PGEO Tebar Dividen Rp 49,44 Per Saham, Cek Jadwal Pembayarannya
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) ()
07:16
26 April 2026

PGEO Tebar Dividen Rp 49,44 Per Saham, Cek Jadwal Pembayarannya

– PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mengumumkan akan membagikan dividen tunai dari tahun buku 2025 setelah mendapat persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 21 April 2026.

Corporate Secretary PGEO Kitty Andhora dalam keterbukaan informasi menyebutkan, total dividen yang dibagikan mencapai 123,9 juta dollar AS atau setara Rp 49,4423 per saham.

Pembagian dividen tersebut didasarkan pada kinerja keuangan perseroan per 31 Desember 2025, dengan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar 137,7 juta dollar AS serta saldo laba ditahan sebesar 139 juta dollar AS.

Baca juga: Laba Pertamina Geothermal Energy (PGEO) Tembus 137 Juta Dollar AS, Sinyal Positif Energi Panas Bumi

Jadwal pembagian dividen PGEO

Berikut jadwal pembagian dividen tunai PGEO sebagaimana dikutip dari keterbukaan informasi BEI:

  • Cum dividen pasar reguler dan negosiasi: 30 April 2026
  • Ex dividen pasar reguler dan negosiasi: 4 Mei 2026
  • Cum dividen pasar tunai: 5 Mei 2026
  • Ex dividen pasar tunai: 6 Mei 2026
  • Recording date (DPS): 4 Mei 2026 pukul 16.00 WIB
  • Pembayaran dividen: 22 Mei 2026

Pada perdagangan Jumat (24/4/2026), saham PGEO ditutup melemah 2,44 persen atau turun 25 poin ke level Rp 1.000. Meski demikian, dalam satu tahun terakhir saham ini masih mencatat kenaikan sekitar 3,63 persen.

Baca juga: Ahmad Yani Ditunjuk Jadi Dirut Pertamina Geothermal Energy (PGEO)

Kinerja keuangan dan operasional PGEO

Sepanjang 2025, PGEO membukukan pendapatan sebesar 432,73 juta dollar AS dan laba bersih 137,67 juta dollar AS. EBITDA tercatat 330,35 juta dollar AS dengan margin 76,34 persen.

Dari sisi operasional, produksi listrik mencapai 5.095,48 gigawatt hour (GWh), meningkat 5,55 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah perseroan.

Peningkatan produksi tersebut antara lain didorong oleh beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 2 yang menambah kapasitas terpasang perusahaan.

Prospek dan tantangan bisnis panas bumi

Pengamat energi sekaligus Member of the Supervisory Board Rumah Energi, Elrika Hamdi, menilai capaian kinerja PGEO memperkuat peran energi panas bumi dalam transisi energi nasional.

“Kalau melihat rencana transisi energi Indonesia ke depan, bisnis PGEO memiliki potensi tinggi untuk berkembang karena masih ada sejumlah lapangan panas bumi yang sedang dieksplorasi yang kemudian dapat dieksploitasi, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi investor,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (24/4/2026).

Baca juga: PGE Mulai Jalankan Proyek PLTP Lumut Balai Unit 3

Menurut dia, energi panas bumi memiliki keunggulan karena bersifat stabil dengan capacity factor yang dapat mencapai sekitar 90 persen dan mampu beroperasi sepanjang waktu.

Namun, ia mengingatkan pengembangan panas bumi menghadapi tantangan pada tahap awal, terutama proses identifikasi dan eksplorasi yang memerlukan waktu panjang serta risiko tinggi.

“Kalau sudah beroperasi, pembangkit listrik panas bumi umumnya kinerjanya baik dan menguntungkan. Namun, tantangan utama justru berada pada proses awal identifikasi hingga ke eksplorasi, yang memerlukan waktu cukup panjang dan penuh risiko,” kata dia.

Di sisi lain, kinerja yang stabil dinilai menjadi sinyal positif bagi pasar dan berpotensi mendorong investasi baru di sektor energi panas bumi yang membutuhkan komitmen jangka panjang.

Sejalan dengan itu, pemerintah melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) menargetkan porsi energi baru terbarukan mencapai 76 persen pada periode 2025–2034, dengan kontribusi panas bumi sebesar 5,2 gigawatt (GW).

Target tersebut juga mendukung komitmen penurunan emisi karbon Indonesia sebesar 31,89 persen pada 2030 sebagaimana tertuang dalam Enhanced Nationally Determined Contribution (ENDC) 2022.

Tag:  #pgeo #tebar #dividen #4944 #saham #jadwal #pembayarannya

KOMENTAR