Gen Z Dominasi Penggunaan Search, Google Tingkatkan Peran AI
- Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) mendorong perubahan besar dalam cara masyarakat menggunakan mesin pencari.
Google mencatat, generasi Z (Gen Z) kini menjadi kelompok pengguna Search paling aktif, sekaligus pendorong utama transformasi fungsi Search dari sekadar alat pencari informasi menjadi mitra cerdas yang interaktif.
Vice President Google Southeast Asia and South Asia Frontier, Sapna Chadha, menjelaskan bahwa, teknologi terbaru seperti Gemini 3.1, Search kini mampu memahami pertanyaan kompleks dan menghadirkan jawaban dalam format percakapan yang lebih natural.
Perubahan ini membuat pengalaman pengguna menjadi lebih intuitif, cepat, dan relevan dengan kebutuhan sehari-hari. peran Search telah berkembang signifikan seiring kemajuan AI.
“AI mengubah Search menjadi partner intelligent yang mampu berinteraksi dalam bentuk percakapan dan memberikan jawaban atas pertanyaan yang kompleks serta bernuansa,” ujar Sapna secara virtual, Kamis (23/4/2026).
Baca juga: Nasihat Investasi untuk Gen Z: Fokus Jangka Panjang, Bukan Sekadar Ikuti Tren
Menurutnya, transformasi ini sangat erat kaitannya dengan karakter Gen Z yang tumbuh di era digital dan AI. Mereka tidak lagi sekadar mengetik kata kunci, tetapi memanfaatkan Search untuk berbagai aktivitas, mulai dari riset, eksplorasi ide, hingga pengambilan keputusan.
“Search menjadi perpanjangan dari budaya Gen Z yang membantu mereka belajar, mengambil tindakan, dan mengeksplorasi dunia yang mereka cintai,” tambahnya.
Secara global, data Google menunjukkan bahwa pengguna berusia 18 hingga 24 tahun yang telah login melakukan pencarian harian lebih banyak dibandingkan kelompok usia lainnya.
Dengan lebih dari 5 triliun pencarian setiap tahun, Gen Z menjadi kontributor utama pertumbuhan penggunaan Search secara global.
Tren ini juga terlihat kuat di Asia Tenggara, wilayah dengan populasi muda yang sangat melek digital. Di Indonesia, sekitar 89 persen Gen Z menggunakan Search setiap hari. Sapna menilai bahwa karakter Gen Z di Asia Tenggara menjadikan Search sebagai alat penting dalam proses pengambilan keputusan.
“Asia Tenggara memiliki salah satu populasi termuda dan paling melek AI (AI-native) di dunia, yang mengandalkan Search untuk membuat pilihan yang lebih cerdas dan terencana,” jelasnya.
Di tengah maraknya informasi di media sosial, Search justru berperan sebagai sumber verifikasi. Gen Z kerap menggunakan platform ini untuk mengecek ulang tren yang mereka temukan, menelusuri reputasi merek, membaca ulasan, hingga membandingkan harga sebelum memutuskan pembelian.
Dia mengatakan, saat ini Search mampu melakukan lebih dari sekadar memberikan informasi. Di sisi lain, AI membuat Search semakin cerdas, memungkinkan interaksi dengan percakapan dalam berbagai format, serta memberikan jawaban atas pertanyaan yang kompleks dan bernuansa.
“Di Asia Tenggara, populasi muda sangat AI-native, ini menunjukkan pergeseran yang terasa nyata. Bagi generasi saat ini, Search telah menjadi teman setia,” ujar dia.
“Mereka berinteraksi lebih dalam, secara visual, dan melalui suara dibandingkan generasi sebelumnya. Baik untuk belajar, mengeksplorasi minat, maupun membuat keputusan dalam membeli sesuatu, mereka mengandalkan Search untuk membuat keputusan yang tepercaya,” lanjutnya.
Baca juga: Pendiri Google Larry Page Jadi Orang Terkaya Kedua di Dunia
Evolusi teknologi ubah perilaku pengguna
Di sisi lain, peran mesin pencari terus berevolusi seiring perkembangan teknologi dan perubahan perilaku pengguna. Google menyoroti bagaimana Gen Z kini tidak hanya menggunakan Search untuk mencari informasi, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup, minat, dan budaya digital mereka.
Sapna menjelaskan bahwa Search kini telah menjadi perpanjangan alami dari identitas dan ketertarikan Gen Z, termasuk dalam dunia fandom yang mereka gemari.
Ia menambahkan, Search bertransformasi menjadi “rumah digital” bagi Gen Z. Salah satu bentuknya adalah kehadiran fitur-fitur interaktif seperti Easter Eggs, yang menghadirkan pengalaman tersembunyi dan menyenangkan di dalam Search.
Mulai dari kuis trivia interaktif untuk ikon pop seperti Taylor Swift dan BTS, hingga fenomena budaya populer seperti BINI dan tren viral “Punch the Monkey”, Search hadir dengan pendekatan yang dekat dan relevan dengan bahasa Gen Z.
“Google mengubah rasa ingin tahu menjadi pengalaman yang mendalam melalui momen-momen tersembunyi di Search. Ini membuat pengguna merasa lebih terhubung dengan hal-hal yang mereka sukai,” jelasnya.
Search juga menjadi cerminan dinamika budaya Gen Z secara real-time melalui fitur Google Trends. Platform ini memungkinkan pengguna memahami percakapan yang sedang berkembang dan ikut terlibat secara lebih kontekstual.
“Apa yang dimulai dari tren digital bisa dengan cepat bertransformasi menjadi dampak nyata di dunia fisik. Inilah kekuatan Search dalam menghubungkan rasa ingin tahu dengan aksi,” tegas Sapna.
Tag: #dominasi #penggunaan #search #google #tingkatkan #peran