Harga Minyak Dunia Turun Lagi, Sinyal Damai AS-Iran Tekan Harga
Ilustrasi kapal tanker. Harga minyak dunia kembali melemah setelah muncul sinyal deeskalasi konflik AS-Iran. Pasar berharap pasokan dari Timur Tengah segera pulih.()
14:52
6 Mei 2026

Harga Minyak Dunia Turun Lagi, Sinyal Damai AS-Iran Tekan Harga

– Harga minyak dunia kembali melemah pada perdagangan Rabu (6/5/2026), melanjutkan penurunan hari sebelumnya.

Pelemahan ini dipicu ekspektasi pasar bahwa pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah berpotensi kembali mengalir jika tercapai kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent turun 1,69 dollar AS atau 1,5 persen ke level 108,18 dollar AS per barrel pada pukul 06.40 GMT. Sebelumnya, Brent telah merosot sekitar 4 persen pada sesi perdagangan Selasa (5/5/2026).

Baca juga: Gencatan Senjata AS-Iran Bertahan, Harga Minyak Anjlok 4 Persen

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS juga turun 1,67 dollar AS atau 1,6 persen menjadi 100,60 dollar AS per barrel, setelah sehari sebelumnya melemah 3,9 persen.

Penurunan harga minyak terjadi setelah Presiden, AS Donald Trump mengisyaratkan kemungkinan tercapainya kesepakatan damai dengan Iran.

Ia bahkan menyatakan akan menghentikan sementara operasi pengawalan kapal di Selat Hormuz sebagai bagian dari upaya menuju perjanjian tersebut.

Langkah ini memicu harapan bahwa kapal-kapal yang sempat tertahan di kawasan Teluk dapat kembali beroperasi, sehingga pasokan minyak global berangsur pulih.

Baca juga: Konflik Iran-AS Memanas, Harga Minyak Dunia Tembus 114 Dollar AS

Analis LSEG, Anh Pham, menilai sinyal deeskalasi ini membuka peluang peningkatan pasokan ke pasar. Namun, ia menekankan bahwa harga minyak masih relatif tinggi karena ketidakpastian terkait kesepakatan damai tersebut.

“Dibutuhkan waktu bagi arus perdagangan untuk kembali normal sepenuhnya, bahkan jika kesepakatan tercapai,” ujar Pham.

Ilustrasi kilang minyak.FREEPIK/ARTPHOTO_STUDIO Ilustrasi kilang minyak.

Di sisi lain, Trump menegaskan bahwa blokade terhadap pelabuhan Iran tetap diberlakukan.

Kebijakan ini sebelumnya telah membatasi pasokan global dan mendorong harga minyak naik, dengan Brent sempat mencapai level tertinggi sejak Maret 2022 pada pekan lalu.

Dalam pernyataannya di media sosial, Trump mengatakan bahwa penghentian sementara operasi pengawalan dilakukan untuk memberi ruang bagi finalisasi kesepakatan dengan Iran.

Perkembangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan. Pada awal pekan, militer AS dilaporkan menghancurkan sejumlah kapal kecil Iran, serta rudal jelajah dan drone, saat mengawal kapal tanker keluar dari Teluk melalui Selat Hormuz.

Baca juga: Trump Setop Mendadak Project Freedom, Apa yang Akan Terjadi di Selat Hormuz?

Gangguan di jalur vital tersebut sebelumnya telah menguras cadangan minyak global. Kilang-kilang berupaya menutup kekurangan pasokan dengan meningkatkan produksi.

Data dari American Petroleum Institute (API) menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun selama tiga pekan berturut-turut. Pada pekan yang berakhir 1 Mei 2026, stok minyak mentah turun sebesar 8,1 juta barel.

Selain itu, persediaan bensin turun 6,1 juta barrel dan stok distilat menyusut 4,6 juta barel dibandingkan pekan sebelumnya.

Tag:  #harga #minyak #dunia #turun #lagi #sinyal #damai #iran #tekan #harga

KOMENTAR