Dari Pesisir Jadi Pusat Industri, KIPP Harita Group Ubah Arah Ekonomi Kayong Utara
Ketua Pansus LKPJ Ishak ST, jajaran pimpinan DPRD Kayong Utara pada Rapat Kerja Panitia Khusus (Pansus) LKPJ Kepala Daerah Tahun 2027, dan direksi PT Dharma Inti Bersama, anak usaha Harita Group. (Ist)
12:09
24 April 2026

Dari Pesisir Jadi Pusat Industri, KIPP Harita Group Ubah Arah Ekonomi Kayong Utara

Transformasi ekonomi tengah berlangsung di wilayah pesisir Kabupaten Kayong Utara, dari aktivitas perikanan dan wilayah kepulauan kini mulai bergerak menuju pusat pertumbuhan industri baru berbasis hilirisasi sumber daya alam, berkat hadirnya Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) yang dikembangkan oleh PT Dharma Inti Bersama, anak usaha Harita Group.

Kawasan strategis nasional ini menjadi pusat pengolahan dan pemurnian bijih bauksit untuk menghasilkan alumina dan aluminium terintegrasi. Kehadiran KIPP kini mulai menggeser struktur ekonomi lokal, dari berbasis tradisional menuju industri bernilai tambah tinggi.

Ketua Pansus DPRD Kayong Utara, Ishak ST, menilai perubahan ini sebagai momentum penting bagi daerah.

“Kami melihat adanya perubahan signifikan. Kehadiran KIPP bukan hanya investasi, tetapi sudah menjadi penggerak ekonomi baru di Kayong Utara,” ujarnya dalam Rapat Kerja LKPJ, belum lama ini.

1.800 Warga Lokal Masuk Ekosistem Industri Baru

Salah satu dampak paling nyata dari transformasi ini adalah penyerapan tenaga kerja lokal. Saat ini, sekitar 1.800 warga telah terlibat langsung dalam aktivitas proyek, mulai dari konstruksi hingga operasional pendukung kawasan industri.

Menurut DPRD, hal ini menunjukkan bahwa industrialisasi tidak hanya terjadi di atas kertas, tetapi benar-benar menyentuh masyarakat di tingkat akar rumput.

Anggota DPRD Kayong Utara, Abdul Rani, menegaskan bahwa dampak ekonomi sudah terasa bahkan sebelum tahap produksi dimulai.

“Belum masuk tahap produksi, tetapi dampaknya sudah nyata. Ada lapangan pekerjaan, pelatihan keterampilan, hingga pemberdayaan masyarakat pesisir,” katanya.

Rapat Kerja LKPJ DPRD dengan perwakilan PT DIB (Harita Group), belum lama ini. [SUARAKALBAR.CO.ID/ist]Rapat Kerja LKPJ DPRD dengan perwakilan PT DIB (Harita Group), belum lama ini. [SUARAKALBAR.CO.ID/ist]

Dari Ekonomi Tradisional ke Industri Bernilai Tambah

KIPP yang berlokasi di Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, menjadi simbol perubahan struktur ekonomi daerah. Kawasan ini dirancang sebagai pusat industri smelter yang mendukung agenda hilirisasi nasional.

Perwakilan manajemen PT DIB menjelaskan bahwa pembangunan kawasan terus dipercepat, termasuk infrastruktur utama seperti pembangkit listrik, pelabuhan, dan fasilitas pendukung lainnya. Operasional penuh ditargetkan dimulai pada 2028.

Selain pembangunan fisik, kehadiran KIPP juga menciptakan efek berganda (multiplier effect). Aktivitas proyek mendorong tumbuhnya usaha lokal, peningkatan permintaan barang dan jasa, serta membuka peluang ekonomi baru di desa-desa sekitar.

Harapan Baru Ekonomi Daerah

DPRD Kayong Utara menilai transformasi ini sebagai awal dari perubahan besar struktur ekonomi daerah. Dengan dukungan investasi industri, Kayong Utara diharapkan tidak hanya bergantung pada sektor tradisional, tetapi juga memiliki basis industri yang kuat dan berkelanjutan.

Sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, masyarakat, dan dunia usaha menjadi kunci agar transformasi ini berjalan seimbang dan inklusif.

Wakil Ketua DPRD Kayong Utara, Abdul Zamad, menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak.

“Keberhasilan pembangunan KIPP sangat bergantung pada sinergi pemerintah, perusahaan, dan masyarakat. Ini yang akan menentukan masa depan ekonomi daerah,” tegasnya.

Transformasi dari wilayah pesisir menjadi pusat industri menunjukkan bahwa perubahan ekonomi bukan hanya tentang investasi, tetapi tentang bagaimana sebuah daerah membangun masa depan baru yang lebih produktif, inklusif, dan berkelanjutan, seperti KIPP yang dikembangkan oleh PT Dharma Inti Bersama, anak usaha Harita Group.

Editor: Dythia Novianty

Tag:  #dari #pesisir #jadi #pusat #industri #kipp #harita #group #ubah #arah #ekonomi #kayong #utara

KOMENTAR