Harga Sapi Australia Melonjak, Daging di Jabodetabek Bisa Naik
Ilustrasi daging sapi(Kompas.com)
20:24
20 April 2026

Harga Sapi Australia Melonjak, Daging di Jabodetabek Bisa Naik

- Harga sapi hidup dari Australia untuk jantan dan betina mengalami kenaikan yang cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan, Kementerian Pertanian (Kementan) Makmun, mengatakan kenaikan harga sapi impor itu perlu diperhatikan.

“Ini menjadi warning juga buat kita semua. Harga karena harga sapi di Australia itu sudah naik, Pak,” kata Makmun dalam Rapat Koordinasi Inflasi yang digelar secara virtual, Senin. (20/4/2026).

Makmun menuturkan, harga daging sapi bakalan jantan sudah mencapai 4,56 dollar Amerika Serikat (AS) per kilogram.

Baca juga: Harga Daging Naik di Sejumlah Daerah, Pasokan Jadi Sorotan

Sementara, jika dibuat rata-rata harganya di angka 4,32 dollar AS per kilogram.

Pihaknya menghitung, jika ditambah asuransi perjalanan hingga tindakan karantina di Indonesia harga sapi bakalan betina dari Australia mencapai Rp 77.177 per kilogram.

Sementara, sapi bakalan betina di angka Rp 86.139 per kilogram.

“Sementara HAP (Harga Acuan Penjualan) kita maksimalnya Rp 58.000 per kilo berat hidup,” ujar Makmun.

Menurutnya, kondisi ini membuat tata kelola harga daging sapi menjadi tampak rumit karena pemerintah telah menetapkan harga jual maksimal di tingkat produsen.

Makmun berharap, Badan Pangan Nasional (Bapanas) bisa membahas persoalan ini agar daging dalam negeri disesuaikan dengan harga dari supplier.

Ia menyebut, kenaikan harga daging sapi hidup dari Australia itu bakal berdampak pada harga daging sapi di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) yang mengandalkan sapi impor.

“Ini akan-pasti akan mengalami lonjakan begitu Pak dari potret pembelian teman-teman yang ada,” tutur Makmun.

Oleh karena itu, Makmun telah meminta Bapanas untuk merevisi HAP daging sapi di tingkat produsen sudah Rp 58.000 per kilogram.

Tujuannya, agar kenaikan harga di pasar Jabodetabek imbas kenaikan harga di Australia tidak dipersoalkan Satgas Pangan Polri.

Sebab, harga beli sapi hidup itu sudah terbilang tinggi.

Di sisi lain, Makmun juga mengatakan pihaknya berupaya agar para pengusaha daging sapi tetap mengimpor guna memenuhi ketersediaan stok.

“Kalau kita tekan khawatirnya mereka tidak belanja Pak, nanti malah kita kekurangan stok,” kata Makmun.

“Nah ini lebih- lebih berbahaya lagi kalau kemudian stoknya tidak ada karena mereka ditekan harus menjual dengan harga HAP yang ada saat ini,” tambahnya.

Baca juga: Amran Sebut Distributor Jadi Biangkerok Daging Sapi-Ayam Mahal

Tag:  #harga #sapi #australia #melonjak #daging #jabodetabek #bisa #naik

KOMENTAR