedung markas besar Armada Kelima Angkatan Laut AS mengalami kerusakan parah, dan biaya perbaikannya saja bisa mencapai 200 juta dollar AS, menurut penilaian Pentagon yang dikutip dari New York Times.

Di Qatar, landasan pacu di Pangkalan Udara Al Udeid terkena serangan. Fasilitas penyimpanan amunisi di pangkalan militer di Irak utara juga terkena serangan.

Baca juga: Militer Iran Sebut AS Kemungkinan Besar Akan Menyerang Lagi

Aset lain yang rusak termasuk setidaknya satu jet tempur, selusin drone MQ-9 Reaper, dua pesawat tanker MC-130, helikopter, dan pesawat tempur E-3 Sentry.

CNN secara terpisah melaporkan bahwa sistem radar THAAD di dua lokasi di Uni Emirat Arab tampaknya telah hancur dalam citra satelit.

"Perang ini menunjukkan bahwa aliansi dengan AS bukanlah sesuatu yang unik atau tak terkalahkan," tutur seorang sumber. 

Negara-negara Teluk Arab yang menjadi tuan rumah pangkalan AS dilaporkan secara diam-diam mengkritik pemerintahan Donald Trump karena memulai perang tanpa konsultasi terlebih dahulu.

Tag:  #serangan #iran #rusak #pangkalan #militer #negara #timur #tengah

KOMENTAR