ASEAN Siaga Dampak Krisis Timur Tengah, Ini Strategi Jaga Energi dan Pangan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (27/4/2026).(KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY)
14:16
1 Mei 2026

ASEAN Siaga Dampak Krisis Timur Tengah, Ini Strategi Jaga Energi dan Pangan

- Pemerintah Indonesia mendorong penguatan kerja sama kawasan ASEAN dalam menghadapi dampak krisis Timur Tengah, khususnya di sektor energi, pangan, dan rantai pasok.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang juga menjabat sebagai Menteri Dewan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) Indonesia.

Dalam forum tersebut, Airlangga menegaskan pentingnya respons kolektif negara-negara ASEAN terhadap tekanan global yang semakin meningkat.

“Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi negara-negara ASEAN untuk merespons tekanan global yang kian meningkat, mulai dari lonjakan harga energi, gangguan rantai pasok, hingga risiko terhadap ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya keterangan resmi pada, Jumat (1/5/2026).

Baca juga: Isu Currency Manipulation, Airlangga: RI Bukan Negara yang Sengaja Melemahkan Mata Uangnya

Indonesia mendorong langkah konkret untuk memperkuat ketahanan energi kawasan, antara lain melalui diversifikasi sumber dan jalur pasokan serta penguatan mekanisme cadangan energi.

Selain itu, percepatan implementasi kerja sama regional seperti ASEAN Power Grid, ASEAN Petroleum Security Agreement, dan Trans-ASEAN Gas Pipeline dinilai krusial untuk mengurangi kerentanan ASEAN terhadap guncangan eksternal.

Di sektor pangan, Indonesia menekankan pentingnya menjaga stabilitas pasokan di tengah meningkatnya biaya logistik dan volatilitas harga pupuk. Optimalisasi ASEAN Plus Three Emergency Rice Reserve menjadi salah satu instrumen utama untuk menjaga ketahanan pangan kawasan, terutama bagi kelompok rentan.

Baca juga: Airlangga Buka Suara Terkait Sumber Dana Rp 4 Triliun untuk Pelintasan Sebidang Kereta

Lebih lanjut, Indonesia juga menyoroti pentingnya penguatan rantai pasok melalui peningkatan konektivitas, efisiensi logistik, serta diversifikasi sumber pasokan energi, termasuk pengembangan bahan bakar alternatif berbasis sumber daya domestik masing-masing negara.

“Upaya-upaya ini perlu didukung dengan penguatan fasilitasi perdagangan, termasuk optimalisasi ASEAN Single Window, guna memastikan kelancaran arus barang dan menjaga daya saing kawasan,” jelas Airlangga.

Sejalan dengan itu, para menteri ekonomi ASEAN dalam pernyataan bersama (joint statement) menyatakan komitmen untuk memperkuat ketahanan kawasan melalui kerja sama yang lebih erat, menjaga keterbukaan perdagangan, serta memastikan respons kebijakan yang terkoordinasi dan terukur.

Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi ASEAN di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

Tag:  #asean #siaga #dampak #krisis #timur #tengah #strategi #jaga #energi #pangan

KOMENTAR