Anak Usaha Garuda GMFI Bukukan Laba Rp 570 Miliar, Ekuitas Berbalik Positif
- PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) mencatat pertumbuhan laba 26,3 persen pada 2025. Laba mencapai 33,9 juta dollar AS atau sekitar Rp 570 miliar.
Direktur Utama GMFI Andi Fahrurrozi menyebut pendapatan perseroan mencapai 491,9 juta dollar AS atau sekitar Rp 8,25 triliun. Angka ini tumbuh 16,8 persen secara tahunan.
Dari sisi neraca, total aset meningkat menjadi 813 juta dollar AS atau sekitar Rp 13,6 triliun. Ekuitas berbalik positif menjadi 114,6 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,92 triliun.
“Perbaikan kinerja GMFI tidak hanya mencerminkan keberhasilan transformasi internal, namun juga menjadi indikator kunci penguatan fundamental operasional dan finansial secara grup, khususnya dalam memastikan kesiapan armada dan keberlangsungan layanan penerbangan,” kata Andi dalam keterangan resmi, Kamis (2/4/2026).
Baca juga: OTP Garuda Tembus 92,08 Persen Saat Lebaran 2026, Tertinggi dalam 3 Tahun
Kinerja ini didukung aksi korporasi berupa inbreng lahan senilai Rp 5,6 triliun. Langkah ini memperkuat aset tetap dan mendorong ekuitas kembali positif.
Kontribusi juga datang dari lini bisnis non-commercial aircraft. Segmen ini mencatat pendapatan 36,7 juta dollar AS atau sekitar Rp 615,9 miliar, tumbuh 59,9 persen secara tahunan.
Andi menilai capaian ini hasil disiplin operasional dan keuangan. GMFI juga memperkuat peran dalam ekosistem Garuda Indonesia Group.
“Dari sisi perasional, GMFI juga berhasil menjaga turnaround time secara disiplin guna memastikan serviceability dan reliability pesawat tetap terjaga, meskipun tantangan global supply chain masih terus membayangi,” ujar dia.
“Hal ini menjadi fondasi penting dalam mendukung program reaktivasi armada yang dijalankan sepanjang tahun 2025, sekaligus memperkuat kesiapan operasional Garuda Indonesia Group secara berkelanjutan,” tambah dia.
Baca juga: Garuda Siapkan Strategi Hadapi Lonjakan Harga Avtur
Saham GMFI juga keluar dari daftar Efek Pemantauan Khusus per 31 Maret 2026. Sebelumnya, saham Garuda Indonesia keluar lebih dulu pada 26 Maret 2026.
“Ini merupakan sinyal kembalinya momentum pertumbuhan GMFI serta meningkatnya kepercayaan pasar melalui kinerja yang lebih sehat dan disiplin eksekusi,” ujarnya.
Di sisi lain, Citilink mencatat rekor penumpang harian tertinggi pada 29 Maret 2026. Jumlahnya mencapai 48.000 penumpang dalam satu hari.
Selama periode 14 hingga 29 Maret 2026, Citilink mengangkut lebih dari 600.000 penumpang. Angka ini berkontribusi pada total 1,1 juta penumpang Garuda Indonesia Group saat Lebaran.
“Pemecahan rekor ini menjadi refleksi atas pemulihan volume kapasitas produksi yang semakin menunjukan tren positif,” ujarnya.
Kinerja operasional juga membaik. Tingkat ketepatan waktu Garuda Indonesia Group mencapai 92,08 persen. Angka ini menjadi yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir.
Capaian ini meningkat dibandingkan 87,12 persen pada 2025 dan 86,07 persen pada 2024.
“Ini menjadi refleksi nyata dari penguatan fundamental operasional yang telah dibangun secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir mulai dari kesiapan armada, disiplin operasional, hingga peningkatan kualitas layanan,” tegas dia.
Tag: #anak #usaha #garuda #gmfi #bukukan #laba #miliar #ekuitas #berbalik #positif