Prabowo Ungkap Strategisnya Posisi Indonesia: Perdagangan Dunia Melalui Perairan Kita
- Presiden Prabowo Subianto mengungkap betapa strategisnya posisi Indonesia di dalam perdagangan internasional.
Menurutnya, hal tersebut menjadi salah satu modal Indonesia untuk menjadi negara besar dan diperhitungkan dunia.
"Kita sesungguhnya memiliki modal yang sangat kuat untuk mewujudkan cita-cita dan harapan ini. Posisi biografis kita sangat strategis. Puluhan persen perdagangan dunia melalui perairan kita. Bumi dan air kita sangat luas," ujar Prabowo rapat paripurna penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Baca juga: Prabowo: Waktu Saya Tidak Berkuasa, Ibu Mega Bantu Saya
Sayangnya, kekayaan dan strategisnya Indonesia tersebut banyak diambil oleh pihak-pihak asing secara ilegal.
Untuk menjamin kekayaan Indonesia dirasakan masyarakatnya, Prabowo menegaskan bahwa kedaulatan harus benar-benar ditegakkan.
"Harus kita tegakkan kedaulatan kita di lautan kita sendiri. Kita memiliki bonus demografi yang menopang domestik, konsumsi domestik, dan pasar domestik yang besar. Pasar kita bisa sebesar Eropa," ujar Prabowo.
"Sungguh sumber daya alam kita melimpah. Kita punya komoditas-komoditas yang sangat berharga. Batu bara kita, nikel kita, tembaga kita, minyak kelapa sawit kita, logam tanah jarang, kekayaan laut yang melimpah," sambungnya optimistis.
Baca juga: Prabowo Tegaskan Hukum Jangan Hanya Adil untuk Mereka yang Punya Uang Banyak
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengumumkan telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam.
PP tersebut akan mengatur bahwa penjualan sumber daya alam (SDA) seperti minyak kelapa sawit hingga batu bara diwajibkan melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ditunjuk pemerintah.
"Penerbitan peraturan pemerintah ini adalah langkah strategis untuk memperkuat tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam kita," ujar Prabowo.
"Penjualan semua hasil sumber daya alam kita, kita mulai dari minyak kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi, kita wajibkan harus dilakukan penjualannya melalui BUMN yang ditunjuk oleh pemerintah RI sebagai pengekspor tunggal," sambungnya.
Baca juga: Perbaikan Kesejahteraan Guru di Indonesia Jadi Prioritas Prabowo
Nantinya, hasil ekspor tersebut akan dibagi oleh BUMN kepada pelaku pengusaha yang menyalurkan komoditasnya.
Pemerintah berharap penerbitan PP ini dapat menekan praktik transfer pricing atau pemindahan harga, sekaligus mencegah aliran devisa hasil ekspor berpindah ke luar negeri.
Prabowo juga berharap, kebijakan tata kelola komoditas tersebut akan berdampak pada peningkatan pendapatan negara.
Baca juga: Prabowo Janjikan Cold Storage dan SPBU Khusus di Setiap Desa Nelayan
"Kebijakan ini akan optimalkan penerimaan pajak dan penerimaan negara atas pengelolaan dan penjualan sumber daya alam kita. Dengan kebijakan ini, kita berharap bahwa penerimaan kita bisa seperti Meksiko, Filipina, seperti negara-negara tetangga kita," ujar Prabowo.
"Kita tidak mau penerimaan kita paling rendah karena kita tidak berani mengelola milik kita sendiri, milik bangsa kita sendiri," sambungnya.
Tag: #prabowo #ungkap #strategisnya #posisi #indonesia #perdagangan #dunia #melalui #perairan #kita