Dividen BMRI 2026 Tembus Rp 44,47 Triliun, Yield Capai 8,51 Persen
Kantor Pusat Bank Mandiri.(DOK. Bank Mandiri)
08:40
30 April 2026

Dividen BMRI 2026 Tembus Rp 44,47 Triliun, Yield Capai 8,51 Persen

– Keputusan RUPS Bank Mandiri menetapkan dividen BMRI 2026 menjadi perhatian pelaku pasar. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menyepakati pembagian dividen tunai dari laba tahun buku 2025 dalam jumlah besar.

Dalam rapat yang digelar Rabu (29/4/2026), pemegang saham menyetujui total dividen BMRI sebesar Rp 44,47 triliun atau setara 79 persen dari laba bersih konsolidasi 2025 yang mencapai Rp 56,3 triliun. Rasio ini sedikit lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 78 persen.

Dari total tersebut, pemegang saham akan menerima dividen sebesar Rp 477 per saham. Nilai itu terdiri dari dividen interim Rp 100 per saham yang telah dibayarkan pada 14 Januari 2026 dan dividen final sekitar Rp 377 per saham.

Baca juga: Dedi Mulyadi Umumkan Dividen Bank BJB Tembus Rp 900 Miliar

Pembagian dividen BMRI tahun ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Bank Mandiri. Dari total tersebut, sekitar Rp 35,15 triliun merupakan sisa dividen tunai yang akan dibayarkan, setelah sebelumnya perseroan menyalurkan dividen interim sekitar Rp 9,3 triliun.

Sementara itu, sebesar 21 persen dari laba bersih atau Rp 11,82 triliun ditetapkan sebagai saldo laba ditahan untuk mendukung pengembangan usaha ke depan.

Jika mengacu pada harga saham BMRI di level Rp 4.430 per saham pada penutupan perdagangan Rabu (29/4), maka yield dividen final mencapai sekitar 8,51 persen, menjadikannya salah satu imbal hasil dividen menarik di sektor perbankan.

Hingga kini, perseroan belum mengumumkan jadwal resmi terkait pembagian dividen final, termasuk tanggal cum dividen dan pembayaran kepada investor.

Baca juga: RUPST Bank BJB: Bagi Dividen Rp 900 M, Ayi Subarna Dirut hingga Susi Pudjiastuti Komisaris

Kinerja keuangan Bank Mandiri tetap solid

Besarnya dividen BMRI 2026 yang dibagikan ditopang oleh kinerja keuangan yang tetap tumbuh sepanjang 2025.

Bank Mandiri membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 56,3 triliun, meningkat dari Rp 55,8 triliun pada periode sebelumnya. Penyaluran kredit tumbuh 13,4 persen secara tahunan menjadi Rp 1.894,98 triliun, dibandingkan Rp 1.670,54 triliun pada 2024.

Total aset konsolidasi meningkat 16,6 persen menjadi Rp 2.829,94 triliun. Kualitas aset juga terjaga dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross bank only di level 0,96 persen dan coverage ratio mencapai 253 persen.

Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 23,9 persen menjadi Rp 2.105 triliun, dengan komposisi dana murah (CASA) mencapai 70,8 persen.

Perseroan juga mencatat Net Profit Margin (NPM) sebesar 34,2 persen dan Return on Equity (ROE) sebesar 17,19 persen, mencerminkan efisiensi dan kemampuan menghasilkan laba yang solid.

Baca juga: Superbank (SUPA) Tidak Bagikan Dividen ke Pemegang Saham, Ini Alasannya

Perubahan pengurus dalam RUPS

Selain menyepakati pembagian dividen, RUPS juga menetapkan perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris.

Rapat memberhentikan dengan hormat Muhammad Yusuf Ateh sebagai Komisaris serta mengangkat kembali Timothy Utama sebagai Direktur Operations.

Direktur Utama Bank Mandiri Riduan menyatakan susunan pengurus terbaru diharapkan mampu melanjutkan kinerja positif perseroan.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Bapak Muhammad Yusuf Ateh atas kontribusi dan dedikasinya bagi pengembangan dan akselerasi bisnis Bank Mandiri,” ujarnya.

Adapun susunan Dewan Komisaris terdiri dari Zulkifli Zaini sebagai Komisaris Utama/Independen, Rudy Salahuddin Ramto sebagai Wakil Komisaris Utama, serta Luky Alfirman, Yuliot, Mia Amiati, dan Bintoro K. Pardewo.

Sementara susunan Direksi dipimpin oleh Riduan sebagai Direktur Utama, didampingi Henry Panjaitan sebagai Wakil Direktur Utama, serta jajaran direktur lainnya termasuk Timothy Utama, Eka Fitria, Danis Subyantoro, Totok Priyambodo, Mochamad Rizaldi, Saptari, Ari Rizaldi, Novita Widya Anggraini, Jan Winston Tambunan, dan Sunarto.

Baca juga: Emiten Ramai Bagi Dividen, Analis Ungkap Saham Paling Menarik

Buyback saham hingga Rp1,16 triliun

RUPS Bank Mandiri juga menyetujui rencana pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai maksimal Rp 1,16 triliun yang akan dilaksanakan hingga 12 bulan setelah persetujuan rapat, atau paling lambat 29 April 2027.

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini mengatakan kebijakan ini diambil di tengah volatilitas pasar yang masih tinggi akibat ketidakpastian global.

“Dalam kondisi tersebut kami melihat bahwa kinerja fundamental dan profitabilitas perseroan yang tetap terjaga kuat dan konsisten belum sepenuhnya tercermin dalam valuasi perseroan. Kondisi ini menciptakan gap valuasi yang cukup signifikan yang kami pandang sebagai peluang strategis untuk meningkatkan nilai jangka panjang bagi pemegang saham,” ujarnya.

Saham hasil buyback akan disimpan sebagai saham tresuri dan dialokasikan untuk program kepemilikan saham bagi karyawan serta manajemen, sesuai ketentuan yang berlaku.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Bank Mandiri (BMRI) Tebar Dividen Rp 44,47 T, Cek Angka Per Sahamnya

Tag:  #dividen #bmri #2026 #tembus #4447 #triliun #yield #capai #persen

KOMENTAR