Rapat Berkshire Berubah, Investor Soroti Hilangnya Sentuhan Warren Buffett
Pada akhir kuartal III, Berkshire Hathaway melaporkan kepemilikan saham Alphabet senilai 4,3 miliar dollar AS, atau sekitar Rp 71,86 triliun()
07:34
4 Mei 2026

Rapat Berkshire Berubah, Investor Soroti Hilangnya Sentuhan Warren Buffett

— Pergantian kepemimpinan di Berkshire Hathaway mulai terasa dalam pertemuan tahunan pemegang saham tahun ini.

Greg Abel, yang resmi menjadi kepala eksekutif sejak Januari, mendapat apresiasi atas kemampuan manajerial. Daya tarik khas Warren Buffett terlihat mulai berkurang.

Pertemuan di Omaha, Nebraska, menunjukkan perubahan suasana. Sejumlah kursi kosong terlihat di arena. Kehadiran juga lebih rendah dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Abel memimpin rapat tanpa Buffett di atas panggung. Investor berusia 95 tahun itu duduk di antara audiens dan hanya berbicara singkat.

Baca juga: Warren Buffett Sebut Pasar Keuangan Makin Spekulatif, Mirip Perjudian

Pemegang saham menilai Abel memahami bisnis Berkshire yang mencakup asuransi, kereta api, energi, hingga ritel.

Gaya penyampaian dinilai berbeda dari Buffett dan mendiang Charlie Munger. Keduanya selama puluhan tahun dikenal membagikan pandangan investasi dan filosofi hidup.

"Saya sedikit kecewa," kata Xiao Zhang, investor asal Boston, Minggu (3/5/2026).

"Pada tahun-tahun sebelumnya, Warren Buffett dan Charlie Munger duduk di panggung, berbagi pengalaman investasi mereka serta pengalaman hidup dan filosofi mereka. Tahun ini, saya tidak mendengar hal seperti itu," kata Zhang lagi.Gaji Greg Abel sebagai Berkshire Hathaway ditetapkan sebesar 25 juta dollar AS per tahun atau sekitar Rp 421,05 miliar Gaji Greg Abel sebagai Berkshire Hathaway ditetapkan sebesar 25 juta dollar AS per tahun atau sekitar Rp 421,05 miliar

Sebagian investor melihat perbedaan ini sebagai konsekuensi transisi generasi. Fondasi yang dibangun Buffett dan Munger dinilai tetap kuat.

"Mereka membangun sesuatu yang akan bertahan lebih lama dari mereka," kata John Wichita, analis sistem utilitas di Omaha.

"Dan saya pikir itu akan terjadi. Dan ide-ide yang mereka sampaikan jauh lebih kuat daripada kehadiran fisik mereka, dalam arti tertentu," sambungnya.

Baca juga: Cadangan Kas Berkshire Capai Rp 6.868 Triliun, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Perubahan juga terlihat di area pameran. Antrean pengunjung lebih pendek. Sejumlah produk khas Berkshire tidak habis terjual hingga penutupan acara.

Seorang staf bahkan berteriak, "Foto dengan Cicak! Tidak ada antrian!" di stan Geico, merujuk maskot perusahaan asuransi tersebut.

Pada Sabtu (2/5/2026), masih tersisa ratusan kotak cokelat edisi khusus dari See’s Candies. Produk Dairy Queen dan merchandise lain juga tidak habis, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Di arena utama, jumlah penonton juga berkurang. Sekitar 12.000 dari 18.000 kursi terisi saat acara dimulai, berdasarkan pengamatan Reuters.

Meski begitu, sebagian peserta tetap menilai pengalaman hadir langsung tetap bernilai.

"Saya telah menontonnya secara daring, tetapi terbang ke sini dan berkomunikasi dengan orang-orang secara langsung adalah cara yang lebih baik untuk mempelajari makna investasi nilai," kata Chandler Thien, penulis lepas dari Beijing.

"Perjalanan ini sepadan dengan biaya yang dikeluarkan," ujarnya.

Penilaian terhadap Abel beragam. Sejumlah investor melihatnya mampu menjaga kepercayaan pasar.

"Greg melakukan pekerjaan yang baik," kata Alexandra Cook, profesor akuntansi dan keuangan di Palm Beach Atlantic University. "Dia memiliki tugas untuk meyakinkan pemegang saham, dan dia melakukannya. Jelas dia mengetahui operasi tersebut secara mendalam."

Sebagian lain menilai arah pertemuan berubah.

"Sebagian besar orang di sini untuk mendapatkan pengetahuan investasi dan filosofi hidup. Itu adalah salah satu alasan saya tertarik pada Berkshire," kata Sophia Deng, pendiri perusahaan rintisan kecerdasan buatan. "Dengan Greg Abel, penekanannya sangat, sangat berbeda. Konferensi itu menjadi lebih seperti konferensi keunggulan operasional."

Deng menyebut tetap akan memegang saham Berkshire, tetapi tidak menambah kepemilikan.

Sejumlah peserta menilai faktor eksternal ikut memengaruhi kehadiran, termasuk biaya perjalanan dan kondisi global.

Sebagian investor tetap melihat Berkshire sebagai tempat yang stabil di tengah ketidakpastian.

"Mengingat semua yang terjadi di dunia, tampaknya tidak banyak harapan dan positivitas," kata Julie Vargas, manajer logistik kesehatan. "Memiliki seseorang yang memberi tahu kita apa yang mungkin terjadi dan ke mana kita dapat berharap adalah langkah positif."

Cindy Chin, CEO Planetary Systems AI, menilai kekuatan utama Berkshire terletak pada konsistensi.

"Kita menghadapi banyak volatilitas dalam geopolitik, tetapi filosofi investasi Berkshire selalu tetap setia pada investor dan pemegang saham yang berorientasi pada nilai, dan saya rasa itu tidak akan berubah," katanya. "Ini adalah Warren Buffett. Warrior Buffett dan warisan Charlie, dan berada di sini masih merupakan tempat yang istimewa."

Abel, yang kini berusia 63 tahun, memberi sinyal akan memimpin perusahaan dalam jangka panjang. Ia telah mendapat kepercayaan dari banyak pemegang saham.

Sejumlah investor menilai tantangan ke depan tidak hanya soal kinerja. Karakter unik Berkshire juga perlu dijaga.

"Banyak pemegang saham mungkin akan meninggalkan pertemuan karena kurangnya nuansa humor khas Warren," kata Richard Callahan, bankir ritel di Omaha. "Abel mungkin akan terbiasa. Tapi dia bukan Warren Buffett."

Tag:  #rapat #berkshire #berubah #investor #soroti #hilangnya #sentuhan #warren #buffett

KOMENTAR