Derivatif Jadi Penopang Kinerja COIN di Tengah Tekanan Kripto
Ilustrasi aset kripto. (PEXELS/RDNE STOCK PROJECT)
20:16
1 Mei 2026

Derivatif Jadi Penopang Kinerja COIN di Tengah Tekanan Kripto

Kinerja keuangan PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) tertekan pada kuartal I-2026 seiring pelemahan pasar aset kripto secara global dan domestik.

Perseroan menyebutkan, kombinasi koreksi harga aset kripto, penurunan kapitalisasi pasar, serta melemahnya volume transaksi menjadi faktor utama yang memengaruhi industri secara keseluruhan.

Mengawali tahun 2026, mayoritas aset kripto mengalami koreksi tajam. Kapitalisasi pasar aset kripto global tercatat menyusut 45 persen dari 4,4 triliun dollar AS menjadi 2,4 triliun dollar AS per 31 Maret 2026.

Baca juga: Strategi DCA Dinilai Efektif Redam Risiko Volatilitas Kripto

Ilustrasi kripto.UNSPLASH/TRAXER Ilustrasi kripto.

Penurunan tersebut turut diikuti oleh volume transaksi global yang turun 39,1 persen menjadi 2,7 triliun dollar AS sepanjang kuartal I-2026.

Kondisi serupa juga terjadi di dalam negeri. Sepanjang Januari hingga Maret 2026, volume transaksi aset kripto domestik turun 31 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp 75,8 triliun.

Seiring dengan kondisi tersebut, kinerja pendapatan COIN ikut mengalami tekanan. Total pendapatan perseroan tercatat turun 18 persen dari Rp 50,63 miliar pada kuartal I-2025 menjadi Rp 41,49 miliar pada kuartal I-2026.

Direktur Utama PT Indokripto Koin Semesta Tbk Ade Wahyu mengatakan, penurunan kinerja ini tidak terlepas dari dinamika pasar aset kripto sepanjang awal tahun.

Baca juga: Gen Z Dominasi Investor Kripto, Upbit Gencarkan Edukasi di Kampus

“Bahkan, tekanan tersebut turut berimbas pada EBITDA dan laba bersih perseroan menjadi negatif,” ujar Ade dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (1/5/2026).

Ia menjelaskan, kondisi tersebut dipicu oleh perubahan perilaku investor yang cenderung menghindari risiko (risk off), di tengah ketidakpastian makroekonomi global.

Ilustrasi aset kripto. Aturan pajak kripto baru resmi berlaku mulai 1 Agustus 2025.PEXELS/RDNE STOCK PROJECT Ilustrasi aset kripto. Aturan pajak kripto baru resmi berlaku mulai 1 Agustus 2025.

“Salah satu yang memicu kondisi tersebut adalah perilaku risk off konsumen akibat makroekonomi global yang tidak stabil karena ketegangan geopolitik dan pengetatan likuiditas. Dengan turunnya nilai transaksi aset kripto, akhirnya berimbas negatif terhadap kinerja fundamental perseroan,” jelas Ade.

Segmen derivatif tumbuh signifikan

Di tengah tekanan tersebut, COIN mencatat pertumbuhan pada segmen perdagangan derivatif.

Baca juga: AS Sanksi Senator Kamboja, Terkait Penipuan Kripto dan Perdagangan Manusia

Sepanjang kuartal I-2026, pendapatan dari segmen ini meningkat 125 persen secara tahunan menjadi Rp 11,4 miliar, dari sebelumnya Rp 5,1 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Kontribusi segmen derivatif terhadap total pendapatan perseroan juga meningkat menjadi 27,6 persen.

Ade menyebut, karakteristik produk derivatif yang memiliki peluang dua arah (two-way opportunities) memungkinkan investor memanfaatkannya sebagai instrumen lindung nilai (hedging) saat pasar mengalami koreksi.

“Dengan ruang pertumbuhan yang masih sangat luas dibandingkan pasar global, derivatif siap menjadi pilar kekuatan COIN untuk menjaga stabilitas dan memacu kinerja ke depan,” terang Ade.

Baca juga: Industri Kripto Kian Matang, PINTU Catat Lonjakan Pengguna dan Transaksi

Ia menambahkan, rasio pasar derivatif kripto di Indonesia saat ini masih berada di level 0,13 kali dari pasar spot, jauh di bawah rasio global yang mencapai lima kali lipat, sehingga potensi pertumbuhannya dinilai masih terbuka lebar.

Struktur bisnis COIN

Sebagai perusahaan holding, COIN menaungi dua entitas utama, yakni PT Central Finansial X (CFX) sebagai bursa aset kripto pertama di Indonesia dan PT Kustodian Koin Indonesia (ICC) sebagai lembaga penyimpanan aset kripto.

Kedua anak usaha tersebut telah memperoleh izin dan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Perseroan juga menyatakan, dinamika pasar yang terjadi saat ini merupakan bagian dari siklus industri aset kripto.

Baca juga: Bangun Ekosistem Inklusif, Industri Kripto RI Didorong Makin Kuat

“Walaupun demikian, dinamika tersebut merupakan bagian dari siklus pasar yang bersifat sementara, mengingat masih adanya segmen derivatif yang mampu menopang kinerja Perusahaan di tengah pasar aset kripto yang dinamis,” ujar Ade.

Tag:  #derivatif #jadi #penopang #kinerja #coin #tengah #tekanan #kripto

KOMENTAR