Bangun Tidur Langsung Cek HP? Kebiasaan Ini Bisa Jadi Tanda Kecanduan Digital
- Bagi sebagian besar orang, momen pertama setelah membuka mata di pagi hari bukan lagi meregangkan badan atau menikmati secangkir kopi, melainkan langsung meraih ponsel dan memeriksa notifikasi.
Entah itu membuka media sosial, membalas pesan, atau sekadar mengecek berita terkini, kebiasaan ini terasa begitu wajar hingga nyaris tidak disadari sebagai sebuah masalah.
Padahal, para ahli memperingatkan bahwa rutinitas kecil tersebut bisa menjadi sinyal awal kecanduan digital.
Ketidakmampuan menahan diri untuk tidak menyentuh ponsel bahkan sebelum kaki menapak lantai dinilai sebagai salah satu tanda bahwa seseorang telah terlalu bergantung pada perangkat digitalnya.
Hal ini menjadi sebuah kondisi yang diam-diam berdampak pada kesehatan mental dan kualitas hidup secara keseluruh
Lantas mengapa hal ini selalu terjadi dan susah menghentikannya? Selengkapnya berikut ini KompasTekno menguraikannya.
Baca juga: 6 Tanda Kecanduan Gadget dan Cara Menguranginya
Kebiasaan mengecek HP
Kebiasaan mengecek ponsel setiap pagi sebenarnya hanyalah salah satu dari sekian banyak tanda kecanduan digital.
Tanda-tanda lainnya meliputi sulit berkonsentrasi, mengabaikan interaksi langsung dengan orang sekitar, merasa gelisah atau tidak nyaman ketika ponsel tidak ada di dekat, hingga merasakan sensasi ponsel bergetar padahal kenyataannya tidak.
Banyak orang juga tanpa sadar membuka ulang aplikasi yang baru saja ditutup, atau terus menggulir layar sebagai pelarian dari emosi negatif.
Fenomena ini lebih umum dari yang dibayangkan. Sebuah studi tahun 2022 mencatat bahwa rata-rata waktu menatap layar harian seseorang hampir mencapai tujuh jam, dengan sekitar dua jam lebih dihabiskan di media sosial.
Dampaknya pun tidak sepele. Dari sisi psikologis, penggunaan berlebihan berkaitan erat dengan peningkatan kecemasan, depresi, dan rasa kesepian.
Secara fisik, kebiasaan ini memicu ketegangan mata, postur tubuh yang buruk, dan gangguan kualitas tidur.
Kemampuan kognitif seperti konsentrasi dan daya ingat pun ikut menurun, yang pada akhirnya berdampak pada produktivitas kerja maupun akademis.
Otak dan jebakan dopamin
Di balik semua itu, ada mekanisme otak yang berperan. Setiap kali seseorang membuka ponsel untuk mengusir kebosanan atau rasa tidak nyaman, otak melepaskan dopamin, yaitu zat kimia yang memicu rasa senang.
Respons ini lama-kelamaan melatih otak untuk terus mencari stimulasi instan, sehingga aktivitas yang tidak memberikan kepuasan cepat seperti membaca atau belajar terasa semakin membosankan dan sulit dinikmati.
Baca juga: Ibu, Ini Strategi agar Anak Tidak Kecanduan Gadget
Cara memutus rantai kecanduan digital
Kabar baiknya, otak memiliki kemampuan untuk berubah dan beradaptasi melalui proses yang dikenal sebagai neuroplastisitas.
Istirahat dari layar atau yang sering disebut digital detox memberi kesempatan bagi otak untuk memulihkan diri, berpikir lebih jernih, dan membangun kebiasaan baru yang lebih sehat.
Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain memasang pembatas waktu aplikasi, mencoba hobi baru yang tidak melibatkan ponsel seperti melukis atau olahraga, hingga berlatih mindfulness agar lebih sadar terhadap pola penggunaan perangkat sehari-hari.
Bagi yang merasa kesulitan melakukannya sendiri, pendekatan terapi seperti Cognitive Behavioral Therapy (CBT) bersama profesional juga terbukti efektif membantu mengubah pola pikir dan perilaku terkait penggunaan teknologi sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Grace Health Centre.
Baca juga: 7 Cara Mengatasi Anak-anak yang Terlanjur Kecanduan Gadget
Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno.
Caranya klik link https://whatsapp.com/channel/0029VaCVYKk89ine5YSjZh1a. Anda harus install aplikasi WhatsApp terlebih dulu di ponsel.
Tag: #bangun #tidur #langsung #kebiasaan #bisa #jadi #tanda #kecanduan #digital