Digitalisasi Sampah di Desa Tamanmartani, 1.400 Warga Bisa Bayar Lewat QRIS BRI Depan Rumah
Kolaborasi yang tepat dapat membuat unit usaha menjadi lebih ringkas, seperti yang terjadi di desa yang menjadi Desa BRILian 2023, yakni Desa Tamanmartani, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Di desa ini, salah satu unit usaha yang dikelola BUMDes adalah pengelolaan sampah. Sejak dikelola serius pada 2020, sudah ada 1.400 lebih pelanggan yang menggunakan jasanya.
BUMDes Tamanmartani menyediakan dua truk untuk mengangkut sampah para warga. Awalnya hanya warga desa yang terdiri dari 10 dusun, tetapi kemudian merambah ke berbagai daerah sekitar, seperti Berbah, Kalasan, hingga Ngemplak.
Manager Pengelolaan Sampah BUMDes Tamanmartani, Yani Purwanto, ketika ditemui di rumahnya. (Suara.com/Irwan Febri)"Jasa pengelolaan sampah kami itu, jasa angkut sampah untuk warga desa sampai keluar Desa Tamanmartani. Ada sampai Berbah, Kalasan, hingga Ngemplak," kata Manager Pengelolaan Sampah BUMDes Tamanmartani, Yani Purwanto, kepada Suara.com.
"Tapi yang di luar Desa Tamanmartani kami pilih, hanya yang besar-besar, instansi-instansi, seperti Pusmesmas Ngemplak, Puskesman Kalasan, PLN Ngemplak, Prambanan Polsek.
Sampah yang diangkut kemudian dibawa ke tempat pengelolaan sampah (TPS), dipilah supaya menjadi tiga tahapan supaya TPS tetap bersih, yakni memilah kelompok botol, sisa makanan, dan kain bekas.
Aktivitas pemilahan sampah di TPS Desa Tamanmartani pada Jumat (24/4/2026). (Suara.com/Irwan Febri)Botol-botol atau barang yang bisa dijual akan dikumpulkan, sisa makanan diserahkan ke TPST Terpadu Sleman untuk diolah, dan kain-kain bekas hingga tulang belulang dibakar.
"Untuk pengolahaannya, karena alat terbatas, yang laku jual kami pilihi. Yang basah, kami oper ke TPST punya Kab Sleman. Kebetulan lokasinya di Tamanmartani," ujarnya.
Pembayaran yang Praktis dengan QRIS BRI
Contoh QRIS pelanggan jasa angkut sampah BUMDes Tamanmartani. (Dok. BUMDes Tamanmartani)Desa Tamanmartani pernah menjadi Desa BRILian, program pembedayaan desa oleh BRI pada 2023. Bahkan, desa ini pernah masuk 15 besar nasional.
Sejak saat itu, terjadi digitalisasi pembayaran, termasuk di unit pengelolaan sampah. Setiap rumah atau instansi pelanggan, diberi kode QRIS dari BRI di depan rumah.
Sehingga bisa memudahkan pembayaran bulanan para pelanggan.
"Pelanggan itu dikasih kode QR depan rumah, itu banknya dari BRI. Jadi, memudahkan untuk pembayaran," ungkap Yani.
Selain itu, juga disediakan agen BRILink yang menjadi satu dengan kantor BUMDes Tamanmartani. Di sana melayani pembayaran sampah, unit bisnis lainnya seperti wifi, dan transaksi-transaksi lainnya.
Kantor BUMDes Tamanmartani yang juga menjadi agen BRILink. (Suara.com/Irwan Febri)"Ada BRILink lumayan ramai, ada beberapa nasabah. Tarik tunai juga ada. Bisnisnya jalan. Dengan adanya kios di sana kan orang tahu. Di kantor BUMDes jadi satu," tuturnya menambahkan.
Jadi Salah Satu Sumber Pendapatan Desa
Kalurahan Tamanmartani, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. (Dok. Kalurahan Tamanmartani)Unit bisnis pengelolaan sampah ini pun menjadi salah satu penyumbang terbesar PAD (Pendapatan Asli Daerah) Desa Tamanmartani.
Setelah maju sebagai Desa BRILian pada 2023, pengelolaan sampah di Desa Tamanmartani tetap konsisten sampai sekarang. Bahkan terus bertambah cakupan layanannya.
Diperkirakan pendapatan setiap bulannya unit bisnis pengolaan sampah ini adalah sekitar Rp90 juta. Tentu angka yang terbilang besar untuk membantu menopang kebutuhan desa.
"Pelanggan sampah ya sudah sekitar 1.400 pelanggan. Rata-rata yang 1.000 itu tarif 25 ribuan. Itu kebijakan Pak Lurah itu, supaya tidak terlalu membebani warga," kata Yani.
"Jadi, yang jadi pelanggan dari awal di angka Rp25 ribu. Yang baru-baru sudah disesuaikan. Kalau tidak begitu, tidak jalan. Yang baru-baru ini sudah Rp40 ribu. Ada Rp50 ribu warung, Rp100 ribu lain-lain. Itu diperbolehkan Pak Lurah kalau yang di luar Desa Tamanmartani," imbuh pria asal Sleman itu.
Pada akhirnya, pengelolaan sampah di Desa Tamanmartani bukan sekadar soal kebersihan lingkungan, tetapi juga tentang bagaimana desa mampu beradaptasi dengan zaman.
Dari sampah yang sering dianggap tak bernilai, lahir sistem yang tertata, modern, dan memberi manfaat ekonomi secara nyata.
Tag: #digitalisasi #sampah #desa #tamanmartani #1400 #warga #bisa #bayar #lewat #qris #depan #rumah