Impor RI Sentuh 19,21 Miliar Dollar AS pada Maret 2026, BPS Catat Kenaikan Tipis
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam rilis BPS di Kantor BPS Pusat pada Senin (4/5/2026).(KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY)
12:28
4 Mei 2026

Impor RI Sentuh 19,21 Miliar Dollar AS pada Maret 2026, BPS Catat Kenaikan Tipis

- Kinerja impor Indonesia pada Maret 2026 masih menunjukkan pertumbuhan meski relatif terbatas. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor mencapai 19,21 miliar dollar AS atau naik 1,51 persen dibandingkan Maret 2025.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan, kenaikan impor tersebut terutama didorong oleh sektor nonmigas yang tumbuh secara tahunan.

“Nilai impor migas sebesar 3,17 miliar dollar AS atau meningkat 1,34 persen secara tahunan. Sedangkan impor nonmigas senilai 16,04 miliar dollar AS atau meningkat 1,54 persen,” ujar Ateng dalam rilis BPS di Kantor BPS Pusat pada Senin (4/5/2026).

Baca juga: Pemerintah Targetkan E20 Berlaku 2028, Bisa Tekan Impor Bensin 8 Juta KL

Ateng menambahkan, kontribusi terbesar terhadap kenaikan impor berasal dari nonmigas dengan andil sebesar 1,29 persen terhadap total pertumbuhan impor.

Dari sisi penggunaan, terjadi dinamika yang berbeda antar kelompok barang. Impor bahan baku dan penolong masih menjadi pendorong utama dengan pertumbuhan 2,15 persen dan andil 1,53 persen.

Sementara impor barang modal juga meningkat 4,98 persen, mencerminkan aktivitas investasi yang masih berjalan.

Sebaliknya, impor barang konsumsi justru mengalami penurunan cukup dalam, yakni sebesar 10,81 persen secara tahunan pada Maret 2026.

Secara kumulatif, nilai impor Indonesia sepanjang Januari–Maret 2026 mencapai 61,30 miliar dollar AS atau naik 10,05 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Impor nonmigas mendominasi dengan nilai 52,97 miliar dollar AS, sementara impor migas tercatat 8,33 miliar dollar AS atau turun 1,72 persen.

Berdasarkan penggunaannya, impor bahan baku/penolong masih mendominasi dengan nilai 43,17 miliar dollar AS atau tumbuh 6,89 persen.

Sementara itu, impor barang modal mencatat kenaikan tertinggi sebesar 24,02 persen menjadi 12,98 miliar dollar AS, lebih tinggi dibandingkan kelompok lainnya. Adapun impor barang konsumsi tercatat 5,15 miliar dollar AS atau naik 6,12 persen secara kumulatif.

Dari sisi negara asal, Tiongkok masih menjadi pemasok utama impor nonmigas Indonesia dengan nilai 22,02 miliar dollar AS atau berkontribusi 41,56 persen.

Posisi berikutnya ditempati Australia sebesar 3,14 miliar dollar AS dan Jepang 2,90 miliar dollar AS. Ketiga negara ini menyumbang lebih dari separuh total impor nonmigas.

Di tengah peningkatan impor tersebut, neraca perdagangan Indonesia masih mencatatkan surplus. BPS melaporkan surplus neraca perdagangan kumulatif Januari-Maret 2026 sebesar 5,55 miliar dollar AS, memperpanjang tren surplus menjadi 71 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Ateng menegaskan, surplus tersebut terutama ditopang oleh kinerja ekspor nonmigas yang kuat.

“Surplus sepanjang periode Januari-Maret 2026 ditopang oleh surplus komoditas nonmigas sebesar 10,63 miliar dollar AS, sementara komoditas migas masih mengalami defisit sebesar 5,08 miliar dollar AS,” tutup Ateng.

Tag:  #impor #sentuh #1921 #miliar #dollar #pada #maret #2026 #catat #kenaikan #tipis

KOMENTAR