Rupiah Sore Masih di Atas Level 17.100, Tertekan Sentimen Geopolitik Timur Tengah
Ilustrasi kurs Rupiah terhadap Dollar AS.(Pexels/Photo By:Kaboompics.com)
16:40
13 April 2026

Rupiah Sore Masih di Atas Level 17.100, Tertekan Sentimen Geopolitik Timur Tengah

Nilai tukar rupiah di pasar spot kembali melemah pada penutupan perdagangan Senin (13/4/2026). Mata uang Garuda terdepresiasi 1 poin atau 0,01 persen ke level Rp 17.105 per dollar AS.

Analis mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai pelemahan mata uang Indonesia disebabkan oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, di mana berpotensi memengaruhi stabilitas pasar keuangan.

Ia menjelaskan, langkah Amerika Serikat akan melakukan blokade setelah gagalnya perundingan perdamaian antara AS dan Iran pada akhir pekan.

Presiden Donald Trump menyatakan Angkatan Laut AS akan mulai memblokade Selat Hormuz, sehingga meningkatkan eskalasi konflik sekaligus membahayakan gencatan senjata yang sebelumnya disepakati selama dua pekan.

Baca juga: Rupiah Tembus Rp 17.100, BI Sampai Begadang Jaga Stabilitas Rupiah

“Blokade AS menyusul kegagalan perundingan perdamaian antara AS dan Iran pada akhir pekan. Presiden Donald Trump mengatakan pada hari Minggu bahwa Angkatan Laut AS akan mulai memblokade Selat Hormuz, meningkatkan taruhan setelah perundingan maraton dengan Iran gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang, membahayakan gencatan senjata dua minggu yang rapuh,” ujar Ibrahim kepada wartawan, Senin sore.

Komando Pusat AS menyatakan blokade akan diberlakukan terhadap seluruh lalu lintas maritim yang keluar-masuk pelabuhan Iran mulai pukul 10.00 waktu setempat.

Kebijakan itu mencakup kapal dari berbagai negara yang beraktivitas di pelabuhan dan wilayah pesisir Iran, termasuk kawasan Teluk Arab dan Teluk Oman.

Meski demikian, AS menegaskan tidak akan mengganggu kebebasan navigasi kapal yang melintasi Selat Hormuz menuju pelabuhan non-Iran. Informasi tambahan juga akan disampaikan kepada pelaku pelayaran komersial melalui pemberitahuan resmi sebelum kebijakan tersebut diberlakukan.

Di sisi lain, Garda Revolusi Iran menyatakan setiap kapal militer yang mendekati Selat Hormuz akan dianggap melanggar gencatan senjata dan akan ditindak tegas.

Ibrahim menambahkan, kondisi tersebut turut mendorong kenaikan harga energi yang berdampak pada inflasi.

Data indeks harga konsumen terbaru menunjukkan lonjakan inflasi yang memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral AS tidak akan segera memangkas suku bunga dalam waktu dekat.

Pelaku pasar kini menantikan rilis data indeks harga produsen (PPI) Amerika Serikat sebagai indikator lanjutan arah inflasi.

Dari dalam negeri, Asian Development Bank (ADB) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,2 persen pada 2026.

Angka ini lebih tinggi dibandingkan realisasi tahun sebelumnya sebesar 5,1 persen, namun masih di bawah target pemerintah sebesar 5,4 persen.

Proyeksi tersebut dinilai masih berada dalam kisaran target inflasi Bank Indonesia (BI) sebesar 2,5±1 persen.

Meski demikian, ADB mengingatkan adanya sejumlah risiko yang perlu diwaspadai, terutama terkait ketegangan geopolitik global dan fluktuasi harga komoditas energi.

Selain itu, kebijakan moneter negara maju, khususnya AS, yang cenderung ketat dalam jangka waktu lebih lama (higher for longer) berpotensi memicu volatilitas aliran modal di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Untuk itu, ADB mendorong pemerintah mempercepat reformasi struktural guna meningkatkan produktivitas dan daya saing nasional.

Optimalisasi penerimaan negara serta efisiensi belanja juga dinilai penting untuk menjaga ruang fiskal dalam menghadapi potensi guncangan ekonomi ke depan.

Di sisi ketenagakerjaan, pertumbuhan lapangan kerja formal di sektor manufaktur dinilai krusial dalam mendorong transformasi ekonomi yang lebih inklusif.

Sementara itu, sektor pertanian masih menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, namun produktivitasnya relatif rendah dan didominasi oleh pekerjaan informal.

Baca juga: Rupiah Melemah 0,12 Persen ke Rp 17.124 Per Dollar AS, Terseret Lonjakan Inflasi Global

Tag:  #rupiah #sore #masih #atas #level #17100 #tertekan #sentimen #geopolitik #timur #tengah

KOMENTAR