Unilever (UNVR) Catat Laba Rp 2,14 Triliu pada Kuartal I-2026, Melonjak 72,99 Persen
- PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) membukukan penjualan bersih sebesar Rp 8,44 triliun pada kuartal I-2026, naik 2,82 persen dibandingkan periode yang sama 2025 yang senilai Rp 8,21 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasi melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (30/4/2026), kenaikan penjualan bersih ditopang oleh segmen kebutuhan rumah tangga dan perawatan tubuh senilai Rp 6,04 triliun, serta segmen makanan dan minuman Rp 2,39 triliun.
Seiring pertumbuhan penjualan, harga pokok penjualan meningkat menjadi Rp 4,37 triliun dari Rp 4,23 triliun.
Meski demikian, laba bruto tetap naik menjadi Rp 4,07 triliun dari Rp 3,97 triliun.
Baca juga: BRI Cetak Laba Bersih Rp 15,5 Triliun pada Kuartal I 2026, Naik 13,7 Persen
Dari sisi operasional, beban pemasaran dan penjualan turun menjadi Rp 1,64 triliun dari Rp 1,86 triliun.
Namun, beban umum dan administrasi meningkat menjadi Rp 830,37 miliar dari Rp 665,83 miliar.
Secara keseluruhan, laba usaha masih mencatatkan pertumbuhan menjadi Rp 1,57 triliun dibandingkan Rp 1,44 triliun pada periode sebelumnya.
Kinerja non-operasional juga menunjukkan perbaikan.
Penghasilan keuangan melonjak menjadi Rp 37,90 miliar dari Rp 1,91 miliar, sementara biaya keuangan berhasil ditekan menjadi Rp 10,75 miliar dari Rp 25,64 miliar.
Dengan demikian, laba sebelum pajak meningkat menjadi Rp 1,59 triliun dari Rp 1,41 triliun.
Setelah dikurangi beban pajak sebesar Rp 341,76 miliar, laba dari operasi yang dilanjutkan tercatat sebesar Rp 1,25 triliun, naik dari Rp 1,09 triliun.
Kinerja laba semakin terdongkrak oleh kontribusi dari operasi yang dihentikan.
UNVR membukukan laba sebesar Rp 887,86 miliar dari segmen ini, yang terdiri dari laba penjualan operasi dihentikan sebesar Rp 870,27 miliar serta laba tahun berjalan sebesar Rp 17,58 miliar.
Dengan tambahan tersebut, total laba bersih UNVR melonjak 72,99 persen menjadi Rp 2,14 triliun pada kuartal I-2026, jauh lebih tinggi dibandingkan Rp 1,24 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi neraca, total aset perseroan menyentuh Rp 20,01 triliun per Maret 2026, relatif stabil dibandingkan posisi akhir Desember 2025.
Liabilitas turun menjadi Rp 13,45 triliun dari Rp 15,54 triliun, sementara ekuitas meningkat menjadi Rp 6,55 triliun dari Rp 4,47 triliun.
Posisi kas dan setara kas juga menunjukkan penguatan signifikan, mencapai Rp 5,4 triliun pada akhir Maret 2026, dibandingkan Rp 1,08 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Presiden Direktur Unilever Indonesia, Benjie Yap, mengatakan kinerja kuartal pertama 2026 mencerminkan momentum positif yang telah dibangun sepanjang tahun lalu, meskipun kondisi eksternal masih menantang.
“Hasil kinerja kuartal pertama ini semakin memperkuat keyakinan bahwa bisnis berada dalam jalur kemajuan yang positif, didukung oleh fundamental yang terus membaik serta momentum yang semakin menguat,” ujar Benjie dalam keterangannya, Kamis (30/4/2026).
Ia menambahkan, perseroan saat ini berfokus pada tiga pilar utama, yakni kategori produk, saluran penjualan, dan efisiensi biaya, sebagai fondasi untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang berbasis kualitas.
Ke depan, UNVR akan tetap berupaya mencatatkan pertumbuhan di atas pasar sekaligus mengantisipasi berbagai tekanan eksternal.
Perseroan juga memperkirakan adanya peningkatan margin secara moderat sepanjang 2026.
Baca juga: Laba Antam (ANTM) Tembus Rp 3,66 Triliun, Ditopang Penjualan Emas
Tag: #unilever #unvr #catat #laba #triliu #pada #kuartal #2026 #melonjak #7299 #persen