GoTo Akhirnya Cetak Laba Bersih, Tembus Rp 171 M di Kuartal I 2026
PT Gojek Tokopedia (GOTO)(DOKUMENTASI GOTO)
18:20
28 April 2026

GoTo Akhirnya Cetak Laba Bersih, Tembus Rp 171 M di Kuartal I 2026

- PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) membukukan laba bersih sebesar Rp 171 miliar pada kuartal I-2026.

Ini merupakan kali pertama emiten teknologi tersebut mencatatkan keuntungan setelah seluruh biaya dikurangkan dari pendapatan.

Direktur Utama GoTo, Hans Patuwo, mengatakan capaian itu menjadi tonggak penting bagi perusahaan setelah melalui periode transformasi bisnis.

Baca juga: GOTO Percepat Ekspansi Fintech, Analis Soroti Risiko Regulasi

Ilustrasi logo GoTo. SHUTTERSTOCK/WIRESTOCK CREATORS Ilustrasi logo GoTo.

Pencapaian laba bersih untuk pertama kalinya dalam sejarah GoTo ini menjadi momen penting bagi perseroan.

"Hal ini mencerminkan kerja keras tim selama bertahun-tahun dalam mendorong pertumbuhan pendapatan, mengelola biaya secara disiplin, dan menciptakan nilai nyata bagi pelanggan kami, konsumen, mitra pengemudi dan mitra usaha,” ujar Hans, Selasa (28/4/2026).

Pada tiga bulan pertama tahun ini, GoTo mencatat pendapatan bersih sebesar Rp 5,3 triliun, naik 26 persen secara tahunan (year on year/YoY).

Adapun di periode yang sama pendapatan GOTO berada di kisaran Rp 4,2 triliun.

Baca juga: Kinerja GoTo Financial Melejit, Bisnis Fintech GOTO Makin Untung

Dari sisi profitabilitas operasional, EBITDA yang disesuaikan meningkat 131 persen YoY menjadi Rp 907 miliar, sejalan dengan target tahunan di kisaran Rp 3,2 triliun hingga Rp 3,4 triliun.

Kinerja juga ditopang oleh lini bisnis utama.

Segmen fintech mencatat EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp 364 miliar atau tumbuh 674 persen secara tahunan.

CEO GoTo Hans Patuwo.DOK. GOTO CEO GoTo Hans Patuwo.

Pertumbuhannya didukung oleh kenaikan pengguna bertransaksi bulanan (monthly transacting users/MTU) sebesar 33 persen, serta peningkatan nilai buku pinjaman sebesar 59 persen menjadi Rp 9,9 triliun.

Baca juga: GOTO Targetkan EBITDA Rp 3,4 Triliun pada 2026, Bagaimana Prospek Sahamnya?

Sementara itu, segmen on-demand services mencatat EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp 439 miliar, meningkat 40 persen.

Kinerja ini ditopang peningkatan penggunaan layanan premium, terutama dari segmen pengguna menengah atas.

Dari sisi likuiditas, arus kas bebas yang disesuaikan tercatat positif sebesar Rp 1,3 triliun pada periode tersebut.

“Perjalanan kami berlanjut seiring dengan upaya kami dalam mengakselerasi pertumbuhan melalui pengembangan produk yang sesuai kebutuhan pelanggan, melalui investasi secara berkelanjutan pada kemampuan bisnis yang akan membantu kami mewujudkan hal ini,” paparnya.

Baca juga: GOTO Targetkan EBITDA Rp 3,4 Triliun pada 2026, Bagaimana Prospek Sahamnya?

Ia mencatat bahwa GoTo berada dalam posisi yang baik untuk menghadapi situasi global saat ini.

Bahkan, ia yakin perusahaan dapat tetap memberikan layanan terbaik kepada jutaan masyarakat Indonesia.

Tag:  #goto #akhirnya #cetak #laba #bersih #tembus #kuartal #2026

KOMENTAR