RI Capai 1,3 GW PLTS Atap, Jadi Fondasi Menuju Target 100 GW Energi Surya
Indonesia menandai tonggak baru dalam transisi energi nasional dengan peluncuran kapasitas terpasang 1,3 gigawatt (GW) pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap.
Capaian ini merupakan hasil kolaborasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PT PLN (Persero), dan Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI).
Peluncuran ini menjadi bagian dari rangkaian Road to IndoSolar 2026 dan disebut sebagai fondasi awal menuju visi pengembangan 100 GW energi surya nasional dalam beberapa tahun ke depan.
Baca juga: ESDM Genjot Pembangunan PLTS 100 GW, Serap Panel Surya Dalam Negeri
Ilustrasi panel surya terapung
Inisiatif tersebut juga diklaim sejalan dengan implementasi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025-2034, peningkatan bauran energi baru terbarukan (EBT), hingga penguatan daya saing industri nasional melalui energi rendah emisi.
Dalam lima tahun terakhir, kapasitas PLTS atap nasional disebut tumbuh hampir 10 kali lipat, dari sekitar 146 megawatt (MW) pada 2024 menjadi 1,3 GW pada 2026.
Capaian ini turut ditopang potensi energi surya Indonesia yang menurut kajian IESR 2025 mencapai 165,9 GW untuk PLTS darat dan 38,13 GW untuk PLTS terapung.
PLTS atap dinilai jadi solusi strategis
AESI menyebut PLTS atap menjadi salah satu solusi strategis karena dapat diterapkan secara cepat, modular, dan terdistribusi untuk berbagai segmen, mulai rumah tangga, bangunan komersial, UMKM, fasilitas publik, hingga industri skala besar.
Baca juga: Perum Jasa Tirta II Mau Optimalisasikan PLTS Terapung untuk Perkuat Ketahanan Energi
Ilustrasi panel surya, pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
Melalui pendekatan energi terdesentralisasi, pengembangan PLTS atap juga diklaim berkontribusi pada peningkatan ketahanan energi nasional, pengurangan emisi karbon, penciptaan lapangan kerja hijau, serta penguatan industri manufaktur dan rantai pasok lokal.
Ketua Umum AESI Mada Ayu Habsari mengatakan, capaian tersebut menunjukkan energi surya telah bergeser dari sekadar potensi menjadi kebutuhan strategis nasional.
“Capaian ini menunjukkan bahwa energi surya bukan lagi potensi, tetapi sudah menjadi kebutuhan strategis nasional. Dengan dukungan ekosistem industri yang semakin matang, AESI siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mempercepat implementasi PLTS dan mewujudkan target transisi energi Indonesia,” ujar Mada dalam siaran pers, Selasa (28/4/2026).
Saat ini, AESI memiliki sekitar 135 anggota yang mewakili berbagai elemen ekosistem energi surya, mulai dari manufaktur, pengembang proyek, penyedia teknologi, lembaga keuangan, hingga lembaga sertifikasi.
Baca juga: Strategi Keberlanjutan Pupuk Kaltim: Dari Biogas hingga PLTS
Pemerintah bidik 80 sampai 100 GW PLTS
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menyebut target pengembangan PLTS nasional berada di kisaran 80 GW hingga 100 GW.
“Target ambisius ini diharapkan tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas energi, tetapi juga pada penciptaan permintaan (demand creation) yang dapat menggerakkan industri energi surya di dalam negeri,” kata Eniya.
Ia menambahkan, pengembangan PLTS juga diproyeksikan membuka peluang ekonomi baru melalui penciptaan lapangan kerja.
“Target ini bukan sekadar angka, tetapi peluang ekonomi. Kami menghitung setidaknya ada 760.000 pekerjaan baru yang bisa tercipta dari program PLTS ini,” ujar dia.
Baca juga: Prabowo Perintahkan Bangun PLTS 100 GW buat Percepat Transisi Energi
Menurut Eniya, pemerintah juga ingin memperluas pemanfaatan fotovoltaik tidak hanya di atap bangunan, tetapi juga melalui ground mounted di sekitar koperasi desa, fasilitas kesehatan seperti puskesmas, serta mendukung akselerasi kendaraan listrik.
Ilustrasi panel surya, panel surya atap.
PLN siapkan dukungan perizinan digital
Direktur Retail dan Niaga PT PLN (Persero) Adi Priyanto mengatakan, capaian 1,3 GW menjadi langkah penting dalam memperluas pemanfaatan energi surya di berbagai sektor.
“Capaian 1,3 GW ini menjadi langkah penting dalam mendorong pemanfaatan energi surya di Indonesia. PLN terus berkomitmen untuk mendukung arah kebijakan nasional, termasuk menjadikan PLTS sebagai bagian utama dalam transisi menuju energi yang lebih bersih,” kata Adi.
Ia menambahkan, PLN juga menghadirkan fitur perizinan PLTS atap melalui aplikasi PLN Mobile guna mempermudah pelanggan mengajukan permohonan dan memantau proses secara transparan.
“Upaya ini menjadi bagian dari komitmen PLN dalam menjalankan amanat Permen ESDM Nomor 2 Tahun 2024 sekaligus mendorong percepatan pemanfaatan PLTS Atap On-Grid di Indonesia,” ujarnya.
Forum transisi surya digelar
Sebagai bagian dari peluncuran, AESI juga menyelenggarakan National Solar Transition Forum 2026 pada 21 dan 22 April 2026 lalu.
Forum ini menghadirkan pembelajaran dari praktik regional seperti India, Pakistan, dan Thailand, sekaligus membahas isu kebijakan, investasi, kesiapan infrastruktur, serta penguatan pasar energi surya nasional.
Tag: #capai #plts #atap #jadi #fondasi #menuju #target #energi #surya