IHSG Melonjak 2,34 Persen, Asing Borong Saham BBCA, BBRI, dan EMAS
- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat saat penutupan perdagangan Selasa (14/4/2026). Kenaikan itu menarik karena terjadi di tengah aksi jual bersih (net sell) investor asing yang masih berlangsung, meski dalam jumlah relatif terbatas.
Investor asing mencatatkan net sell atau jual bersih sebesar Rp 30,74 miliar di seluruh pasar.
Namun, jika ditelisik lebih dalam, investor asing justru membukukan beli bersih atau net buy di pasar reguler senilai Rp 48,09 miliar, serta net buy di pasar negosiasi Rp 17,35 miliar.
Saham-saham perbankan masih menjadi incaran utama investor asing.
Baca juga: BRI (BBRI) Bagi Dividen Rp 52,1 T, Investor Terima Rp 346 per Saham
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan net buy terbesar dengan nominal Rp 160,7 miliar, diikuti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 105,5 miliar, serta PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) senilai Rp77,9 miliar.
Saham BBCA ditutup menguat ke level 6.750 atau naik 2,66 persen.
Sepanjang sesi, pergerakan cenderung sideways dengan kecenderungan menguat di akhir perdagangan.
Saham BBRI naik 2,67 persen ke posisi 3.460.
Pergerakan intraday menunjukkan pola konsolidasi setelah sempat menguat ke area 3.490, sebelum akhirnya stabil di kisaran 3.460.
Sementara itu, saham EMAS tampil lebih agresif dengan kenaikan 3,45 persen ke level 8.250.
Setelah sempat terkoreksi ke area 7.900, saham ini berbalik arah dan menguat signifikan hingga menyentuh 8.300, sebelum konsolidasi.
Di sisi lain, tekanan jual asing paling besar terjadi pada saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang mencatatkan net sell sebesar Rp 213,1 miliar.
Selain itu, PT Petrosea Tbk (PTRO) dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) juga mengalami net sell masing-masing Rp 142,2 miliar dan Rp 105,9 miliar.
Adapun, saham BRMS ditutup melemah ke level 860 atau turun 1,15 persen.
Sepanjang sesi, tekanan jual terlihat dominan setelah sempat berada di area 890–910.
Penurunan tajam di tengah sesi hingga ke angka 845 mengindikasikan adanya distribusi, sebelum akhirnya terjadi rebound terbatas menjelang penutupan.
Berbeda dengan BRMS, saham PTRO masih melanjutkan penguatan dengan kenaikan 10,83 persen ke posisi 6.650.
Meskipun sempat menyentuh level tertinggi di 6.800, pergerakan intraday menunjukkan fase konsolidasi setelah lonjakan awal.
Sedangkan saham BRPT naik paling agresif di antara ketiganya, melonjak 11,42 persen ke level 2.440.
Untuk diketahui, IHSG naik 175,76 poin atau 2,34 persen ke level 7.675,95.
Sejak dibuka di posisi 7.598,80, IHSG langsung melesat dan bergerak stabil di zona hijau sepanjang sesi.
Indeks sempat menyentuh level tertinggi harian di 7.686,35, sebelum akhirnya ditutup mendekati area puncak.
Sementara itu, level terendah di 7.592,74.
Dari sisi likuiditas, aktivitas perdagangan tergolong sangat tinggi.
Volume transaksi mencapai 53,31 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 24,85 triliun, serta frekuensi transaksi menembus 3,1 juta kali.
Kekuatan pasar juga terlihat dari breadth yang sangat positif, di mana sebanyak 548 saham menguat, jauh melampaui 151 saham yang melemah, dan 119 saham stagnan.
Baca juga: Pakai 5 Strategi Hijau, Emiten Farmasi Ini Raih Kinerja Signifikan pada 2025
Tag: #ihsg #melonjak #persen #asing #borong #saham #bbca #bbri #emas