Pendapatan Blibli (BELI) Melonjak 67 Persen, Ditopang Penjualan Smartphone
Fasilitas penyimpanan Blibli, Marunda Warehouse(KOMPAS.com/ AGUSTINUS RANGGA RESPATI)
20:32
7 Mei 2026

Pendapatan Blibli (BELI) Melonjak 67 Persen, Ditopang Penjualan Smartphone

PT Global Digital Niaga Tbk atau Blibli (BELI) mencatat peningkatan kinerja keuangan sepanjang kuartal I 2026. Pertumbuhan ditopang lonjakan pendapatan dan efisiensi operasional yang terus membaik.

Emiten ekosistem perdagangan omnichannel dan gaya hidup itu membukukan pendapatan neto konsolidasian Rp 7,84 triliun pada tiga bulan pertama 2026. Angka tersebut naik 67 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 4,69 triliun.

Pertumbuhan ditopang peningkatan kinerja seluruh segmen usaha, terutama segmen institusi dan toko fisik. Penjualan smartphone menjadi salah satu pendorong utama.

Perseroan juga mencatat kenaikan take rate dari 9 persen pada kuartal I 2025 menjadi 9,9 persen pada kuartal I 2026.

Peningkatan tersebut didorong monetisasi yang lebih tinggi pada segmen ritel 1P dan institusi. Kondisi itu sejalan dengan pertumbuhan Gross Profit Before Discount (GPBD) sebesar 21 persen secara tahunan.

Baca juga: Double Day 5.5 Blibli Tawarkan Diskon hingga 55 Persen, Dorong Belanja Lebih Praktis

Struktur biaya perusahaan juga membaik. Persentase beban operasional konsolidasian terhadap total processing value (TPV) turun dari 7,3 persen menjadi 6,4 persen.

Efisiensi tersebut mendorong peningkatan EBITDA konsolidasian terhadap TPV sebesar 200 basis poin secara tahunan.

Blibli juga memperluas integrasi ekosistem dengan menghadirkan fitur Blibli Affiliate di tiket.com. Langkah tersebut ditujukan untuk meningkatkan jumlah pengguna yang bertransaksi di dalam ekosistem perusahaan.

Perseroan menambah 35 toko baru sepanjang kuartal I 2026. Hingga akhir Maret 2026, Blibli mengoperasikan 295 toko elektronik konsumen, sembilan toko elektronik rumah tangga, dan satu toko fesyen serta olahraga.

Selain itu, perusahaan mengelola 58 gerai supermarket premium dan 37 home and living experience centers.

Chief Executive Officer (CEO) dan Co Founder Blibli Kusumo Martanto mengatakan, perusahaan memulai 2026 dengan tren yang positif.

“Kami memulai tahun 2026 dengan momentum yang solid, melanjutkan tren positif dari kuartal sebelumnya. Hasil kuartal pertama kami mencerminkan kelanjutan dari eksekusi strategi kami, yang menghasilkan pertumbuhan pendapatan dua digit yang kuat serta peningkatan lebih lanjut pada take rate dan margin secara keseluruhan,” ujar Kusumo dalam keterangannya, Kamis (7/5/2026).

Baca juga: Blibli (BELI) Tawarkan Strategi Belanja Cerdas di Momen Gajian

Kusumo mengatakan, profitabilitas perusahaan meningkat signifikan melalui disiplin operasional yang berkelanjutan.

Segmen perdagangan disebut masih menjadi penopang utama pertumbuhan perusahaan. Permintaan di berbagai kategori produk tetap kuat, terutama pada produk dengan margin lebih tinggi.

“Strategi omnichannel kami terus bertumbuh di berbagai kategori, sementara usaha institusi dan toko fisik berkembang dengan kualitas dan skala yang lebih baik,” katanya.

Blibli juga memperkuat integrasi platform dan layanan pemenuhan pesanan melalui unit Fulfillment at Speed (FAS).

Teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai dimanfaatkan untuk meningkatkan pencarian produk dan pengambilan keputusan pelanggan. Langkah itu dinilai mendukung tingkat konversi dan produktivitas platform.

Chief Financial Officer (CFO) Blibli Ronald Winardi mengatakan, perusahaan berhasil meningkatkan pendapatan di tengah efisiensi operasional yang lebih ketat.

“Pendapatan neto tumbuh pesat sebesar 67 persen secara tahunan, mencerminkan peningkatan monetisasi omnichannel dan eksekusi ekosistem yang solid, sementara pengendalian biaya yang lebih ketat mendorong peningkatan efisiensi yang berarti,” ucap Ronald.

Menurut dia, efisiensi biaya berhasil menekan kerugian operasional sekaligus meningkatkan EBITDA terhadap TPV menjadi 0,6 persen.

Segmen ritel 1P mencatat GPBD Rp 564 miliar atau naik 23 persen secara tahunan. Pertumbuhan didorong strategi selektif pada kategori dengan margin lebih tinggi, termasuk smartphone, elektronik rumah tangga, dan produk gaya hidup.

TPV segmen ini tumbuh 21 persen menjadi Rp 2,27 triliun. Pendapatan netonya naik 13 persen menjadi Rp 1,57 triliun.

Untuk mendukung bisnis tersebut, Blibli mengoperasikan 15 gudang dengan luas total sekitar 200.000 meter persegi dan 19 pusat distribusi.

Jaringan itu mendukung layanan pengiriman dua jam untuk lebih dari 400.000 stock keeping unit (SKU) di sekitar 40 kota.

Segmen ritel 3P mencatat GPBD Rp 708 miliar atau naik 1 persen secara tahunan. Pendapatan netonya tumbuh 9 persen menjadi Rp 384 miliar.

Platform online travel agent (OTA) tiket.com kini menyediakan layanan tiket penerbangan dari 143 maskapai domestik dan internasional yang melayani lebih dari 240 negara dan wilayah.

Platform tersebut juga menawarkan lebih dari 3,6 juta pilihan akomodasi dan lebih dari 103.400 aktivitas wisata serta 4.400 acara di seluruh dunia.

Segmen institusi menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan perusahaan. GPBD segmen ini melonjak 113 persen menjadi Rp 430 miliar.

Pertumbuhan didorong ekspansi penjualan smartphone dan elektronik rumah tangga kepada klien institusi.

Belanja per klien institusi naik 125 persen menjadi Rp 112 juta. TPV segmen institusi tumbuh 77 persen menjadi Rp 4,91 triliun, sedangkan pendapatan netonya melonjak 137 persen menjadi Rp 3,55 triliun.

Segmen toko fisik juga mencatat pertumbuhan. GPBD naik 9 persen menjadi Rp 465 miliar.

Kinerja ditopang penjualan smartphone yang meningkat seiring peluncuran produk baru dan ekspansi toko elektronik konsumen.

TPV segmen toko fisik tumbuh 54 persen menjadi Rp 2,70 triliun. Pendapatan netonya naik 60 persen menjadi Rp 2,32 triliun.

Hingga akhir Maret 2026, Blibli mengoperasikan 295 toko elektronik konsumen yang terdiri dari 151 toko merek tunggal dan 144 toko multi merek.

Perseroan juga memiliki sembilan toko elektronik rumah tangga, satu toko fesyen dan olahraga, serta 58 gerai supermarket premium yang dikelola Ranch Market.

Tag:  #pendapatan #blibli #beli #melonjak #persen #ditopang #penjualan #smartphone

KOMENTAR