BRI Cetak Laba Bersih Rp 15,5 Triliun pada Kuartal I 2026, Naik 13,7 Persen
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencetak laba bersih Rp 15,5 triliun pada kuartal pertama tahun 2026.
Adapun capaian ini naik 13,74 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. “Hingga akhir triwulan I 2026 terus menunjukkan hasil yang positif,” ujar Direktur Utama BRI Hery Gunardi dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (30/4/2026).
Pertumbuhan laba bersih BRI ditopang oleh kenaikan pendapatan bunga yang mencapai Rp 52,83 triliun, tumbuh 5,94 persen secara tahunan.
Di saat yang sama, beban bunga mengalami penurunan 9,31 persen menjadi Rp 12,68 triliun.
Baca juga: BNI Raup Laba Bersih Rp 5,68 Triliun pada Kuartal I 2026, Tumbuh 5,04 Persen
Sementara untuk penyaluran kredit, BRI mencetak total kredit dan pembiayaan sekitar Rp 1.497 triliun secara konsolidasi per Maret 2026, atau tumbuh 13 persen dibandingkan tahun lalu.
Adapun kinerja kredit BRI pada kuartal pertama 2026, Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 47,09 triliun kepada sekitar 947.000 nasabah.
Selain itu, pembiayaan perumahan melalui skema FLPP tercatat Rp 17,13 triliun atau sekitar 125.000 debitur.
Kinerja moncer pada kredit, berdampak langsung pada masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan sektor perumahan yang selama ini merupakan fokus utama pembiayaan BRI.
Di sisi lain, akses pembiayaan yang lebih luas membuka peluang ekspansi usaha dan kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.
Meski demikian, ekspansi membuat kualitas kredit BRI mengalami tekanan.
Rasio kredit bermasalah (NPL) bruto naik menjadi 3,31 persen dari sebelumnya sekitar 3 persen.
Sementara NPL net juga meningkat menjadi 1,01 persen.
Kenaikan ini mencerminkan risiko yang ikut membesar seiring agresivitas penyaluran kredit.
Adapun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 1.555 triliun, tumbuh 9,4 persen secara tahunan.
Komposisi dana murah atau CASA tercatat mencapai 68,1 persen, menunjukkan dominasi dana berbasis tabungan dan giro yang lebih efisien.
Likuiditas bank juga masih terjaga, meski rasio pinjaman terhadap simpanan (loan to deposit ratio/LDR) meningkat menjadi 87,66 persen.
Kenaikan ini menandakan fungsi intermediasi yang semakin kuat, meski ruang likuiditas menjadi lebih terbatas.
Adapun total aset BRI tercatat mencapai sekitar Rp 2.249 triliun secara konsolidasi per Maret 2026, tumbuh lebih dari 7,2 persen dibandingkan tahun lalu.
Baca juga: Laba Antam (ANTM) Tembus Rp 3,66 Triliun, Ditopang Penjualan Emas
Tag: #cetak #laba #bersih #triliun #pada #kuartal #2026 #naik #persen