IHSG Dibuka Menguat 0,08 Persen ke Level 7.547 Pagi Ini
Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). IHSG hari ini.()
09:20
23 April 2026

IHSG Dibuka Menguat 0,08 Persen ke Level 7.547 Pagi Ini

– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tipis pada perdagangan Kamis (23/4/2026). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) sekitar pukul 09.08 WIB, IHSG naik 6,25 poin atau 0,08 persen ke level 7.547,86.

IHSG dibuka di level 7.564,42 atau naik dibandingkan penutupan sebelumnya di 7.541,61. Sepanjang sesi, indeks bergerak dalam rentang 7.540,57 sebagai level terendah dan 7.582,50 sebagai level tertinggi.

Sementara itu, indeks-indeks lainnya juga mencatatkan pergerakan beragam. LQ45 naik 0,19 poin atau 0,03 persen ke level 736,16, sedangkan Jakarta Islamic Index (JII) menguat 0,18 poin atau 0,03 persen ke 515,31.

Baca juga: Investor Ritel Wajib Tahu Kriteria Saham HSC, Apa.Saja?

Indeks Kompas100 terpantau stagnan di level 1.031,20. Adapun Indonesia Sharia Stock Index (ISSI) naik 0,36 poin atau 0,13 persen ke 273,73, IDX30 menguat 0,65 poin atau 0,16 persen ke 402,07, dan JII70 naik 0,19 poin atau 0,10 persen ke 197,20.

Dari sisi aktivitas perdagangan, pasar terpantau cukup aktif. Volume transaksi mencapai 4,722 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,71 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 286.1000 kali.

Kapitalisasi pasar tercatat berada di level Rp 13.479 triliun, mencerminkan nilai pasar saham domestik yang masih solid di tengah fluktuasi.

Analis memperkirakan IHSG hari ini bergerak terbatas di tengah sentimen global dan domestik yang masih membayangi pasar domestik.

Baca juga: Tanpa Rebalancing MSCI, Analis Soroti Peluang Saham Energi untuk Investor Ritel

Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memprediksi support indeks bergerak di rentang 7.525 dan resistance di 7.570.

Menurutnya, pelaku pasar masih mencermati perkembangan eksternal, khususnya terkait perpanjangan gencatan senjata oleh Amerika Serikat (AS) dan Iran yang dinilai menjadi faktor penahan arah pergerakan pasar dalam jangka pendek.

“Untuk besok (Kamis) kami perkirakan pergerakan IHSG masih cenderung volatile dengan support 7.525 dan resist 7.570. Kami perkirakan, investor masih mencermati akan gencatan senjata yg diperpanjang oleh AS,” ujar Herditya saat dihubungi Kompas.com, Rabu malam (22/4/2026).

Senada, Phintraco Sekuritas menilai dengan diperpanjangnya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran tanpa batas waktu menjadi sentimen yang ambigu.

Baca juga: Strategi Investor Ritel Saat IHSG Turun: Hindari Saham Ini, Pilih yang Likuid

Di satu sisi, langkah tersebut meredakan ketegangan geopolitik untuk sementara waktu. Namun di sisi lain, kondisi ini justru memperpanjang ketidakpastian arah konflik ke depan.

Selain itu, potensi penutupan Selat Hormuz yang berlarut-larut berisiko menjaga harga minyak mentah tetap tinggi dalam jangka waktu lebih lama.

Secara teknikal, IHSG belum mampu menembus MA5 di level 7.591, seiring dengan pergerakan histogram positif pada MACD yang terus mengecil, serta indikator stochastic RSI yang berada pada overbought area.

“Sehingga kami memperkirakan IHSG berpotensi konsolidasi pada rentang level 7.500-7.600 pada perdagangan hari Kamis (23/4/2026),” demikian ulasan Phintraco Sekuritas.

Baca juga: Saham SSMS, EMAS, BNBR Diborong Asing di Tengah Pelemahan IHSG

Dari dalam negeri, Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) di level 4,75 persen. Sementara itu, suku bunga deposit facility tetap di 3,75 persen dan lending facility di 5,5 persen.

Kebijakan ini dinilai konsisten dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang masih menghadapi tekanan akibat ketidakpastian global.

Di sisi lain, pertumbuhan kredit menunjukkan perbaikan, dengan realisasi sebesar 9,49 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) pada Maret 2026, meningkat dari 9,37 persen pada Februari 2026.

Tag:  #ihsg #dibuka #menguat #persen #level #7547 #pagi

KOMENTAR