Harga Minyak Naik Lagi, Tuduhan Iran ke AS Picu Kekhawatiran Pasokan
- Harga minyak dunia kembali menguat pada Kamis (9/4/2026). Kenaikan dipicu tuduhan Iran terhadap Amerika Serikat terkait pelanggaran kesepakatan gencatan senjata.
Kondisi ini memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global.
Mengutip CNBC, minyak mentah Brent untuk kontrak Juni naik 2,08 persen ke 96,83 dollar AS per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate untuk kontrak Mei menguat 2,86 persen ke 97,27 dollar AS per barel.
Baca juga: Harga Minyak Dunia Kembali Melonjak, IHSG Langsung Melemah di Sesi Pertama Perdagangan
Pasar saham Amerika Serikat sebelumnya melonjak pada Rabu. Kenaikan terjadi setelah Presiden Donald Trump menangguhkan serangan terhadap Iran selama dua pekan.
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 1.325,46 poin atau 2,85 persen ke 47.909,92. S&P 500 menguat 2,51 persen ke 6.782,81. Nasdaq Composite naik 2,80 persen ke 22.635,00.
Kenaikan saham dipicu penurunan tajam harga minyak pada hari sebelumnya. Minyak WTI sempat turun 16,41 persen ke 94,41 dollar AS per barel.
Minyak Brent juga turun 13,29 persen ke 94,75 dollar AS per barel. Meski turun, harga masih lebih tinggi dibandingkan posisi sebelum konflik.
Trump menyebut gencatan senjata diambil setelah menerima proposal dari Iran. Kesepakatan bergantung pada pembukaan kembali Selat Hormuz.
“Saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran selama periode dua minggu,” tulis Trump.
“Kami telah menerima proposal 10 poin dari Iran dan menilai itu sebagai dasar yang dapat dijalankan untuk negosiasi,” paparnya.
Baca juga: Begini Cara Pakistan Berhasil Jadi Mediator AS-Iran, China Ternyata Juga Terlibat Diam-diam
Iran menyatakan kesediaan membuka kembali Selat Hormuz selama dua pekan. Syaratnya seluruh serangan harus dihentikan.
Pelaku pasar masih mencermati keberlanjutan kesepakatan. Risiko eskalasi tetap tinggi.
“Tidak terlalu mengejutkan bahwa ada jeda yang diumumkan dalam konflik Iran. Pasar kini semakin piawai dalam membaca langkah Trump berikutnya,” kata Kepala Strategi Pasar Freedom Capital Markets Jay Woods.
“Yang menjadi kekhawatiran sekarang adalah apakah kerangka waktu ‘dua minggu’ yang sudah sangat familiar ini benar-benar akan menghasilkan penyelesaian,” lanjutnya.
Sentimen pasar juga dipengaruhi rencana kerja sama pengamanan material nuklir. Pembahasan tarif dan pelonggaran sanksi ikut menjadi perhatian.
Ketidakpastian tetap tinggi, terutama terkait jalur pelayaran di Selat Hormuz. Lalu lintas kapal tanker sempat terganggu.
Pasar saham mencatat kenaikan pada sektor yang sebelumnya tertekan. Saham semikonduktor seperti Broadcom naik hampir 5 persen dan Micron Technology lebih dari 7 persen.
Saham sektor energi justru melemah. Saham Exxon Mobil dan Chevron masing-masing turun lebih dari 4 persen.
Sejumlah analis menilai volatilitas pasar masih tinggi. Pergerakan pasar dinilai sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik.
Direktur investasi Modern Wealth Management Stephen Tuckwood menyebut pergerakan pasar tidak akan berlangsung stabil, meski mulai terlihat fondasi pemulihan.
Tag: #harga #minyak #naik #lagi #tuduhan #iran #picu #kekhawatiran #pasokan