Harga Minyak Dunia Naik Tipis, Pasar Pantau Negosiasi AS-Iran
Ilustrasi harga minyak(SHUTTERSTOCK/MASSIMO VERNICESOLE)
07:44
16 April 2026

Harga Minyak Dunia Naik Tipis, Pasar Pantau Negosiasi AS-Iran

- Harga minyak dunia naik tipis pada akhir perdagangan Rabu (15/4/2026) waktu setempat atau Kamis (16/4/2026) pagi WIB, seiring muncul harapan meredanya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Mengutip Reuters, harga minyak Brent naik tipis 14 sen atau 0,1 persen menjadi 94,93 dollar AS per barrel.

Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat 1 sen ke level 91,29 dollar AS per barrel.

Saat ini pasar energi masih dibayangi ketidakpastian pasokan, terutama akibat terbatasnya lalu lintas kapal di Selat Hormuz, jalur vital yang mengangkut sekitar 20 persen pengiriman minyak dan gas alam cair (LNG) global.

Baca juga: Wakil Ketua MPR Nilai Indonesia di Zona Aman Ketahanan Energi Imbas Pasokan Minyak Rusia

Namun sumber yang mengetahui pembicaraan di Teheran menyebut Iran mempertimbangkan untuk mengizinkan kapal melintas secara aman di Selat Hormuz melalui sisi Oman, sebagai bagian dari proposal dalam negosiasi dengan AS, dengan syarat tercapai kesepakatan untuk mencegah konflik kembali terjadi.

Sekitar 45 hari setelah Garda Revolusi Iran menyatakan selat tersebut ditutup, lalu lintas kapal masih jauh di bawah normal.

Sebelum konflik, lebih dari 130 kapal melintas setiap hari, namun kini hanya sebagian kecil yang beroperasi.

Analis senior Kpler, Johannes Rauball, mengatakan gangguan pasokan minyak dari Timur Tengah terus membesar.

"Total kehilangan pasokan minyak mentah dan kondensat dari Timur Tengah telah mencapai 496 juta barrel hingga saat ini," ujarnya.

Di sisi lain, militer AS juga memberlakukan blokade terhadap pengiriman dari pelabuhan Iran yang secara efektif menghentikan perdagangan masuk dan keluar negara tersebut.

"Data pelacakan terbaru menunjukkan jumlah kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz mulai meningkat, meski secara keseluruhan masih jauh di bawah tingkat normal," tulis Analis dari Gelber & Associates.

“Hasilnya adalah pasar yang tidak lagi memperhitungkan gangguan total, tetapi masih mempertahankan premi risiko karena pemulihan aliran terjadi secara bertahap, bukan langsung kembali normal," lanjut analis tersebut.

Dari sisi kebijakan, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan pemerintah tidak akan memperpanjang keringanan sanksi yang sebelumnya memungkinkan pembelian minyak Iran dan Rusia.

Sementara itu, para menteri keuangan dari hampir selusin negara yang dipimpin Inggris mendesak AS, Israel, dan Iran untuk sepenuhnya menjalankan gencatan senjata, serta memperingatkan dampak konflik terhadap ekonomi global.

Dana Moneter Internasional (IMF) pun memperkirakan sedikitnya belasan negara akan mengajukan program pinjaman baru untuk mengatasi lonjakan harga energi dan gangguan rantai pasok akibat konflik Timur Tengah.

Di kawasan Asia, Jepang mengumumkan akan menyiapkan skema pembiayaan sekitar 10 miliar dollar AS guna membantu negara-negara Asia mengamankan pasokan energi dan memperkuat cadangan.

Faktor lain yang juga menopang harga minyak adalah penurunan stok minyak mentah AS.

Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan persediaan minyak turun 0,9 juta barrel pada pekan yang berakhir 10 April, berbanding terbalik dengan ekspektasi analis yang memperkirakan kenaikan 0,15 juta barrel.

Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun ada harapan meredanya konflik geopolitik, pasar minyak global masih menghadapi tekanan dari sisi pasokan yang belum sepenuhnya pulih.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Turun Tajam, Pasar Bertaruh pada Negosiasi AS-Iran

Tag:  #harga #minyak #dunia #naik #tipis #pasar #pantau #negosiasi #iran

KOMENTAR