IHSG Menguat di Sesi Satu Perdagangan Usai AS-Iran Gagal Capai Kesepakatan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis pada sesi satu perdagangan Senin (13/4/2026), meski Amerika Serikat dan Iran gagal mencapai kesepakatan dalam perundingan.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup naik 34,234 poin atau 0,46 persen ke level 7.492,731. Sepanjang sesi perdagangan, indeks sempat menyentuh level tertinggi di 7.500,135 dan terendah di 7.351,361.
Pergerakan IHSG pada awal sesi sempat tertekan hingga menyentuh zona merah, tapi secara bertahap berbalik menguat dan bertahan di area hijau hingga penutupan sesi pertama.
Baca juga: Sektor Energi Kerek IHSG Naik 6,14 Persen, Lirik Saham Big Caps dan Transportasi Laut
Dari sisi aktivitas, volume transaksi mencapai 23,56 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 10,10 triliun dan frekuensi 1,51 juta kali. Secara keseluruhan, saham yang menguat lebih dominan dengan 348 saham naik, dibandingkan 305 saham melemah dan 162 saham stagnan.
Investment Specialist PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Ahmad Faris Mu’tashim, memproyeksikan IHSG akan cenderung bergerak dalam fase konsolidasi sepanjang pekan ini, dengan potensi pelemahan pada awal periode perdagangan.
Ia memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang support di posisi 7.200 dan resistance di area 7.500.
“IHSG kami proyeksikan bergerak dalam rentang konsolidasi pada pekan ini dengan pelemahan di awal pekan. Dengan resisten 7.500 dan support 7.200,” ujar Faris saat dihubungi Kompas.com, Senin.
Menurutnya, investor dapat mencermati sektor berbasis komoditas, khususnya batu bara dan minyak dan gas (migas). Beberapa saham yang dinilai menarik untuk dipantau antara lain PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC).
Ia menilai, eskalasi sentimen global saat ini tidak lagi seintens fase awal, sehingga pelaku pasar dinilai sudah lebih siap menghadapi dinamika yang terjadi. Kondisi ini membuat tekanan penurunan pasar relatif lebih terbatas dibandingkan periode sebelumnya.
Baca juga: IHSG Dibuka Melemah ke Level 7.449, Tekanan Global Bayangi Pasar
Dalam situasi tersebut, investor ritel disarankan untuk mulai melakukan strategi beli bertahap atau partial buy, khususnya saat terjadi pelemahan IHSG di awal pekan. Strategi ini dinilai dapat membantu investor memperoleh harga rata-rata yang lebih optimal pada saham incaran.
“Sehingga investor bisa melakukan partial buy untuk mendapatkan saham incaran dengan harga rata rata yang bagus dengan memanfaatkan penurunan indeks di awal pekan seperti proyeksi kami,” tukasnya.
Sementara itu, analis pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, mencatat secara teknikal indeks bisa menguji area resistance di 7.500-7.550. Sementara potensi support kembali ke area gap 7.308-7.346.
Dalam skenario bearish, apabila eskalasi konflik benar-benar terjadi atau tensi geopolitik semakin meningkat, IHSG berpotensi terkoreksi menuju level 7.300, bahkan hingga ke 7.200, seiring meningkatnya tekanan jual dan potensi capital outflow.
Sebaliknya, dalam skenario bullish, jika terdapat katalis positif seperti adanya titik terang negosiasi atau meredanya tensi global, IHSG berpeluang menguat menuju kisaran 7.550 - 7.600,
meskipun penguatannya diperkirakan masih bersifat terbatas dan belum cukup kuat untuk membentuk tren naik jangka panjang.
“Dengan demikian pergerakan IHSG saat ini lebih mencerminkan fase trading range dibandingkan tren directional yang solid,” ungkap Hendra kepada Kompas.com.
Hendra menilai strategi yang sebaiknya diambil investor ritel adalah adalah tetap selektif dan disiplin dalam manajemen risiko. Pendekatan buy on weakness menjadi lebih relevan, dengan memanfaatkan koreksi sebagai momentum akumulasi bertahap, bukan mengejar harga di saat euforia.
Investor juga disarankan untuk menjaga proporsi kas yang cukup, mengingat potensi volatilitas masih tinggi dan arah pasar sangat dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik yang sulit diprediksi.
Selain itu, diversifikasi sektor juga penting, dengan mempertimbangkan sektor yang relatif diuntungkan dalam kondisi ketidakpastian, seperti energi dan komoditas.
Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.
Tag: #ihsg #menguat #sesi #satu #perdagangan #usai #iran #gagal #capai #kesepakatan