BPOM Antisipasi Kenaikan Harga Obat Akibat Konflik di Selat Hormuz
Ilustrasi obat. BPOM Temukan 24 Obat Herbal-Kopi Mengandung Bahan Kimia yang Bisa Memicu Masalah Jantung, Ini DaftarnyaKonsumsi Magnesium Bikin Tidur Nyenyak tapi Mimpi Aneh, Kenapa?(canva.com)
13:16
20 April 2026

BPOM Antisipasi Kenaikan Harga Obat Akibat Konflik di Selat Hormuz

- Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Taruna Ikrar menjelaskan jika pihaknya sudah mengantisipasi kenaikan harga obat-obatan imbas konflik di Selat Hormuz.

Peningkatan biaya produksi dan tersendatnya pengiriman disertai naiknya harga minyak dunia berpengaruh pada distribusi obat-obatan.

BPOM memitigasi dengan melakukan pengawasan berasis teknologi, optimalisasi kapasitas produksi obat, hingga turut serta mendampingi industri obat dalam negeri ketika masa darurat terjadi.

Baca juga: Geopolitik Ganggu Rantai Pasok Farmasi, Kepala BPOM Dorong Kemandirian Industri Obat Nasional

"Harapan kami mudah-mudahan langkah cepat Badan POM ini bisa mengawal supaya tidak terjadi kelangkaan obat dan juga tidak terjadi peningkatan harga obat yang signifikan," jelas Ikrar di Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI dikutip dari Kompas.com, Senin (20/4/2026).

BPOM bersama lembaga terkait berkolaborasi untuk memastikan ketersediaan dan harga obat-obatan di dalam negeri stabil.

Ketahanan kesehatan nasional menjadi misi yang harus dicapai BPOM.

"Melalui kolaborasi strategi lintas sektoral untuk memitigasi risiko dan menjaga ketahanan kesehatan nasional," ucapnya.

Baca juga: BPOM Rilis Daftar 24 Jenis Obat Ilegal yang Berbahaya Bagi Masyarakat

Penutupan Selat Hormuz

Tidak bisanya kapal melewati Selat Hormuz membuat kenaikah harga minyak dunia mempengaruhi distribus obat-obatan.

Meski Iran tak memproduksi obat-obatan dalam sekala besar, namun bahan baku pembuatan bahan aktif farmasi (active pharmaceutical ingredients/API) menggunakan prekursor petrokimia yang suplainya harus melewati Selat Hormuz.

Baca juga: BPOM Sebut Label Pangan Tinggi Gula Wajib untuk Semua, Termasuk UMKM

"Kekurangan yang memengaruhi obat-obatan itu sendiri, bukan kemasannya, disebabkan oleh keterlambatan dalam pengiriman prekursor petrokimia yang digunakan untuk memproduksi bahan aktif farmasi (API), dan dalam beberapa kasus oleh penghentian produksi sepenuhnya," jelas Direktur Manajemen Risiko Rantai Pasokan Moody's, David Weeks dikutip dari The Guardian (2/4/2026).

Saat ini, Iran mengancam akan menutup Selat Hormuz apabila Amerika Serikat (AS) melanggar kesepakatan gencatan senjata.

Iran masih keberatan dengan blokade laut yang dilakukan AS di sana.

Baca juga: Sido Muncul Raih Penghargaan “Penjaga Marwah Jamu Aman Nasional” dari BPOM

Blokade laut AS menyebabkan 23 kapal niaga tak bisa melewati Selat Hormuz. Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) menilai hal ini merupakan pelanggaran gencatan senjata.

Di samping itu, AS memberikan proposal baru mengenai pengakhiran perang dan SNSC sudah menerimanya.

"Kami sedang melakukan percakapan yang sangat baik. Semuanya berjalan dengan sangat baik," kata Trump dikutip dari BBC, Minggu (19/4/2026).

Baca juga: Dugaan Penyalahgunaan Gas Ketawa, Kemendag Koordinasi dengan BPOM

Artikel ini pernah tayang di Kompas.com dengan judul "Langkah BPOM Tekan Kenaikan Harga Obat di Tengah Perang Iran vs AS-Israel"

Tag:  #bpom #antisipasi #kenaikan #harga #obat #akibat #konflik #selat #hormuz

KOMENTAR