InsureTell: Storytelling, Program AAJI untuk Dorong Anak Cakap Finansial Sejak Dini
Pendongeng Palupi Mutiasih menyampaikan literasi keuangan interaktif kepada siswa TK AL-Hurriyah Terogong, Jakarta, dalam program InsureTell: Storytelling.(DOK. AAJI)
08:04
8 Mei 2026

InsureTell: Storytelling, Program AAJI untuk Dorong Anak Cakap Finansial Sejak Dini

- Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mendorong peningkatan literasi keuangan anak sejak dini melalui program “InsureTell: Storytelling” di TK AL-Hurriyah Terogong, Jakarta. Program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun generasi yang gemar membaca sekaligus lebih cakap finansial.

Kegiatan itu merupakan bagian dari inisiatif Literasi Publik AAJI Library yang berada di bawah naungan Center of Excellence (CoE) AAJI sebagai pusat pengelolaan pengetahuan industri asuransi jiwa.

Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan SDM (Center of Excellence) AAJI Freddy Thamrin mengatakan, konsep storytelling dipilih agar anak-anak lebih mudah memahami konsep dasar kehidupan tanpa dibebani istilah teknis yang rumit.

“AAJI sangat mengapresiasi kerja sama dan minat para siswa-siswi dalam mengikuti kegiatan ini,” ujar Freddy dalam keterangan resmi, Kamis (7/5/2026).

“Mengusung konsep storytelling yang ringan, memungkinkan anak memahami konsep dasar kehidupan secara intuitif tanpa harus berhadapan dengan istilah-istilah teknis yang kompleks,” lanjut dia.

Freddy mengatakan, program InsureTell diharapkan menjadi upaya literasi yang berkelanjutan dan berdampak luas bagi generasi mendatang.

Baca juga: AAJI Tunjuk Albertus Wiryono Jadi Ketua Dewan Pengurus Baru

Hadirkan Pojok Literasi di Sekolah

Program tersebut digelar bekerja sama dengan PT Chubb Life Insurance Indonesia (Chubb Life Indonesia). Dalam kegiatan itu, AAJI menghadirkan literacy corner berupa donasi buku dan pembangunan pojok literasi di lingkungan sekolah.

AAJI menilai perkembangan teknologi yang pesat membuat interaksi anak dengan buku fisik semakin berkurang. Karena itu, perpustakaan dinilai memiliki peran strategis sebagai ruang literasi yang aman, ramah, dan bermakna bagi anak usia taman kanak-kanak.

Melalui pendekatan yang menarik, anak-anak diajak mengembangkan kemampuan kognitif dan afektif melalui cerita, imajinasi, dan keterlibatan emosional.

Dalam kegiatan tersebut, pendongeng Palupi Mutiasih memaparkan literasi keuangan dengan pendekatan interaktif melalui sesi ice breaking, bernyanyi, bermain, hingga bercerita.

Para siswa juga diperkenalkan pada nilai kepedulian, perlindungan, perencanaan, dan tanggung jawab yang melekat dalam industri asuransi jiwa.

Baca juga: Prudential Syariah Dorong Literasi Asuransi untuk UMKM di Jatim

AAJI menyebut program tersebut juga bertujuan membangun persepsi positif terhadap industri asuransi sebagai sektor yang humanis dan berorientasi pada pengembangan generasi masa depan.

Program itu sekaligus sejalan dengan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang diinisiasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) guna meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia.

“Khusus untuk anak-anak TK, kami mengenalkan pentingnya menabung melalui cara yang menyenangkan, seperti dongeng,” demikian keterangan dalam siaran pers tersebut.

“Bersama AAJI dan AAJI Library, kami juga ingin menanamkan pentingnya budaya membaca pada anak sejak dini,” lanjut keterangan itu.

Baca juga: Sun Life Perluas Kampanye Literasi Asuransi ke Daerah, Bidik Kota di Luar Jakarta

Industri Asuransi Jiwa Tumbuh pada 2025

Di tengah penguatan literasi keuangan tersebut, industri asuransi jiwa nasional juga mencatat pertumbuhan sepanjang 2025. Kondisi itu dinilai menjadi bagian penting dalam memperluas pemahaman masyarakat terhadap fungsi perlindungan keuangan jangka panjang.

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia melaporkan total pendapatan industri asuransi jiwa sepanjang 2025 mencapai Rp 238,71 triliun atau tumbuh sekitar 9,3 persen secara tahunan.

Ketua Dewan Pengurus AAJI Albertus Wiroyo mengatakan pertumbuhan tersebut terutama ditopang peningkatan hasil investasi industri.

“Meskipun total pendapatan premi mengalami penurunan tipis sebesar 1,8 persen secara tahunan, kondisi tersebut lebih mencerminkan adanya perubahan preferensi masyarakat dalam memilih pola pembayaran premi,” ujar Albertus dalam konferensi pers laporan kinerja industri asuransi jiwa 2025, Jumat (13/3/2026).

AAJI mencatat premi bisnis baru reguler meningkat sekitar 7,8 persen. Jumlah tertanggung industri asuransi jiwa juga naik sekitar 8,6 persen secara tahunan menjadi 168,03 juta orang.

Dari sisi produk, premi asuransi tradisional tercatat sebesar Rp 113,03 triliun atau naik sekitar 2,4 persen dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp 110,37 triliun.

Sementara premi produk unit link tercatat sebesar Rp 68,24 triliun atau turun sekitar 8,2 persen dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp 74,31 triliun.

Ketua Bidang Pelatihan dan Pengembangan SDM AAJI Handojo Gunawan Kusuma mengatakan sepanjang 2025 industri asuransi jiwa membayarkan klaim dan manfaat sebesar Rp 146,73 triliun kepada sekitar 9,59 juta penerima manfaat.

“Sepanjang tahun 2025, industri asuransi jiwa telah membayarkan total klaim dan manfaat sebesar Rp 146,73 triliun kepada sekitar 9,59 juta penerima manfaat,” ujar Handojo.

Di sisi lain, klaim asuransi kesehatan meningkat sekitar 9,1 persen dengan total nilai Rp 26,74 triliun.

Menurut Handojo, produk asuransi kesehatan menjadi salah satu fokus transformasi industri pada 2026 melalui implementasi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 36 Tahun 2025.

“Aturan tersebut diharapkan membuat pengelolaan klaim kesehatan lebih terkendali sekaligus meningkatkan perlindungan bagi pemegang polis,” kata dia.

Sementara itu, total investasi industri asuransi jiwa pada 2025 mencapai Rp 590,54 triliun, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 541,55 triliun.

Ketua Bidang Marketing dan Komunikasi AAJI Harsya Wardhana Prasetyo mengatakan hasil investasi industri asuransi jiwa tercatat sebesar Rp 47,32 triliun atau meningkat sekitar 103,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Dengan karakteristik investasi jangka panjang yang dimiliki industri asuransi jiwa, kondisi tersebut turut mendukung penguatan kinerja investasi sekaligus menjaga kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban kepada pemegang polis,” ujar Harsya.

Tag:  #insuretell #storytelling #program #aaji #untuk #dorong #anak #cakap #finansial #sejak #dini

KOMENTAR