Prabowo Pangkas Harga 20 Persen di Tengah Krisis Pupuk Dunia
Stok persediaan pupuk subsidi di gudang Pupuk Binong Subang. (DOK. PUPUK KUJANG)
09:32
5 Mei 2026

Prabowo Pangkas Harga 20 Persen di Tengah Krisis Pupuk Dunia

 - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, menyebut Presiden Prabowo Subianto memangkas harga pupuk subsidi hingga 20 persen di tengah krisis global.

Amran mengatakan, kebijakan itu ditetapkan demi menjaga produksi pangan nasional terus berjalan.

Prabowo memangkas harga pupuk subsidi itu jauh sebelum peran di Asia Barat (Timur Tengah) meletus dan mengakibatkan pasokan urea di pasar global terganggu.

Presiden Prabowo sejak awal sudah melihat bahwa dunia menuju periode ketidakstabilan,” kata Amran sebagaimana dikutip dari keterangan resmi Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Selasa (5/5/2026).

Baca juga: Pupuk Kaltim Rogoh Rp 900 Miliar untuk Revamping Pabrik, Hemat Gas 16 Persen

Menurut Amran, kebijakan itu menunjukkan kemampuan presiden dalam membaca dinamika global, termasuk masalah pupuk.

Akibat perang, banyak negara kini mengalami krisis pupuk karena rantai pasok urea dari negara-negara Teluk di Asia Barat terputus.

“Beliau memerintahkan kami untuk tidak menunggu krisis, tetapi mengantisipasinya melalui kebijakan,” ujar Amran.

Adapun diskon pupuk 20 persen diberlakukan sejak 2025. DIskon pupuk subsidi hingga 20 persen itu dilanjutkan sampai saat ini dengan volume 9,8 juta ton yang senilai Rp 46.,87 triliun.

Amran menuturkan, kebijakan pupuk diskon pupuk subsidi itu muncul di tengah gejolak geopolitik.

Saat ini, imbas perang di Asia Barat antara Israel dan Amerika Serikat (AS) melawan Iran yang meletus pada 28 Februari lalu, Selat Hormuz ditutup.

Perairan itu diketahui merupakan jalur distribusi seperti perdagangan pupuk dunia. Pada saat yang bersamaan, China menghentikan ekspor pupuk nitrogen utama.

Akibatnya, harga urea di pasar global menukik tajam hingga 40 persen.

Data Trading Economics menunjukkan, harga urea global kini berada di level 585 dollar AS per ton.

Sejak perang meletus, harga urea sempat mencapai harga tertingginya di level 720 dollar AS per ton pada 15 April.

Menurut Amran, saat ini sejumlah negara di Asia Tenggara yang mengandalkan urea impor menghadapi ancaman krisis pangan.

Tidak hanya memangkas harga pupuk, pemerintah juga memangkas rantai panjang distribusi pupuk yang selama ini mengakibatkan produk tersebut sulit diakses petani.

Sebanyak 145 regulasi pupuk dihapus Prabowo melalui Instruksi Presiden sehingga rantai distribusi lebih efektif.

Tag:  #prabowo #pangkas #harga #persen #tengah #krisis #pupuk #dunia

KOMENTAR