Kuartal I 2026, Penumpang KA Pariaman dan Subang Naik, Mobilitas Warga Makin Mudah
Ilustrasi penumpang kereta api.(DOK. KAI)
11:16
20 April 2026

Kuartal I 2026, Penumpang KA Pariaman dan Subang Naik, Mobilitas Warga Makin Mudah

— Peningkatan jumlah penumpang kereta api pada kuartal I 2026 menunjukkan akses transportasi yang semakin dekat dan memudahkan mobilitas masyarakat di berbagai daerah.

Sepanjang kuartal I 2026, layanan KA Pariaman Ekspres mencatat jumlah penumpang sebanyak 382.748 orang, tumbuh 10,16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 347.459 pelanggan.

“Peningkatan ini mencerminkan mobilitas masyarakat yang semakin tinggi, sekaligus menunjukkan bahwa perjalanan jarak dekat kian menjadi bagian dari rutinitas harian maupun aktivitas akhir pekan,” kata Vice President Public Relations KAI Anne Purba dalam keterangan resmi, Minggu (19/4/2026).

Layanan KA Pariaman Ekspres melayani rute Pauh Lima–Padang–Naras dengan perjalanan pulang pergi sejauh kurang lebih 75 kilometer. Sejak diberlakukannya Gapeka 2025, frekuensi operasional ditingkatkan menjadi lima perjalanan pulang pergi setiap hari.

“Dengan tarif yang terjangkau sebesar Rp 5.000, layanan ini menjadi alternatif transportasi yang praktis dan ekonomis, baik untuk kebutuhan harian maupun perjalanan rekreasi,” lanjut Anne.

Baca juga: Wisman Naik Kereta Api Tembus 129.105 di Kuartal I 2026, Tertinggi dalam 5 Tahun

Perjalanan dimulai dari Pauh Lima menuju pusat Kota Padang, lalu berlanjut ke wilayah pesisir hingga Naras di Kota Pariaman, dengan sejumlah pemberhentian seperti Alai, Air Tawar, Tabing, hingga Lubuk Alung.

Di sepanjang perjalanan, jalur kereta api berjalan beriringan dengan kawasan pesisir. Penumpang dapat menikmati pemandangan laut lepas, deretan pohon kelapa, hingga aktivitas masyarakat di sepanjang pantai, terutama saat mendekati wilayah Pariaman.

Setibanya di Pariaman, Pantai Gandoriah yang berada tidak jauh dari stasiun menjadi salah satu tujuan favorit. Pengunjung dapat berjalan santai di tepi pantai, menikmati kuliner khas seperti sala lauak, hingga menghabiskan waktu bersama keluarga.

“KA Pariaman Ekspres menjadi bagian dari perjalanan masyarakat, baik untuk aktivitas rutin maupun saat ingin menikmati waktu di akhir pekan,” ujar Anne.

“Perjalanan yang singkat ini menghadirkan pengalaman yang berbeda di setiap rutenya.”

Anne menambahkan, KAI terus melakukan evaluasi layanan dengan mendengarkan masukan pelanggan serta menyesuaikan dengan kebutuhan perjalanan saat ini.

“Bagi masyarakat yang ingin mengisi akhir pekan dengan cara yang sederhana, perjalanan ini bisa menjadi pilihan,” tutup Anne.

“Dari kota menuju pesisir, perjalanan terasa ringkas, dengan pengalaman yang tetap berkesan.”

Baca juga: Dukung Industri Dalam Negeri, KAI Hadirkan Layanan Gerbong Datar dari Banyuwangi ke Sumatera Selatan 

Akses Lokal Kian Dekat

Di sisi lain, peningkatan mobilitas juga terlihat di Stasiun Pegaden Baru, Kabupaten Subang. Pada periode Januari–Maret 2022, jumlah pelanggan yang berangkat tercatat sebanyak 3.252 orang.

Angka tersebut meningkat menjadi 8.488 pelanggan pada 2023, lalu 12.430 pada 2024, 12.847 pada 2025, dan mencapai 16.110 pelanggan pada kuartal I 2026.

“Kenaikan serupa juga terlihat pada jumlah pelanggan yang turun di stasiun tersebut,” ujar Anne.

“Dari 3.146 orang pada 2022, jumlahnya melonjak menjadi 8.422 pada 2023, lalu 12.612 pada 2024, meningkat menjadi 14.142 pada 2025, dan kembali bertambah hingga 16.063 pelanggan pada kuartal I 2026.”

Anne menjelaskan, Stasiun Pegaden Baru sempat tidak melayani naik turun penumpang kereta api jarak jauh, namun kini kembali menjadi bagian dari aktivitas warga.

“Kami melihat antusiasme masyarakat yang terus tumbuh,” ujar Anne.

“Pegaden Baru kembali digunakan sebagai titik keberangkatan dan kedatangan, seiring kebutuhan perjalanan yang semakin beragam.”

Akses yang semakin dekat mengubah cara masyarakat merencanakan perjalanan. Warga yang sebelumnya harus menuju Stasiun Haurgeulis atau Kota Bandung kini memiliki titik keberangkatan yang lebih dekat dari wilayahnya sendiri.

Baca juga: Kemenhub Percepat Pembangunan Akses Jalan Stasiun Kereta Cepat Karawang

Konektivitas Buka Pilihan Perjalanan

Saat ini, Stasiun Pegaden Baru melayani berbagai kereta api jarak jauh, di antaranya KA Gunungjati, KA Dharmawangsa Ekspres, KA Bengawan, KA Airlangga, KA Gaya Baru Malam Selatan, KA Matarmaja, KA Bangunkarta, KA Brantas, hingga KA Tawang Jaya Premium.

“Perjalanan dengan kereta api kini semakin mudah dijangkau,” kata Anne.

“Masyarakat dapat menyesuaikan rencana perjalanannya, baik untuk aktivitas rutin maupun momen di akhir pekan.”

Sebagai satu-satunya stasiun yang melayani naik turun penumpang di Kabupaten Subang, keberadaan Pegaden Baru menjadi semakin relevan di tengah luas wilayah yang mencapai 2.051,76 kilometer persegi.

Konektivitas ini juga membuka akses ke berbagai potensi daerah, mulai dari kawasan pegunungan di Sari Ater hingga wilayah pesisir seperti Pantai Pondok Bali.

Dalam konteks yang lebih luas, keberadaan Pelabuhan Patimban turut memperkuat peran Subang sebagai wilayah yang terus berkembang, dengan pergerakan orang dan aktivitas ekonomi yang saling terhubung.

“Masukan dari pelanggan menjadi bagian penting dalam pengembangan layanan kami,” ujar Anne.

“Dengan konektivitas yang semakin luas, perjalanan dapat direncanakan dengan lebih mudah dan menjadi bagian dari aktivitas masyarakat di berbagai wilayah,” tegasnya.

Tag:  #kuartal #2026 #penumpang #pariaman #subang #naik #mobilitas #warga #makin #mudah

KOMENTAR