WFH ASN Setiap Jumat Dinilai Mampu Mengurai Mobilitas di Kota Besar
Ilustrasi ASN, PNS. Gaji ke-13 PNS 2026. Gaji ke-13 2026. Gaji 13 2026. Gaji 13 PNS 2026.(SHUTTERSTOCK/WIBISONO.ARI)
17:42
22 Mei 2026

WFH ASN Setiap Jumat Dinilai Mampu Mengurai Mobilitas di Kota Besar

- Pakar kebijakan publik dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Agustinus Subarsono melihat bahwa kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) setiap Jumat bagi aparatur sipil negara berhasil mengurai mobilitas di kota-kota besar.

Menurutnya, itu merupakan salah satu dampak positif yang sudah terlihat dari kebijakan yang bertujuan untuk efisiensi energi tersebut.

"Di kota-kota besar seperti Jakarta, Medan, Surabaya, Bandung, Makassar dan Semarang, WFH akan terasa mengurangi kepadatan mobilitas penduduk," ujar Agustinus kepada Kompas.com, Jumat (22/5/2026).

Baca juga: Menko Airlangga: Kebijakan WFH ASN Dilanjutkan 2 Bulan ke Depan

Namun, ia mengingatkan bahwa pelayanan publik jangan sampai dilupakan di tengah penerapan kebijakan WFH ASN.

Standar operasional prosedur (SOP) para ASN selama WFH, kata Agustinus, perlu diperhatikan agar pelayanan publik tidak dikorbankan.

"Yang menjadi pertanyaan publik termasuk saya adalah apakah tiap daerah atau instansi pemerintah sudah memiliki SOP yang mengatur mekanisme kerja WFH," ujar Agustinus.

Ia menekankan, efektivitas WFH harus dilihat dari berjalan atau tidaknya pelayanan para ASN kepada masyarakat.

Baca juga: WFH ASN Tiap Jumat, Pengawasan Atasan Jadi Kunci Keberhasilan Output

Sebab, kebijakan WFH di instansi pemerintah juga berpotensi menurunkan kepuasan layanan publik apabila tidak diatur dengan baik.

"Ketika WFH di hari Jumat di instansi pemerintah diperpanjang, kemungkinan bisa mengurangi tingkat kepuasan layanan masyarakat, karena jumlah ASN sebagai provider yang melayani berkurang sehingga antrean akan menjadi lebih panjang," ujar Agustinus.

WFH ASN Setiap Jumat Diperpanjang

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kebijakan WFH bagi ASN dan swasta akan dilanjutkan untuk dua bulan ke depan. Alasan kebijakan ini dilanjutkan karena situasi geopolitik dunia masih bergejolak.

"Di mana perang belum berakhir, maka juga akan dilanjutkan work from home untuk dua bulan ke depan," kata Airlangga usai rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana, Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Baca juga: WFH ASN Tiap Jumat, Bagaimana Atasan Mengawasi Pegawai yang Bekerja dari Rumah?

Kebijakan WFH bagi ASN sendiri dimulai pertama kali pada Jumat (10/4/2026), yang merupakan kebijakan dibuat pemerintah untuk mengurangi penggunaan energi usai konflik di Timur Tengah.

WFH menjadi bagian dari langkah adaptif menghadapi dinamika global. Pemerintah juga mendorong perubahan pola kerja yang lebih efisien dan berbasis digital.

"Keseluruhan kebijakan ini merupakan bagian dari transformasi struktural menuju ekonomi yang lebih efisien, produktif, dan berdaya tahan," ujar Airlangga dalam konferensi pers daring, Selasa (31/3/2026).

Baca juga: Ironi WFH ASN Tiap Jumat: Macet Tak Berkurang, Pembeli Malah Hilang

Kebijakan kerja empat hari dalam seminggu juga sudah pernah diterapkan di sejumlah kementerian/lembaga pada masa pandemi Covid-19 lalu.

Airlangga pun menegaskan bahwa pelayanan publik akan terus berjalan, serta kebijakan WFH setiap hari Jumat tidak bersifat permanen dan akan dievaluasi secara berkala.

"Pelayanan publik tetap berjalan dan kegiatan produktif termasuk perbankan, pasar modal, dan yang lain tetap berjalan. Itu dipersilakan yang di kantornya mengatur dengan aplikasi tertentu," kata Airlangga.

Tag:  #setiap #jumat #dinilai #mampu #mengurai #mobilitas #kota #besar

KOMENTAR