PAM Mineral (NICL) Tebar Dividen Rp 63,81 Miliar dari Laba 2025
Emiten tambang nikel PT PAM Mineral Tbk (NICL) memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp 63,81 miliar kepada pemegang saham dari kinerja tahun buku 2025.
Keputusan tersebut diambil dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang digelar pada Senin (4/5/2026).
Dividen NICL tersebut setara dengan 74,99 persen dari total saldo laba perseroan tahun 2025 yang mencapai Rp 85,09 miliar. Dengan demikian, setiap pemegang saham akan memperoleh dividen sebesar Rp 6,00 per lembar saham.
Baca juga: Penjualan Nikel Melonjak, PAM Mineral (NICL) Raup Pendapatan Rp 1,35 T
Ilustrasi dividen saham.
Selain pembagian dividen, sisa laba sebesar Rp 21,27 miliar ditetapkan sebagai saldo laba untuk mendukung pengembangan usaha ke depan.
Direktur Utama NICL Ruddy Tjanaka mengatakan, capaian kinerja perseroan pada 2025 menjadi dasar keputusan pembagian dividen tersebut.
“Kinerja tersebut mencerminkan kemampuan perseroan dalam menjaga kesinambungan operasional, meningkatkan daya saing, serta mempertahankan kinerja operasional dan keuangan yang sehat,” ujarnya dalam siaran pers, Senin.
Pada 2025, NICL mencatatkan laba bersih sebesar Rp 345,14 miliar, meningkat 8,27 persen secara tahunan dibandingkan Rp 318,76 miliar pada 2024.
Baca juga: Emiten Nikel PAM Mineral (NICL) Catat Laba Rp 358,07 Miliar Per Semester I 2025
Di sisi pendapatan, perseroan membukukan Rp 1,47 triliun, naik 2,12 persen dari Rp 1,44 triliun pada tahun sebelumnya.
Kinerja tersebut dicapai di tengah tren penurunan harga nikel global. Perseroan mengimbanginya dengan peningkatan volume penjualan sebesar 13 persen (perseroan dan entitas anak) menjadi 307.000 ton, serta melalui efisiensi operasional dan optimalisasi pemanfaatan sumber daya.
Ilustrasi nikel, penambangan nikel.
Sebagai perbandingan, pada tahun buku 2024 NICL membagikan dividen sebesar Rp 127,62 miliar atau Rp 12 per saham, yang setara 60,83 persen dari saldo laba tahun tersebut.
Di tengah pembagian dividen, perseroan tetap menjaga agenda ekspansi dan keberlanjutan operasional.
Baca juga: PAM Mineral (NICL) Tebar Dividen Rp 159,53 Miliar, Ini Jadwalnya
NICL menargetkan produksi dan penjualan nikel sebesar 2,6 juta wet metric ton (WMT) pada 2026, dengan kadar bijih di kisaran 1,3 persen hingga 1,65 persen Ni.
Untuk mendukung target tersebut, perseroan melanjutkan kegiatan eksplorasi guna menambah cadangan tambang serta menjaga kesinambungan operasi jangka panjang.
“Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menjamin kesinambungan operasi serta peningkatan nilai ekonomi sumber daya yang dimiliki,” kata Ruddy.
Saat ini, NICL mengoperasikan dua tambang utama, yakni di wilayah konsesi PAM Mineral dengan cadangan sekitar 8,25 juta ton dan tambang milik entitas anak PT Indrabakti Mustika dengan cadangan mencapai 91,82 juta ton.
Baca juga: Emiten Nikel NICL Raup Penjualan Rp 543,91 Miliar pada Kuartal I 2025
Dalam jangka panjang, perseroan juga menyiapkan eksplorasi berkelanjutan hingga 2035 serta pengembangan sistem digital terintegrasi berbasis data untuk meningkatkan efisiensi operasional.
Di sisi pemasaran, NICL berencana memperluas jaringan dari Sulawesi hingga Halmahera dan menjalin kemitraan strategis global guna memperkuat penetrasi pasar dan menjaga keberlanjutan kontrak penjualan.
Tag: #mineral #nicl #tebar #dividen #6381 #miliar #dari #laba #2025