CUAN dan WIFI Masuk LQ45, Analis Ungkap Rahasianya
Ilustrasi saham.(SHUTTERSTOCK/FEYLITE)
08:12
27 April 2026

CUAN dan WIFI Masuk LQ45, Analis Ungkap Rahasianya

- Lonjakan nilai transaksi mengantar saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) masuk ke indeks LQ45.

Indeks LQ45 merupakan indeks utama di Bursa Efek Indonesia (BEI). Indeks ini berisi 45 saham dengan likuiditas tinggi, kapitalisasi pasar besar, dan fundamental kuat.

Investment Specialist PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) Ahmad Faris Mu’tashim menilai, masuknya WIFI dan CUAN dipicu peningkatan likuiditas perdagangan.

“Masuknya WIFI dan CUAN ke LQ45, tentu berdasarkan likuiditas terkini yang naik jika dibandingkan rebalancing sebelumnya,” ujar Faris kepada Kompas.com, Minggu (26/4/2026).

Baca juga: BREN, CTRA, DSSA, NCKL Terdepak dari LQ45, Investor Ritel Disarankan Wait and See

Berdasarkan metodologi, WIFI mencatat rata-rata likuiditas Rp 67,5 triliun. CUAN mencapai Rp 93 triliun.

“Semisal WIFI rata-rata likuiditas berdasarkan metodologi yang ditentukan sebesar Rp 67,5 triliun, dan CUAN sebesar Rp 93 Triliun,” paparnya.

Proses seleksi dimulai dari sekitar 150 saham dengan nilai transaksi terbesar. Daftar ini disaring menjadi 80 saham dalam indeks IDX80.

Dari kelompok tersebut, dipilih 45 saham terbaik untuk masuk LQ45. Selanjutnya disaring lagi menjadi 30 saham unggulan dalam IDX30.

“Hal ini diambil berdasarkan universe 150 saham dengan transaksi terbesar lalu dikurasi sebanyak 80 untuk konstituen IDX80, kemudian 45 sebagai LQ45, dan dikurasi lagi 30 menjadi IDX30,” ujar Faris.

Masuknya CUAN dan WIFI mencerminkan pergeseran arah sektoral pasar. Faris melihat pasar masih bertumpu pada sektor komoditas.

Baca juga: LQ45 Dirombak, Saham DEWA, CUAN, HRTA, ESSA Berpotensi Melejit Diburu Dana Asing

Ia menilai inklusi saham baru mencerminkan arah bisnis satu hingga dua tahun ke depan. Sektor berbasis sumber daya alam masih dominan.

“Hal ini menggambarkan arah bisnis sektoral pada satu hingga dua tahun kedepan, karena jika menggunakan pendekatan makro, inklusi saham baru tidak jauh dari sektor komoditas,” lanjut dia.

Perombakan indeks LQ45 periode Mei hingga Juli 2026 diperkirakan memicu pergeseran aliran dana besar. Saham pendatang baru berpotensi menarik dana institusi global.

BEI memasukkan lima saham baru ke LQ45. Daftarnya meliputi CUAN, PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), serta WIFI.

Masuknya CUAN menambah daftar emiten milik Prajogo Pangestu. WIFI yang terafiliasi dengan Hashim Djojohadikusumo juga resmi masuk.

Sejumlah saham keluar dari indeks ini. Di antaranya PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), serta PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL).

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai, perubahan ini menunjukkan pengetatan aturan terhadap kepemilikan terkonsentrasi tinggi atau high shareholders concentration (HSC).

Menurut dia, masuknya CUAN terkait upaya peningkatan free float melalui aksi korporasi.

“Di sini kan Bursa Efek Indonesia mulai menerapkan sapu bersih terhadap kepemilikan terkonsentrasi tinggi. Jadi misalnya kalau CUAN ini kan kan sempat isu likuiditas. Maka dari itu, Prajogo Pangestu melakukan aksi korporasi untuk mengurangi porsi kepemilikannya,” ungkap Nafan.

“Jadi harus bisa melepas sebagian sahamnya ke publik. Jadi tujuan apa? Tujuan untuk meningkatkan free float. Terutama ini langkah strategis ini diharapkan bisa mampu membuat CUAN itu bisa lolos dari jangkauan kriteria high shareholders concentration,” lanjut dia.

Emiten yang keluar dari indeks dinilai memiliki kepemilikan lebih terkonsentrasi. Kondisi ini berbeda dengan saham yang masuk.

Masuknya CUAN juga dilihat sebagai bagian dari penyesuaian terhadap aturan free float. Langkah ini meningkatkan transparansi dan daya tarik saham.

Perubahan komposisi LQ45 juga mencerminkan pergeseran ke emiten dengan likuiditas lebih merata. Saham seperti DEWA dan ESSA memiliki aktivitas transaksi harian tinggi.

HRTA mencerminkan distribusi kepemilikan publik yang lebih luas. WIFI memiliki potensi di sektor digital, meski masih perlu penguatan fundamental.

Saham yang keluar dari LQ45 berpotensi mengalami tekanan jual. Tekanan datang dari investor pasif yang mengikuti indeks.

Sebaliknya, saham yang masuk diperkirakan mendapat aliran dana masuk.

“Kalau untuk inflow, dana yang masuk misalnya. Seperti WIFI, ESSA, HRTA, CUAN. Tentunya diharapkan akan dipertimbangkan bagi global funds atau institutional funds untuk akumulasi saham-saham tersebut,” kata Nafan.

Periode efektif dimulai awal Mei 2026. Pergerakan saham diperkirakan fluktuatif dalam jangka pendek.

Volatilitas muncul seiring penyesuaian portofolio investor. Peluang penguatan tetap terbuka jika sentimen likuiditas dan fundamental terjaga.

Investor ritel disarankan fokus pada analisis fundamental dan prospek bisnis emiten.

Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.

Tag:  #cuan #wifi #masuk #lq45 #analis #ungkap #rahasianya

KOMENTAR