Grab Dampingi Driver Korban Pengeroyokan di Bandara Labuan Bajo
- Grab Indonesia merespons kasus penganiayaan terhadap mitra pengemudi ojek online di Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, Senin (13/4/2026).
Director of Grab Indonesia Richard Aditya menyatakan perusahaan memberikan perlindungan dan pendampingan kepada korban. Grab juga menegaskan tidak mentoleransi tindakan kekerasan.
“Grab Indonesia menyesalkan insiden yang menimpa salah satu Mitra Pengemudi kami di kawasan Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo,” kata Richard kepada Kompas.com, Kamis (16/4/2026).
“Kami sama sekali tidak menoleransi segala bentuk tindakan kekerasan,” ujarnya.
Baca juga: Kata Grab hingga Gojek soal Soal Krisis Ojol
Grab telah menerima laporan insiden tersebut. Perusahaan kini berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk mendukung proses investigasi.
“Grab telah menerima laporan insiden tersebut dan tengah berkoordinasi serta bekerja sama dengan pihak berwenang guna mendukung proses investigasi sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” jelasnya.
Perusahaan juga memberikan dukungan langsung kepada korban. Bantuan meliputi pendampingan hukum dan biaya pengobatan.
“Sebagai bentuk dukungan kepada Mitra Pengemudi terkait, Grab telah memberikan pendampingan hukum serta bantuan atas biaya pengobatan,” kata Richard.
Koordinasi dilakukan dengan pemerintah daerah, kepolisian, dan komunitas mitra di Labuan Bajo untuk menjaga kondisi tetap aman.
Grab menempatkan keselamatan mitra sebagai prioritas. Penguatan dilakukan melalui edukasi keselamatan dan fitur keamanan di aplikasi.
“Kami terus memperkuat pembekalan keselamatan, fitur keamanan di aplikasi, serta mekanisme pelaporan darurat yang dapat diakses secara cepat,” ujarnya.
Baca juga: Ada Kekerasan ke Ojol di Bandara Labuan Bajo, Platform Perkuat Perlindungan Mitra
Grab menyediakan layanan GrabSupport dan Grab Respon Cepat yang beroperasi 24 jam. Sistem ini terintegrasi dengan layanan Polisi 110 dan Super App Polri.
Perusahaan juga memperluas perlindungan sosial melalui program “Grab untuk Indonesia”. Program ini mencakup kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan, pelatihan melalui GrabAcademy, serta apresiasi bagi mitra.
“Ke depan, Grab Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat sistem perlindungan bagi Mitra Pengemudi agar mereka dapat beraktivitas dengan lebih aman dan percaya diri,” tegas Richard.
Sebelumnya, mitra pengemudi bernama Donatus Darso menjadi korban pengeroyokan saat menjemput turis asing di kawasan bandara.
Donatus menduga pelaku merupakan sopir di sekitar bandara. Ia menyebut jumlah pelaku sekitar tujuh hingga sembilan orang.
Ia mengaku mengalami pemukulan dan tendangan hingga terjatuh di jalan. Lehernya juga sempat dicekik hingga memerah.
"Saya dipukul dan saya ditendang, jatuh di tengah aspal, untung tidak ada mobil lewat," kata Donatus di Polres Manggarai Barat.
"Saya bangun dari aspal itu naik motor lagi dia pukul lagi saya," tegasnya.
Tag: #grab #dampingi #driver #korban #pengeroyokan #bandara #labuan #bajo