Permainan Indah Persija Tak Bertuah, Mauricio Souza Gerah: Kami Harus Bisa Cetak Gol!
Mauricio Souza, pelatih utama skuad Persija Jakarta. (ligaindonesiabaru.com)
20:48
23 April 2026

Permainan Indah Persija Tak Bertuah, Mauricio Souza Gerah: Kami Harus Bisa Cetak Gol!

Persija Jakarta membuang peluang emas untuk memangkas jarak poin di papan atas klasemen setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan PSIM Yogyakarta pada pekan ke-29 BRI Super League 2025/2026.

Pelatih Mauricio Souza tampak sangat geram karena dominasi total Macan Kemayoran yang menghasilkan 25 tembakan justru gagal membuahkan kemenangan krusial di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali.

Hasil minor ini membuat ambisi tim Ibu Kota untuk terus menekan posisi Persib Bandung dan Borneo FC menjadi terhambat akibat buruknya efektivitas penyelesaian akhir dari para ujung tombak mereka.

Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza. (Dok. Persija)Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza. (Dok. Persija)

Kekecewaan Mauricio Souza memuncak saat melihat fakta statistik bahwa dari puluhan percobaan tersebut, sebanyak 10 tembakan tepat sasaran gagal dikonversi menjadi lebih dari satu gol.

"Kami tetap harus mampu mencetak gol. Percuma jika sudah banyak menekan pertahanan lawan, tetapi tidak berbuah gol. Sebagai pelatih, saya bisa mengontrol apa yang harus dilakukan di lapangan," kata Mauricio Souza, Kamis (23/4/2026).

Statistik Dominan Tanpa Insting Membunuh

Jalannya pertandingan sebenarnya menunjukkan superioritas Persija Jakarta, namun gawang mereka justru kebobolan lebih dulu melalui serangan balik cepat Ezequiel Vidal saat laga baru berjalan empat menit.

Sektor pertahanan Macan Kemayoran tampak belum siap mengantisipasi transisi cepat lawan yang langsung menghukum kelengahan Carlos Eduardo di bawah mistar gawang.

Skuad asuhan Mauricio Souza merespons ketertinggalan tersebut dengan bermain lebih sabar hingga akhirnya Allano Lima berhasil menyamakan kedudukan melalui titik putih pada menit ke-20.

Harapan untuk berbalik unggul sempat terbuka lebar ketika wasit kembali memberikan hadiah penalti sebelum turun minum, namun eksekusi Maxwell Souza justru melambung di atas mistar.

Kegagalan penalti kedua tersebut seolah menjadi awal dari rasa frustrasi Persija Jakarta yang terus menggempur pertahanan Laskar Mataram sepanjang sisa pertandingan.

Kesalahan Lini Tengah yang Berakibat Fatal

Memasuki babak kedua, serangan sporadis dari Gustavo Almeida, Jean Mota, hingga Bruno Tubarao silih berganti mengancam gawang PSIM Yogyakarta namun tidak ada yang membuahkan hasil.

Mauricio Souza menyoroti bahwa satu kesalahan koordinasi di lini tengah pada awal laga menjadi penyebab utama timnya harus bekerja ekstra keras sepanjang sisa waktu.

"Kami sudah membahas kualitas PSIM yang memiliki kemampuan teknis tinggi. Kami sempat melakukan satu kesalahan di lini tengah yang kemudian dimanfaatkan lawan untuk melancarkan serangan balik. Saya akui gol tersebut tentu merugikan bagi kami. Namun demikian, saya melihat tim mampu bangkit dengan baik," jelas pelatih asal Brasil tersebut.

Hasil imbang ini sekaligus menghentikan catatan positif dua kemenangan beruntun yang sebelumnya sempat dibukukan oleh Persija Jakarta dalam beberapa pekan terakhir.

Tim Ibu Kota juga gagal memanfaatkan momentum terpelesetnya Persib Bandung, sehingga jarak poin di klasemen sementara tetap tidak mengalami perubahan signifikan.

Ancaman Posisi di Papan Atas Klasemen

Kini Persija Jakarta masih tertahan di peringkat ketiga dengan koleksi 59 poin, terpaut empat angka dari Borneo FC dan enam angka dari sang pemuncak klasemen, Persib Bandung.

Macan Kemayoran kini dituntut untuk segera bangkit karena mereka akan kembali bermain sebagai tuan rumah saat menjamu Persis Solo pada Senin (27/4/2026) mendatang.

Meskipun kecewa dengan hasil akhir, Mauricio Souza menekankan bahwa tanggung jawab atas kegagalan meraih poin penuh harus dipikul secara kolektif oleh seluruh anggota tim.

"Saya selalu mengatakan bahwa kalau kalah itu tanggung jawab bersama, dan kalau menang juga kemenangan bersama," pungkas Mauricio Souza menutup evaluasinya.

Kondisi ini menjadi peringatan keras bagi barisan penyerang Persija untuk kembali menemukan ketajaman mereka demi menjaga peluang tetap berada dalam persaingan perebutan gelar juara.

Editor: Arief Apriadi

Tag:  #permainan #indah #persija #bertuah #mauricio #souza #gerah #kami #harus #bisa #cetak

KOMENTAR