IHSG Menguat Terbatas Sesi 1: Big Caps Tertekan, MEDC, CDIA, BRPT Anjlok
Ilustrasi: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). (KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)
12:52
7 Mei 2026

IHSG Menguat Terbatas Sesi 1: Big Caps Tertekan, MEDC, CDIA, BRPT Anjlok

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat terbatas saat penutupan sesi satu perdagangan, Kamis (7/5/2026). Indeks naik 0,36 persen ke level 7.117,978.

Namun, laju penguatan indeks mulai kehilangan momentum seiring tekanan yang terjadi pada sejumlah saham berkapitalisasi besar alias big caps.

Penguatan saham-saham perbankan jumbo sebenarnya masih menjadi penopang utama IHSG pada perdagangan sesi pertama.

Baca juga: IHSG Dibuka Menguat ke Level 7.160 Pagi Ini

Ilustrasi IHSGANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA Ilustrasi IHSG

Meskipun demikian, pelemahan tajam pada beberapa saham ikut mengikis laju indeks.

Saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) melemah 5,8 persen, disusul saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) yang turun 4,3 persen, serta saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang terkoreksi 3,0 persen.

Lebih perinci, saham MEDC menjadi salah satu saham dengan pelemahan terdalam setelah turun 5,81 persen atau terkoreksi 100 poin ke level 1.620.

MEDC sempat bergerak di posisi tertinggi Rp 1.720, sebelum tekanan jual membuat harga terus melemah hingga mendekati level terendah hariannya.

Baca juga: IHSG Diperkirakan Bergerak Terbatas, Ritel Bisa Cermati Saham BIPI, BKSL, Hingga BNBR

Selain MEDC, saham CDIA juga bergerak di zona merah.

Saham emiten ini turun 4,35 persen atau melemah 50 poin ke area Rp 1.100.

Pergerakan saham CDIA menunjukkan tren pelemahan bertahap sepanjang sesi satu perdagangan.

Setelah sempat bergerak di area Rp 1.200 pada awal perdagangan bursa, tekanan jual membuat saham terus terkoreksi hingga menyentuh angka Rp 1.095.

Ilustrasi saham, pergerakan saham. SHUTTERSTOCK/SHUTTER_O Ilustrasi saham, pergerakan saham.

Baca juga: Asing Terus Net Sell, Siapa Penopang IHSG?

Sementara itu, saham BRPT mengalami tekanan dengan penurunan 3,06 persen atau turun 70 poin ke posisi 2.220.

Saham BRPT sempat menyentuh level tertinggi di area Rp 2.440, sebelum akhirnya berbalik melemah akibat aksi profit taking investor.

Bahkan, saham BRPT sempat turun hingga level Rp 2.140 sebelum sedikit memangkas pelemahan.

Dari sisi sektoral, infrastruktur dan kesehatan menjadi dua indeks sektoral dengan penguatan terbesar di antara tujuh sektor yang bergerak di zona hijau.

Baca juga: Investor Asing Kabur dari BMRI, BBCA, Hingga CUAN, IHSG Tetap Ditutup Hijau

Secara agregat, IHSG menguat 25,51 poin atau 0,36 persen ke level 7.117,978.

Indeks sempat menyentuh angka tertinggi di 7.204,780, sebelum melemah terbatas.

IHSG dibuka di 7.160,789 dengan posisi terendah harian berada di 7.108,538.

Aktivitas transaksi pasar terpantau ramai.

Baca juga: IHSG Ditutup Naik ke Level 7.092, Bursa Asia Kompak Menguat

Volume perdagangan mencapai 26,123 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 12,326 triliun dari frekuensi perdagangan mencapai 1,54 juta kali transaksi.

Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 339 saham menguat, 299 saham melemah dan 178 saham bergerak stagnan.

Adapun, sentimen positif dari pasar global turut menopang pergerakan bursa Asia.

Mayoritas indeks utama di kawasan Asia ditutup menghijau setelah muncul sinyal perkembangan positif dari negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Tag:  #ihsg #menguat #terbatas #sesi #caps #tertekan #medc #cdia #brpt #anjlok

KOMENTAR