Tak Diterima, Kapal Pesiar Terdampak Hantavirus Dilarang Bersandar di Pulau Canary
Kapal pesiar mewah MV Hondius yang berangkat dari Argentina. Satu penumpangnya dikonfirmasi meninggal dunia akibat hantavirus.(DOK. ANTARTICA CRUISES)
13:06
7 Mei 2026

Tak Diterima, Kapal Pesiar Terdampak Hantavirus Dilarang Bersandar di Pulau Canary

Pemerintah regional Kepulauan Canary, Spanyol, menolak rencana kapal pesiar mewah MV Hondius yang tengah dilanda wabah hantavirus untuk bersandar.

Penolakan ini memicu perbedaan sikap dengan pemerintah pusat Spanyol yang sebelumnya menyatakan kapal tersebut dapat diterima atas dasar kemanusiaan dan hukum internasional.

Presiden Wilayah Kepulauan Canary, Fernando Clavijo, menegaskan bahwa pihaknya tidak menyetujui rencana kapal tersebut untuk berlabuh di wilayahnya. Ia menilai keputusan pemerintah pusat tidak didasarkan pada pertimbangan teknis yang memadai.

Baca juga: Kapal Pesiar Terdampak Hantavirus Bergerak ke Spanyol, Penumpang Akan Dikarantina

Dilansir Reuters pada Rabu (6/5/2026), Clavijo menyampaikan dalam wawancara dengan radio COPE, “Keputusan ini tidak didasarkan pada kriteria teknis apa pun, dan juga belum ada informasi yang cukup untuk meyakinkan publik atau menjamin keselamatan mereka.”

Ia juga menambahkan telah meminta pertemuan mendesak dengan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez untuk membahas situasi tersebut.

Lebih tegas lagi, Clavijo menyatakan kepada media, “Kami akan melakukan segala cara untuk mencegah kapal ini datang ke Kepulauan Canary.”

Dalam pernyataan lain, seperti dikutip Xinhua, ia juga menolak keras kemungkinan kapal bersandar.

“Saya tidak dapat membiarkannya masuk ke Kepulauan Canary,” serta menolak risiko yang menurutnya dapat membahayakan warga setempat.

Clavijo juga mempertanyakan keputusan untuk memindahkan kapal ke Kepulauan Canary, dengan menyatakan bahwa prosedur alternatif sebelumnya adalah mengevakuasi pasien melalui udara dan memulangkan penumpang lainnya ke negara asal kapal.

Ia menambahkan, “Mengapa para penumpang harus menempuh perjalanan laut tiga hari ke Kepulauan Canary untuk melakukan hal yang sama yang bisa dilakukan di Tanjung Verde?”

Hingga kini, pemerintah Spanyol belum memberikan tanggapan tambahan atas penolakan tersebut.

Rencana kapal bersandar

Sementara itu, pemerintah pusat Spanyol melalui Kementerian Kesehatan sebelumnya menyatakan bahwa kapal tersebut tetap akan diterima di Kepulauan Canary, khususnya Tenerife, dengan alasan kewajiban moral dan hukum internasional.

Menurut TIME, Kementerian Kesehatan Spanyol menyebut, “Spanyol memiliki kewajiban moral dan hukum untuk membantu orang-orang ini, di antara mereka juga terdapat beberapa warga negara Spanyol. Awak dan penumpang akan diperiksa, dirawat, dan dipindahkan ke negara asal mereka.”

Namun, Clavijo menolak keputusan tersebut dan menyebutnya berbeda dari hasil pembahasan teknis sebelumnya dengan otoritas kesehatan regional, yang menurutnya sempat menyepakati bahwa kapal tidak akan diarahkan ke Kepulauan Canary.

Kondisi kapal MV Hondius

Kapal pesiar berbendera Belanda, MV Hondius, saat ini diketahui berada di sekitar Tanjung Verde setelah sebelumnya ditolak sandar oleh negara tersebut akibat wabah di dalam kapal.

Berdasarkan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), terdapat beberapa kasus hantavirus di kapal tersebut, dengan korban jiwa yang telah dikonfirmasi.

Baca juga: Pengakuan Penumpang Kapal Wabah Hantavirus, Kru Tak Anggap Situasi Serius

WHO juga menyebut adanya investigasi terkait kemungkinan penularan antar manusia dari varian Andes, yang tergolong jarang.

WHO menjelaskan bahwa penularan hantavirus umumnya terjadi melalui kontak dengan tikus atau cairan tubuhnya, seperti urine dan kotoran. Dalam kondisi tertentu, virus ini juga dapat menular melalui gigitan atau cakaran hewan pengerat.

Evakuasi pasien

Perkembangan terbaru wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius menunjukkan proses evakuasi pasien mulai dilakukan pada Rabu (6/5/2026). Saat dibawa ke ambulans, pasien sudah dibekali dengan baju tertutup rapat.WHO Perkembangan terbaru wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius menunjukkan proses evakuasi pasien mulai dilakukan pada Rabu (6/5/2026). Saat dibawa ke ambulans, pasien sudah dibekali dengan baju tertutup rapat.

Beberapa penumpang yang diduga terinfeksi telah dievakuasi dari kapal di wilayah Tanjung Verde menggunakan prosedur medis ketat dengan perlindungan hazmat.

Menurut WHO, pasien tersebut kemudian diterbangkan ke Belanda untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Sementara itu, WHO juga menyebut total kasus berkisar antara beberapa orang yang terinfeksi dengan sejumlah kematian yang telah terjadi di atas kapal.

Selain itu, laporan TIME menyebutkan bahwa terdapat hingga delapan kasus infeksi dengan tiga kematian, serta satu kasus tambahan yang terdeteksi pada seorang penumpang yang tidak berada di kapal tetapi pernah melakukan kontak perjalanan dengan kasus terinfeksi.

Kementerian Luar Negeri Belanda juga mengonfirmasi identitas beberapa pasien yang dievakuasi, termasuk warga negara Inggris, Belanda, dan Jerman.

Baca juga: Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar Bertambah Jadi 2, 3 Penumpang Tewas

Tag:  #diterima #kapal #pesiar #terdampak #hantavirus #dilarang #bersandar #pulau #canary

KOMENTAR