Bank Himbara Siap Salurkan Tambahan Dana SAL Rp 100 T ke Sektor Riil
Ilustrasi Bank Mandiri.(DOK. Humas Bank Mandiri)
12:12
3 April 2026

Bank Himbara Siap Salurkan Tambahan Dana SAL Rp 100 T ke Sektor Riil

- Sejumlah bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menyatakan kesiapan mereka menyalurkan tambahan penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp 100 triliun dari pemerintah untuk mendorong pembiayaan sektor riil.

Corporate Secretary PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI Dhanny mengatakan, tambahan penempatan dana pemerintah akan memperkuat likuiditas sehingga pihaknya berpeluang untuk memperluas pembiayaan ke sektor riil, terutama segmen UMKM.

"BRI mengapresiasi kepercayaan Pemerintah dalam melakukan Penempatan Uang Negara pada Bank Umum. Fungsi intermediasi tetap menjadi prioritas utama BRI dalam menjalankan peran sebagai lembaga keuangan," ujarnya kepada Kompas.com, Rabu (1/4/2026).

Baca juga: Pengamat Sebut Dana SAL Rp 100 Triliun Berisiko Mengalir ke SBN

Kendati demikian, dalam memperluas penyaluran kreditnya, BRI tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian melalui penerapan manajemen risiko yang kuat.

Dengan begitu peluang di pasar keuangan tetap dikelola secara optimal tanpa menggeser fokus utama pada pembiayaan yang berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

"BRI menilai bahwa kebijakan tersebut justru memberikan ruang yang lebih baik untuk menjaga momentum pertumbuhan kredit yang berkualitas," ucapnya.

Dengan likuiditas yang semakin kuat, BRI tetap optimistis terhadap pencapaian target pertumbuhan kredit yang telah ditetapkan, khususnya melalui penguatan pembiayaan di segmen UMKM dan program prioritas pemerintah.

Senada dengan BRI, PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI menyebut tambahan penempatan dana pemerintah turut menopang kinerja likuiditas perseroan.

Sebelumnya, pemerintah telah mengucurkan dana SAL ke Himbara sebanyak Rp 200 triliun dan BSI mendapat porsi Rp 10 triliun. Setelah penempatan dana itu, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI pada Februari 2026 sebesar 14,76 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp 366 triliun.

Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar mengatakan, stimulus penempatan dana SAL menjadi salah satu faktor yang memperkuat kinerja dana perseroan.

Oleh karenanya, dengan penambahan penempatan dana SAL dari pemerintah, BSI optimistis dapat meningkatkan penyaluran pembiayaan ke sektor riil.

"Pada Maret 2026 ini, Bank Syariah Indonesia kembali dipercaya mengelola Penempatan Uang Negara dari Kementerian Keuangan yang akan disalurkan untuk mendorong pertumbuhan pembiayaan di berbagai sektor riil dan sektor yang mendorong perputaran ekonomi masyarakat," ucapnya kepada Kompas.com, Rabu.

"Kami optimis stimulus yang diberikan Pemerintah ini diharapkan mampu meningkatkan likuiditas bank," tambahnya.

Wakil Direktur Utama BSI Bob Tyasika Ananta menegaskan, dana tersebut tidak akan diparkir dalam instrumen keuangan seperti surat berharga negara (SBN), melainkan langsung disalurkan ke pembiayaan, terutama ke segmen consumer banking yang memiliki efek berganda terhadap ekonomi.

"Enggak (digunakan untuk SBN), kita sementara ini kalau ada penempatan seperti itu di BSI memang langsung disalurkan karena beberapa kebutuhan," ujar Bob saat ditemui di Menara Radius Prawiro, Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Bob melanjutkan, dana SAL tersebut tidak hanya akan disalurkan ke consumer banking yang merupakan portofolio utama BSI, tetapi juga untuk pembiayaan mitra guna, otomotif, haji, hingga emas.

"Emas batangan kita juga ada, termasuk gadai. Jadi disalurkan," ucapnya.

Kendati demikian, Bob belum dapat membeberkan nominal tambahan penempatan dana SAL ini untuk BSI.

Baca juga: Kaleidoskop 2025: Aliran Dana SAL Rp 276 Triliun dan Paradoks Lesunya Kredit Perbankan

Sementara itu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi.

Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista mengatakan, dana tambahan itu akan dikelola secara prudent dan disalurkan secara selektif ke sektor-sektor produktif.

"Dengan fokus pada penguatan ekonomi berbasis kerakyatan," kata Adhika kepada Kompas.com, Rabu.

Bank Mandiri juga menegaskan komitmen untuk memastikan penyaluran dilakukan secara efektif dan transparan agar memberikan dampak optimal bagi dunia usaha dan masyarakat.

Baca juga: Dana SAL Rp 276 T Sudah Masuk Bank, Kenapa Bunga Kredit Lambat Turun?

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menambah penempatan dana pemerintah di Himbara senilai Rp 100 triliun.

"Seminggu sebelum Lebaran (sudah ditempatkan ke Himbara), saya tambah lagi Rp 100 triliun masukin ke sistem perekonomian," ujarnya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (25/3/2026).

Purbaya menjelaskan, penempatan dana tersebut dimaksud melonggarkan likuiditas perbankan yang mulai mengetat yang tecermin dari kenaikan imbal hasil (yield) SBN.

"Kalau bond yield naik 0,1 persen, saya udah perhatiin, ada apa nih? Naik 0,4 persen, pasti kekeringan, kekurangan likuiditas di bank atau apa penyebabnya? Saya cek, oh betul bank kurang. Saya tambah lagi masukin ke sistem," jelas dia.

Baca juga: Dana SAL Terserap 93 Persen, BTN Percepat Dorong Kredit Perumahan

Tag:  #bank #himbara #siap #salurkan #tambahan #dana #sektor #riil

KOMENTAR