Gandeng TikTok, Pop Mart Mau Kembangkan Komunitas Kolektor Boneka Karakter
Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Giring Ganesha(KOMPAS.COM /KIKI SAFITRI)
14:04
27 April 2026

Gandeng TikTok, Pop Mart Mau Kembangkan Komunitas Kolektor Boneka Karakter

– Brand mainan koleksi global Pop Mart memperkuat ekspansi pasar di Indonesia.

Perusahaan mengandalkan kolaborasi lintas sektor dan pengembangan intellectual property (IP) untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Country Head Pop Mart Indonesia Johan Sebastian menyebut kolaborasi menjadi kunci utama, terutama untuk menarik generasi muda.

“Kami sangat menyukai kolaborasi seperti ini. Di Pop Mart, selain Nyota, kami punya berbagai lokasi dengan basis penggemarnya masing-masing,” kata Johan dalam acara Kolaborasi TikTok LIVE bersama Pop Mart di Museum Nasional, Senin (27/4/2026).

Baca juga: Demam Labubu Mereda, Saham Pop Mart Tertekan 3 Pekan Terakhir

Ia menilai pendekatan ini sejalan dengan ekosistem kreator di platform digital.

“Ini mirip dengan TikTok yang memiliki banyak kreator dengan kreativitasnya masing-masing, sehingga sangat relevan dengan kami,” ujarnya.

Pop Mart mengembangkan berbagai karakter dengan pasar yang berbeda.

Setiap karakter dirancang untuk membangun kedekatan emosional dengan penggemar.

Kolaborasi dengan platform digital dinilai memperkuat interaksi dengan komunitas.

“Bekerja sama dengan TikTok sangat beneficial karena kami bisa lebih dekat dengan customer dan komunitasnya,” tambahnya.

Pop Mart juga menegaskan posisinya sebagai brand berbasis seni.

Kolaborasi dengan Museum Nasional Indonesia menjadi langkah untuk menggabungkan unsur kreatif dan budaya.

Johan menjelaskan, perusahaan berfokus menghadirkan collectible art yang lebih terjangkau.

Langkah ini membuka akses bagi penggemar untuk memiliki karya dengan nilai artistik.

“Kami menghadirkan collectible art yang bisa dijangkau oleh para fans. Setiap karakter punya cerita dan pesan yang sangat personal, bisa merepresentasikan berbagai emosi penggunanya,” jelasnya.

Baca juga: Kisah Kelam di Balik Boneka Labubu, Ada Dugaan Eksploitasi Pekerja

Kolaborasi dengan TikTok dan Museum Nasional juga mengangkat unsur budaya lokal.

Karakter Nyota menjadi medium untuk memperkenalkan budaya Indonesia ke audiens yang lebih luas.

“Harapan kami, kolaborasi ini bisa terus berlanjut dengan baik bersama TikTok Live maupun Museum Nasional Indonesia, untuk mengajak anak muda lebih memahami budaya Indonesia dan membawanya ke level global,” kata Johan.

TikTok Live bersama Pop Mart dan Museum Nasional akan menggelar pameran karakter Nyota.

Acara berlangsung pada 28-29 April 2026 di Museum Nasional.

Tag:  #gandeng #tiktok #mart #kembangkan #komunitas #kolektor #boneka #karakter

KOMENTAR