Respons Presiden UEFA Usai Kekecewaan Barcelona dan Real Madrid soal Wasit Liga Champions
Kekecewaan terhadap kepemimpinan wasit di ajang Liga Champions (UEFA Cahampions League) 2025-2026 berujung pada komentar tajam.
Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, memberikan tanggapan tegas menyusul rentetan protes dari Barcelona dan Real Madrid yang tersingkir dari kompetisi.
Gelombang ketidakpuasan ini mencuat setelah dua raksasa Spanyol tersebut terdepak di babak perempat final Liga Champions 2025-2026.
Menanggapi hal tersebut, pihak UEFA menyoroti sikap klub yang dinilai hanya bersuara lantang saat merasa dirugikan oleh pengadil lapangan di ajang UEFA Champions League.
Langkah Barcelona terhenti di tangan sesama tim senegara, Atletico Madrid, sementara Real Madrid harus mengakui keunggulan Bayern Muenchen.
Baca juga: Bek Muda Real Sociedad Jadi Opsi Barcelona Jika Gagal Beli Bastoni
Kubu Blaugrana mempertanyakan sejumlah keputusan pada dua leg pertandingan kontra Atletico.
Pada pertemuan pertama, mereka memprotes ketiadaan penalti saat bek lawan, Marc Pubil, diduga menyentuh bola dengan tangan.
Selanjutnya, mereka juga mempermasalahkan kartu merah untuk Eric Garcia di leg penentuan tanpa ada sanksi setimpal bagi kubu lawan.
Di sisi lain, kubu Los Blancos turut meluapkan kekesalan terhadap kinerja wasit pada leg kedua melawan Bayern Muenchen.
Protes utama mereka berpusat pada keputusan pengusiran Eduardo Camavinga yang dianggap sangat merugikan tim.
Sindiran Menohok Ceferin
Aleksander Ceferin membeberkan bahwa tidak ada keluhan resmi yang masuk dari petinggi kedua klub secara langsung kepadanya.
Baca juga: Gelandang Barcelona Ungkap Kekecewaan Lamine Yamal Usai Roboh Lawan Celta Vigo
Ia juga membahas dinamika sepak bola Eropa dalam acara The Forum bersama Atlético dan Apollo, termasuk menyinggung wacana Super League.
Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, memberikan penghargaan Pelatih Wanita Terbaik UEFA kepada pelatih Timnas Inggris, Sarina Wiegman, di panggung usai drawing fase grup Liga Champions 2023-2024 di Grimaldi Forum, Monako, pada Kamis (31/8/2023).
“Monopoli UEFA? Itulah yang dikatakan beberapa orang," kata Ceferin dikutip dari Diario AS, Jumat (24/4/2026).
"Saya tidak tahu apakah persepsinya telah berubah, tetapi bersama-sama kita membentuk tim yang sangat baik."
"Semua orang—klub dan organisasi—bergerak ke arah yang sama. Format Liga Champions saat ini lebih menarik daripada format sebelumnya, menurut para penggemar,” lanjutnya.
Merespons protes soal kepemimpinan di lapangan, ia melontarkan pandangannya secara tajam.
“Para presiden tidak menghubungi saya untuk menyampaikan kritik, tetapi mereka menghubungi orang-orang saya di UEFA tentang wasit," tegas Alekasander Ceferin.
"Anehnya, tidak satu pun dari mereka yang memutuskan apakah penalti yang tidak adil diberikan kepada mereka, bukan kepada lawan."
Baca juga: Barcelona Tak Sendiri, Real Madrid Juga Berpotensi Pincang hingga Akhir Musim
"Terkadang saya bahkan tidak mengerti apa yang diputuskan wasit: apakah itu handball atau bukan," ungkap pria kelahiran Slovenia pada pada 13 Oktober 1967 itu.
"Tentu saja, ada kesalahan, tetapi di tingkat Eropa, saya rasa tidak terlalu banyak. Bagi kami, wasit di lapanganlah yang memutuskan. VAR hanya turun tangan jika ada kesalahan yang jelas."
"Dan intervensi harus cepat. Tidak ada satu yurisdiksi pun yang memastikan bahwa perwasitan sama di setiap negara,” pungkasnya.
Tag: #respons #presiden #uefa #usai #kekecewaan #barcelona #real #madrid #soal #wasit #liga #champions