Kadin Usul Relaksasi Bisnis ke Luhut, Imbas Gejolak Geopolitik
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie saat ditemui di sela-sela Rakornas Bidang Perdagangan Kadin Indonesia di Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (30/4/2026).(KOMPAS.com/Syakirun Ni'am)
21:04
30 April 2026

Kadin Usul Relaksasi Bisnis ke Luhut, Imbas Gejolak Geopolitik

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie mengaku telah “sowan” ke Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan pada Kamis (30/4/2026) pagi.

Anindya mengaku mengusulkan kepada pemerintah untuk memberikan sejumlah relaksasi bagi para pengusaha yang sedang tertekan imbas gejolak geopolitik.

“Tadi juga pagi kami bertemu dengan Ketua DEN Pak Luhut,” kata Anindya dalam Rakornas Bidang Perdagangan Kadin Indonesia di Mega Kuningan, Jakarta, Kamis.

Baca juga: Kadin: Konflik Global Dorong Perusahaan Pindah ke Indonesia

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie, saat ditemui di Menara Kadin, Jakarta, Jumat (24/4/2026).KOMPAS.com/Syakirun Ni'am Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie, saat ditemui di Menara Kadin, Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Kepada Luhut, Anindya menyampaikan kondisi industri dalam negeri. Ia mengkiaskan pengusaha tidak ubahnya seperti ayam petelur.

Imbas perang di Asia Barat (Timur Tengah) ayam petelur itu stres dan dibayangi ketakutan.

Kadin Indonesia meminta pemerintah memberikan sejumlah keringanan, salah satunya relaksasi kredit.

“Bayar bunga dulu tapi pokoknya bertahap,” ujar Anindya.

Baca juga: Rupiah Anjlok, Ketua Kadin: Mau Tidak Mau Mesti Tingkatkan Ekspor

Kadin Indonesia juga mengusulkan agar pengusaha mendapatkan penangguhan pajak bahan bakar minyak (BBM) dan penangguhan pajak ekspor.

Kemudian, keringanan agar perusahaan bisa mengekspor dengan memanfaatkan momentum kenaikan harga sejumlah komoditas hingga pengaturan ulang larangan terbatas (Lartas).

“Ini untuk istilahnya memberi napas ayam-ayam petelur ini kita semua,” tutur Anindya.

Sementara itu, dari Kadin akan mengupayakan investasi baik dalam jumlah besar atau kecil.

Baca juga: Survei Kadin: Perang Bikin Mayoritas Perusahaan Kencangkan Ikat Pinggang

Menurutnya, Kadin terus membangun komunikasi secara intens dengan kepala daerah.

“Bagaimanapun juga kami mengerti kebutuhan untuk apa pendanaan daerah apalagi sekarang tapi untuk penertiban dari sisi tambahan-tambahan pembiayaan,” tutur Anindya.

Sebagaimana diketahui, perang antara Israel dan Amerika Serikat (AS) melawan Iran sudah berlangsung sejak 28 Februari lalu.

Peperangan itu menutup Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi minyak dunia dari negara-negara Teluk seperti Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Qatar, Oman, Kuwait, hingga Iran.

Baca juga: Pemerintah Kaji WFH untuk Hemat Energi, Kadin Soroti Kompetisi ASEAN

Akibatnya, harga minyak dunia melonjak, biaya logistik naik, dan terjadi kelangkaan pasokan sejumlah komoditas penting, terutama produk petrokimia.

Tag:  #kadin #usul #relaksasi #bisnis #luhut #imbas #gejolak #geopolitik

KOMENTAR