Bank Sentral Inggris Peringatkan Risiko Koreksi Saham Global, Valuasi Dinilai Terlalu Tinggi
- Wakil Gubernur Bank of England Sarah Breeden memperingatkan potensi koreksi pasar saham global di tengah tingginya valuasi aset.
Harga aset saat ini dinilai belum mencerminkan berbagai tekanan ekonomi global yang terus meningkat.
“Ada banyak risiko di luar sana, namun harga aset berada pada titik tertinggi sepanjang masa. Kami memperkirakan akan ada penyesuaian pada suatu saat nanti,” kata Breeden seperti dilansir BBC, Jumat (24/4/2026).
Baca juga: IHSG Ambles 3,38 Persen ke 7.129, Saham Big Banks Kompak Tertekan
Pernyataan ini tergolong jarang disampaikan pejabat bank sentral. Biasanya, otoritas moneter menghindari komentar terbuka terkait potensi penurunan pasar.
Breeden tidak merinci waktu maupun skala koreksi. Ia menyoroti kemungkinan sejumlah risiko muncul secara bersamaan dan memperbesar dampak terhadap sistem keuangan.
“Hal yang benar-benar membuat saya terjaga di malam hari adalah kemungkinan sejumlah risiko yang terjadi bersamaan – guncangan makroekonomi besar, kepercayaan pada kredit swasta menurun, AI dan valuasi berisiko lainnya menyesuaikan diri – apa yang terjadi dalam lingkungan itu dan apakah kita siap menghadapinya?” ujarnya.
Dampak koreksi pasar berpotensi meluas. Nilai portofolio rumah tangga dapat turun sehingga konsumsi melemah. Perusahaan juga berisiko kesulitan mencari pendanaan dan menunda investasi. Kepercayaan bisnis ikut tertekan dan berdampak pada perekrutan tenaga kerja.
Kondisi ini terjadi saat pasar saham Amerika Serikat masih mencetak rekor. Kenaikan berlangsung di tengah peringatan Badan Energi Internasional atau International Energy Agency (IEA) terkait potensi guncangan energi global.
Sektor kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menjadi salah satu pendorong utama. Perusahaan teknologi menggelontorkan investasi ratusan miliar dollar AS untuk pengembangan infrastruktur AI.
Baca juga: Tokenized Stocks Buka Peluang Investasi Saham Global bagi Investor Ritel
Fenomena ini memicu perdebatan. Pendiri Microsoft Bill Gates menyebutnya sebagai “kegilaan”. Sejumlah pihak membandingkan situasi saat ini dengan gelembung dotcom pada akhir 1990-an.
Meski demikian, pandangan berbeda datang dari pelaku industri. CEO Nvidia Jensen Huang menepis kekhawatiran tersebut.
Selain AI, Breeden juga menyoroti pertumbuhan kredit swasta yang pesat. Sektor ini kini mengambil peran yang sebelumnya diisi oleh perbankan.
“Kredit swasta telah berkembang dari nol menjadi dua setengah triliun dolar dalam 15 hingga 20 tahun terakhir. Sistem ini belum diuji pada skala sebesar ini dengan tingkat kompleksitas dan keterkaitan yang dimilikinya dengan sistem keuangan lainnya,” katanya.
Risiko sistemik dinilai mulai muncul dari sektor tersebut. “Yang kami khawatirkan adalah krisis kredit swasta, bukan krisis kredit yang didorong oleh perbankan.”
Sejumlah dana kredit swasta mulai menunjukkan tekanan. Beberapa di antaranya membatasi penarikan dana investor setelah mencatat kerugian.
Breeden menegaskan fokus bank sentral terletak pada kesiapan sistem keuangan, bukan memprediksi arah pasar.
“Yang kami perhatikan adalah: bagaimana harga-harga itu bisa turun? Akankah ada penyesuaian tajam ke bawah? Dan jika ada penyesuaian seperti itu, bagaimana hal itu akan memengaruhi perekonomian? Saya tidak mengatakan itu akan terjadi hari ini, besok, atau dalam 12 bulan ke depan. Yang terpenting adalah memastikan bahwa jika itu terjadi, sistemnya tangguh,” ujarnya.
Direktur investasi AJ Bell, Russ Mould, menilai peringatan tersebut mencerminkan kekhawatiran yang sudah lama berkembang di pasar.
Meski demikian, pasar masih menunjukkan ketahanan.
“Itu menunjukkan bahwa investor tidak buta terhadap area masalah potensial, melainkan menyiratkan bahwa mereka nyaman dengan risikonya dan bahwa mereka percaya bahwa setiap masalah dapat diatasi,” sebut Mould.
Tag: #bank #sentral #inggris #peringatkan #risiko #koreksi #saham #global #valuasi #dinilai #terlalu #tinggi