Glamping di Tawangmangu Ini Tawarkan Aktivitas Menarik, Jangan Cuma Tidur
Kecamatan Tawangmangu di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, merupakan salah satu destinasi wisata unggulan.
Selain punya beragam keindahan alam, ada banyak penginapan yang bisa kamu coba saat berkunjung ke sana.
Salah satu penginapan yang Kompas.com rekomendasikan untuk dicoba adalah Atsiri Glamping. Lokasinya satu kompleks dengan Rumah Atsiri.
Baca juga: Wisata Berkelanjutan Makin Diminati, tiket.com Gandeng Artotel dan Rumah Atsiri
Kompas.com menjajal langsung menginap di Atsiri Glamping saat media trip tiket Green dari tiket.com, Senin-Selasa (18-19 Mei 2026).
Saat itu, saya mendapat tempat menginap di kamar Rosemary 1. Kamar ini unik karena bentuknya seperti bunker bawah tanah, sehingga cara memasukinya adalah dengan tangga.
Kamar Rosemary 1 di Glamping Atsiri, Tawangmangu.
Namun begitu masuk ke dalam, ruangan kamarnya cukup luas dengan queen size bed, meja kerja, AC, kamar mandi shower plus air hangat, dan jacuzzi.
Keunggulan kamar yang saya tempati adalah punya panorama di sebelah barat yang tersaji dari jendelanya yang memanjang.
Baca juga: Penginapan Instagramable di Rumah Atsiri, Simak Tarif Inapnya
Saat cuaca cerah, dari kamar saya bisa melihat keindahan langit biru, hamparan perkebunan dan persawahan, serta Gunung Merbabu-Merapi di ufuk barat.
Beragam aktivitas menarik di Atsiri Glamping
Meski kamarnya nyaman, sangat disayangkan apabila kita hanya numpang tidur saja saat menginap di Atsiri Glamping. Hal itu disampaikan oleh, General Manager Rumah Atsiri Indonesia Dewi Soesilowati.
"Kalau cuma numpang tidur di Atsiri Glamping, waduh sayang sekali karena banyak aktivitas yang bisa dilakukan," kata dia kepada peserta media trip, Selasa (19/5/2026).
Saat berkunjung, saya dan peserta media trip berkesempatan untuk menikmati sejumlah aktivitas, yakni:
Jelajah Museum Rumah Atsiri
Rombongan diajak untuk berkeliling museum yang ada di Rumah Atsiri. Di sini, pemandu menjelaskan berbagai hal, mulai dari sejarah Rumah Atsiri, pengetahuan tentang tanaman atsiri, hingga proses pembuatan minyak atsiri atau minyak esensial.
Ikut workshop bikin parfum
Selanjutnya, rombongan diajak untuk ikut workshop membuat parfum. Sudah ada pemandu yang mengarahkan kami untuk mencampur racikan minyak esensial dengan bahan kimia hingga menjadi parfum.
Workshop bikin parfum di Rumah Atsiri Tawangmangu (18/5/2026).
Saat ikut workshop, salah satu pengalaman yang menarik adalah ketika kami mencoba mengombinasikan aroma dari berbagai minyak esensial (seperti rosemary, melati, hingga pappermint), menjadi aroma sesuai selera.
Javanese wellness di Atsiri Jawa
Kami juga diajak untuk berkunjung ke AtsiriJawa yang lokasinya tidak jauh dari Rumah Atsiri. Kami lalu diajak untuk belajar seputar filosofi masyarakat Jawa yang ada di beragam tanaman. Contohnya adalah pohon beringin yang menggambarkan penguasa yang bijaksana.
Belajar Filosofi Jawa pada Tanaman di Atsiri Jawa, Tawangmangu (18/5/2026).
Kemudian, untuk wellness, rombongan diajak untuk belajar mengolah raga melalui beksan lampahing jawi, semacam belajar berjalan perlahan dengan gerak tarian.
Baca juga: Wisata di Solok, Turis Bisa Belajar Buat Minyak Atsiri
Sebenarnya, ada beragam aktivitas di Atisiri Jawa yang didasarkan pada filosofi masyarakat Jawa, seperti jemparingan atau meditasi.
Jalan-jalan santai di perdesaan sekitar Rumah Atsiri
Pada Selasa (19/5/2026) pagi, aktivitas selanjutnya adalah jalan-jalan santai menjelajah kawasan pedesaan di sekitar Rumah Atsiri.
Aktifitas Jalan-jalan Santai di Perdesaan Sekitar Rumah Atsiri Tawangmangu.
Bersama pemandu, kami diajak berjalan di kawasan perkebunan dan hamparan persawahan, sambil mengenal tanaman-tanaman liar yang ternyata kaya manfaat.
Glamping Atsiri dengan konsep berkelanjutan
Satu hal yang menarik dari Glamping Atsiri adalah, penginapan ini berkonsep sustainability atau berkelanjutan.
Di online travel agent (OTA) tiket.com, Glamping Atsiri sudah mendapatkan label "green" yang berarti penginapan ini peduli dengan konsep berkelanjutan atau sustainability.
Dewi menjelaskan bahwa konsep berkelanjutan di sini bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga banyak hal lain, seperti finansial dan manajemen.
Baca juga: Penginapan Instagramable di Rumah Atsiri, Simak Tarif Inapnya
Untuk lingkungan, Rumah Atsiri, termasuk Glamping Atsiri, tidak mengubah atau menebang pohon-pohon yang sudah ada terlebih dahulu.
"Kebanyakan tanaman-tanaman asli dan yang sudah tua, tetap dipertahankan. Kami yang menyesuaikan," ujar Dewi.
Ia mencontohkan, saat pembangunan area pabrik yang sedang berlangsung, di dalam bangunan ada pohon yang tetap dipertahankan.
Sedotan di Rumah Atsiri yang Terbuat dari Beras
"Kemudian kalau pesan minuman di restoran, sedotannya bukan dari plastik, melainkan terbuat dari beras," ujar Dewi.
Selain sedotan, tas kresek di kawasan ini juga terbuat dari bahan organik, yakni singkong atau cassava, bukan plastik.
Pihak Rumah Atsiri juga berupaya untuk berkontribusi ke lingkungan dan masyarakat sekitar agar mendapat manfaat.
Baca juga: Panduan Masuk ke Museum Rumah Atsiri, Wajib Didampingi Pemandu
"Seperti pengolahan limbah, kita memilah sampah, sehingga sampah organik (seperti daun dan bunga layu) tidak dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA)," kata Dewi.
Selain itu, sambung dia, aktivitas seperti jelajah sekitar juga memberikan edukasi kepada wisatawan agar makin peduli lingkungan.
Pihak Rumah Atsiri juga terus berupaya untuk mengefisienkan penggunaan sumber daya, seperti listrik dan air.
Jika ingin menginap di penginapan yang sudah berkonsep sustainability, seperti di Glamping Atsiri, kamu cukup menerapkan filter "green" saat mencari akomodasi di tiket.com.
Tag: #glamping #tawangmangu #tawarkan #aktivitas #menarik #jangan #cuma #tidur