Prabowo Akui Pengelolaan MBG Ada Kekurangan, Sudah Tutup 3.000 Dapur
Presiden RI Prabowo Subianto mengakui pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) memang masih ada kekurangan.
"Saudara-saudara sekalian, kita mengakui bahwa dalam pengelolaan MBG masih banyak kekurangan," kata Prabowo dalam rapat paripurna di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Meski begitu, pemerintah bertindak untuk menertibkan pelanggaran yang terjadi.
Prabowo juga mengatakan sudah ada 3.000 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang ditutup.
"Kita sudah tutup lebih dari 3.000 dapur," ungkap Kepala Negara.
Baca juga: Prabowo Akan Siapkan Teknologi Canggih buat Cari Bunker Bawah Tanah Milik Koruptor
Selain itu, ia juga mempersilakan para anggota DPR hingga kepala daerah untuk mengawasi pelaksanaan MBG di daerahnya.
"Saya sudah minta para pejabat dan saya persilakan anggota dewan DPR, Bupati di mana-mana silakan periksa semua dapur. Kalau ada yang tidak sesuai laporkan segera, akan segera kita tindak," tegas Prabowo.
Menurut Prabowo, program MBG jangan sampai pengelolaan program MBG dilakukan secara tidak benar.
Lebih lanjut, ia menambahkan, program ini merupakan bagian dari adalah perintah Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, khususnya Pasal 33 dan Pasal 34.
Baca juga: Prabowo Janjikan Cold Storage dan SPBU Khusus di Setiap Desa Nelayan
62,4 juta penerima manfaat per hari
Kepala Negara mengatakan program MBG juga telah dinikmati oleh 62,4 juta penerima manfaat setiap hari.
"Angka ini termasuk 6,3 juta balita, 2 juta ibu menyusui, dan 868.000 ibu hamil menerima MBG setiap hari," lanjutnya.
Pemerintah juga akan memberikan MBG kepada lansia yang hidup sendirian.
"Kita juga akan memberi MBG ke 500.000 lansia yang hidup sendiri, yang hidup sebatang kara dan yang membutuhkan makan bergizi," tegasnya.
Tag: #prabowo #akui #pengelolaan #kekurangan #sudah #tutup #3000 #dapur