Pigai: Mau TNI, OPM, KKB, Masyarakat, Sama-sama Duduk Bareng Ciptakan Papua Damai
- Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, mengajak seluruh pihak, termasuk TNI, kelompok bersenjata seperti Organisasi Papua Merdeka (OPM), hingga masyarakat Papua, untuk bersatu menciptakan perdamaian di tanah Papua.
Pernyataan itu disampaikan Pigai merespons sejumlah peristiwa kekerasan yang terjadi di Papua dalam beberapa waktu terakhir, terkini baku tembak di Kembru di Kabupaten Puncak.
Baca juga: Baku Tembak di Papua Tengah, Pigai: Rakyat Sudah Tahu Pelakunya, Jangan Disembunyikan
Pigai menegaskan, upaya menciptakan Papua yang damai bukan merupakan tanggung jawab satu institusi atau kementerian semata, melainkan kebijakan besar negara yang harus diputuskan bersama oleh seluruh pemangku kepentingan.
“Jangan kepala batu. Sama, duduk bareng bicarakan menciptakan tanah Papua damai. Semua, semua komunitas mau tentara, mau OPM, KKB mau masyarakat Papua satu bersatu sama-sama menciptakan tanah Papua damai. Itu pandangan saya," kata Pigai dalam konferensi pers di Kantor Kementerian HAM, Jakarta, Senin (20/4/2026).
Baca juga: Menteri HAM: 15 Orang Tewas dalam Serangan di Puncak Papua
Pigai mengatakan, penyelesaian konflik Papua secara menyeluruh membutuhkan keputusan politik yang melibatkan banyak pihak, termasuk pemerintah, parlemen, partai politik, serta tokoh-tokoh nasional.
Dirinya juga menolak anggapan bahwa penyelesaian konflik dapat dibebankan kepada satu pihak tertentu, baik eksekutif, legislatif, yudikatif, maupun aparat keamanan seperti TNI dan Polri.
"Jadi jangan salahkan satu orang, satu kelompok apakah eksekutif sendiri, yudikatif, legislatif, atau juga TNI Polri sendiri, atau juga partai politik," ujar dia.
Baca juga: Gibran Cek Rusun ASN di Papua Tengah: Jangan Terima kalau Ada Cacat Desain
Sebelumnya, dalam kesempatan yang sama, Pigai mengungkapkan sebanyak 15 warga sipil tewas dalam serangan yang terjadi di Kampung Kembru, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, pada 14 April 2026.
Pemerintah menjadikan peristiwa ini sebagai atensi serius karena dinilai berpotensi mengganggu stabilitas nasional.
“Kami dapatkan 15 orang meninggal dunia akibat serangan di Kembru. 15 orang meninggal dunia serangan di Kembru tersebut," ungkap Pigai.
Baca juga: Longsor di Jalan Trans Papua, Akses Jayapura-Wamena Lumpuh Total
Selain itu, lanjut Pigai, terdapat tujuh warga mengalami luka-luka.
Menurut dia, Kementerian HAM telah mengikuti perkembangan kasus ini secara hati-hati dengan mengumpulkan informasi dari pemerintah daerah hingga berbagai sumber lainnya.
Ia menegaskan, peristiwa tersebut tidak boleh dibiarkan tanpa kejelasan hukum karena dapat menjadi “bom waktu” yang mengancam integritas negara.
"Apapun peristiwa yang bisa memicu munculnya bom waktu yang meledak, itu tidak boleh, kerannya tidak boleh dimatikan, harus dibuka. Karena di situlah menjadi mendapatkan keadilan bagi mereka yang korban," kata dia.
Tag: #pigai #masyarakat #sama #sama #duduk #bareng #ciptakan #papua #damai