Harga Avtur Melonjak, Pelita Air: Biaya Operasional Ikut Terkerek
Maskapai penerbangan Pelita Air sedang lepas landas (DOK. Pertamina )
08:20
2 April 2026

Harga Avtur Melonjak, Pelita Air: Biaya Operasional Ikut Terkerek

- PT Pelita Air Service mengungkapkan lonjakan harga bahan bakar pesawat (avtur) memberikan dampak besar terhadap biaya operasional maskapai.

Kenaikan harga avtur ini dipicu oleh memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah yang turut mendorong kenaikan harga energi global.

Direktur Utama Pelita Air Dendy Kurniawan mengatakan bahwa lonjakan harga avtur yang terjadi sejak 1 April 2026 cukup signifikan dan langsung memengaruhi struktur biaya perusahaan.

“Kenaikan harga sangat signifikan, tentunya akan berdampak signifikan juga terhadap biaya operasi kami,” ujar Dendy kepada Kompas.com, Rabu (1/4/2026).

Baca juga: Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak

Ia menjelaskan, kenaikan harga avtur tercatat mencapai sekitar 70 persen untuk rute domestik dan hingga 80 persen untuk penerbangan international.

Kondisi ini membuat maskapai harus melakukan penyesuaian strategi agar tetap menjaga kinerja operasional.

Meski menghadapi tekanan biaya, Pelita Air memastikan tetap berkomitmen menjaga kualitas layanan kepada penumpang.

“Meski demikian, Pelita tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada para pelanggan dengan harga yang value for money,” lanjutnya.

Di sisi lain, lonjakan harga avtur juga mendorong maskapai penerbangan mengusulkan penyesuaian tarif tiket pesawat.

Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) menyebutkan bahwa kenaikan tersebut tidak terlepas dari tren global akibat krisis geopolitik.

“Seperti sudah kami perkirakan sebelumnya, harga avtur akan naik mengikuti harga di tingkat global karena imbas krisis geopolitik di Timur Tengah,” kata Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadja.

Mengutip laman resmi Pertamina, harga Avtur di Bandara Soekarno Hatta (CGK) pada 1 April 2026 sebesar Rp 23.551 per liter atau naik 72,4 persen dibanding harga avtur pada Maret lalu Rp 13.656 per liter.

Adapun harga international turut mengalami kenaikan sebesar 80,3 persen dari 0,7 dollar AS per liter menjadi 1,338 dollar AS per liter.

Jika dibandingkan tahun 2019, harga avtur domestik saat itu Rp 7.970 per liter, atau kenaikan sudah mencapai 295 persen.

Baca juga: Garuda Siapkan Strategi Hadapi Lonjakan Harga Avtur

Tag:  #harga #avtur #melonjak #pelita #biaya #operasional #ikut #terkerek

KOMENTAR