IHSG Dibuka Melemah ke 7.551, Investor Cermati Arah Suku Bunga
Karyawan mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (28/1/2026). (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)
09:40
22 April 2026

IHSG Dibuka Melemah ke 7.551, Investor Cermati Arah Suku Bunga

– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Rabu (22/4/2026). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal sesi, IHSG terkoreksi 8,24 poin atau 0,11 persen ke level 7.551,14 pada pukul 09.03 WIB.

IHSG dibuka di zona merah dan melanjutkan tren pelemahan dalam tiga hari terakhir. Posisi ini lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya di level 7.559,38.

Aktivitas perdagangan terpantau cukup aktif pada awal sesi. Volume perdagangan mencapai 2,33 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 907,30 miliar. Sebanyak 193 saham melemah, 287 saham menguat, dan 202 saham stagnan.

Baca juga: IHSG Menguat Terbatas? Ritel Bisa Cermati Saham BRPT, PTRO, hingga PANI

Pelemahan IHSG terutama dipicu oleh tekanan pada sejumlah sektor. Dari total 11 sektor di BEI, tiga sektor utama berada di zona merah, yakni infrastruktur, energi, dan keuangan. Sementara sektor lainnya masih mencatatkan penguatan.

Pelaku pasar pada perdagangan hari ini akan mencermati sejumlah sentimen, baik dari dalam negeri maupun global. Dari domestik, perhatian tertuju pada kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) serta dampak keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Sementara dari eksternal, pasar memantau perkembangan geopolitik dan kebijakan moneter Amerika Serikat (AS), termasuk hearing calon Chairman The Fed yang baru, Kevin Warsh.

Baca juga: MSCI Tunda Rebalancing Saham RI, Sinyal Pasar Modal Belum Kuat?

Presiden AS Donald Trump resmi memperpanjang gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran pada Selasa waktu setempat.

Ia menyatakan langkah tersebut diambil karena pemerintah Teheran dinilai sedang terpecah dan membutuhkan waktu tambahan untuk merumuskan proposal damai.

Trump juga menyebut perpanjangan gencatan senjata dilakukan atas permintaan pejabat Pakistan, dengan harapan membuka ruang kesepakatan antara kedua pihak. Meski demikian, militer AS tetap melanjutkan blokade terhadap pelabuhan Iran.

Di sisi lain, negosiator Iran dilaporkan menolak menghadiri perundingan dengan AS dan menyebut upaya tersebut sebagai “pemborosan waktu”, sebagaimana dilaporkan media pemerintah Iran.

Baca juga: Saham SSMS, EMAS, BNBR Diborong Asing di Tengah Pelemahan IHSG

Sementara itu, Analis memperkirakan IHSG berpeluang menguat terbatas pada perdagangan hari ini, setelah sebelumnya ditutup melemah 0,46 persen pada Selasa (21/4/2026).

Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, IHSG diproyeksikan bergerak dengan support di level 7.539 dan resistance di level 7.570.

“Untuk besok kami perkirakan pergerakan IHSG berpeluang menguat dengan support 7.539 dan resist 7.570,” ujar Herditya saat dihubungi Kompas.com, Selasa malam.

Ia menambahkan, pergerakan IHSG juga akan dipengaruhi rilis suku bunga acuan BI yang diperkirakan tetap berada di level 4,75 persen.

“Di mana besok akan ada rilis BI rate yang diperkirakan akan tetap dipertahankan pada level 4,75 persen,” paparnya.

Baca juga: MSCI Bekukan Rebalancing Saham RI, BBCA dan BBNI Dinilai Tetap Stabil

Kendati demikian, potensi koreksi masih membayangi pasar, terutama dipicu oleh sentimen global. Salah satunya terkait keputusan MSCI yang masih menangguhkan penilaian terhadap saham Indonesia.

“Koreksi IHSG dibebani oleh pengumuman MSCI yang tetap menangguhkan penilaian saham Indonesia serta adanya potensi keluarnya dua emiten berkapitalisasi besar,” beber Herditya.

Tag:  #ihsg #dibuka #melemah #7551 #investor #cermati #arah #suku #bunga

KOMENTAR