Sinergi DPRD dan Harita Group Dorong KIPP Kayong Utara Jadi Motor Ekonomi Baru Daerah
Kolaborasi antara DPRD Kabupaten Kayong Utara dan PT Dharma Inti Bersama, anak usaha Harita Group di Kabupaten Kayong Utara, semakin menguat seiring percepatan pembangunan kawasan industri strategis nasional.
Sinergi ini menjadi fondasi penting dalam memastikan proyek industri berjalan transparan, terarah, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Fokus utama kerja sama tersebut adalah pengembangan Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) yang dikelola oleh PT Dharma Inti Bersama, anak usaha Harita Group.
Kawasan ini dirancang sebagai pusat pengolahan dan pemurnian bauksit menjadi alumina dan aluminium yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Komitmen sinergi tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja LKPJ DPRD Kayong Utara yang turut dihadiri jajaran legislatif dan manajemen perusahaan, belum lama ini.
Forum ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat transparansi serta memastikan investasi memberikan manfaat ekonomi yang optimal.
Wakil Ketua Tim Pansus DPRD Kayong Utara, H. Alias, menekankan pentingnya keterbukaan informasi kepada publik.
“Kami meminta agar progres proyek disampaikan secara rutin sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang jelas dan transparan,” ujarnya.
Menurutnya, transparansi menjadi kunci untuk membangun kepercayaan publik sekaligus memastikan masyarakat dapat ikut mengawasi proyek strategis nasional tersebut.
Dampak Ekonomi Mulai Terlihat di Lapangan
Sejumlah anggota DPRD juga menilai bahwa meskipun proyek KIPP belum memasuki tahap produksi, dampaknya sudah mulai terasa di masyarakat.
Anggota DPRD, Abdul Rani, menyebut kontribusi perusahaan sudah hadir dalam bentuk nyata.
“Belum produksi, tetapi sudah memberikan kontribusi berupa lapangan pekerjaan, pelatihan keterampilan, hingga pemberdayaan masyarakat kepulauan,” katanya.
Sementara itu, anggota DPRD lainnya, Haripin, menegaskan dukungan penuh terhadap pembangunan KIPP sebagai bagian dari transformasi ekonomi daerah.
“Kami mendukung proses pembangunan dari awal hingga produksi. Harapannya berjalan lancar dan pada 2027 dapat memberikan kontribusi signifikan bagi daerah,” ujarnya.
Progres Pembangunan dan Efek Berganda Ekonomi
Rapat Kerja LKPJ DPRD dengan perwakilan PT DIB (Harita Group), belum lama ini. [SUARAKALBAR.CO.ID/ist]Perwakilan manajemen PT DIB menjelaskan bahwa pembangunan KIPP saat ini terus berjalan, termasuk infrastruktur utama seperti pembangkit listrik, pelabuhan, dan fasilitas pendukung lainnya. Operasional penuh kawasan ditargetkan dimulai pada 2028.
Lebih dari sekadar pembangunan fisik, kehadiran KIPP juga mulai menciptakan efek berganda (multiplier effect) di berbagai sektor ekonomi.
Aktivitas proyek meningkatkan perputaran uang di masyarakat, membuka peluang usaha baru, serta mendorong permintaan bahan baku dari desa-desa sekitar.
Selain itu, perusahaan juga menjalankan berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), mulai dari bantuan kebutuhan pokok, dukungan energi, hingga pembangunan infrastruktur dasar di wilayah sekitar kawasan industri.
Kontribusi fiskal juga mulai terlihat melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang menunjukkan tren positif dalam dua tahun terakhir, dengan potensi pertumbuhan lebih besar saat kawasan mulai beroperasi penuh.
Sinergi Tiga Pilar Pembangunan
Wakil Ketua DPRD Kayong Utara, Abdul Zamad, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan KIPP sangat bergantung pada kolaborasi tiga pilar Utama, yakni pemerintah, perusahaan, dan masyarakat.
“Keberhasilan pembangunan tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat,” tegasnya.
Percepatan pembangunan KIPP yang dikelola oleh PT Dharma Inti Bersama, anak usaha Harita Group, menunjukkan bahwa kolaborasi antara sektor publik dan swasta dapat menjadi katalis kuat bagi transformasi ekonomi daerah dari wilayah kepulauan menjadi pusat industri yang tumbuh berkelanjutan dan inklusif.
Tag: #sinergi #dprd #harita #group #dorong #kipp #kayong #utara #jadi #motor #ekonomi #baru #daerah